Sang PEMELIHARA JIWA – oleh Pdt. Kong Hani Paulus (Ibadah Raya 2 – Minggu, 15 Oktober 2023)


Mazmur 42:1-6

Mzm 42:6  Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

Inti dari Mazmur 42 adalah ekspresi kerinduan dan kepercayaan pemazmur kepada Allah dalam situasi sulit. Tapi walaupun sulit, pemazmur tetap tak tergoyahkan dengan keadaan yang sulit sekalipun.

Menurut tafsiran dari F.B. Meyer, Mazmur ini adalah tulisan bani Korah yang diambil dari kisah pengalaman Raja Daud di masa pengungsiannya karena pemberontakan anaknya, Absalom.

Rupanya keadaan yang sulit bukan karena hal-hal jasmani yang ia alami melainkan karena jauh dari Allah. Bagaimana dia merindukan rumah Allah (Kemah Daud) yang dibuatnya, tempat Allah berhadirat di tengah-tengah umat-Nya, pujian dan penyembahan yang dipanjatkan bukan 7 kali dalam sehari(Mazmur 119 :164) tapi 24 jam, siang dan malam (2 Taw 20:19)?

Pemazmur menulis dalam ayat 3 “Kapan aku bisa datang dan berada di hadapan Allah?”
Ay. 4, Dari kata-kata orang yang mencela Allahnya dan berkata, Dimana Allahmu?
Ayat 5 menjelaskan bahwa dia ingat sementara jiwanya gundah gulana – ia masih dapat terus melangkah maju. Meskipun merasa tertekan, ia yakin bahwa Tuhan Allah akan menyelamatkannya.

Apa yang menyebabkan Jiwa yang tertekan dan gelisah?
 1. Faktor Eksternal (Dari luar) → Di luar kontrol kita.
Contohnya:
a. Sesuatu yang bakal terjadi tapi belum tentu terjadi masih perkiraan: kuatir akan terjadi kecelakaan, perasaan tidak aman.
 Ini sesuatu yang wajar. Ini menjadi pertanda bahwa kita hanya manusia biasa yang terbatas – kita butuh Tuhan.

b. Yang sedang terjadi: tekanan pekerjaan, masalah keuangan, masalah keluarga, masalah sakit penyakit: cemas, stress, depresi, tidak bersemangat.

2. Faktor Internal: yang sudah berlalu seperti ketakutan yang berlebihan (Phobia), kehilangan karena kecelakaan atau kematian yang mendadak yang meninggalkan trauma yang mendalam.

Jalan keluar yang salah: kecanduan alkohol, obat-obatan penenang, makan berlebihan, sex bebas, perilaku negatif seperti judi, menyakiti diri sendiri dan bunuh diri.

Kalau jiwa kita mau kuat, maka Roh manusia kita harus kuat. Jiwa kita sekuat manusia roh kita.

Kita perlu obat bagi jiwa:
1. Kita perlu terbuka/ mengakui/jujur pada diri sendiri
Mzm 42:7  Jiwaku tertekan dalam diriku,
Biasanya orang percaya menyangkali keadaan supaya kelihatannya beriman. Iman yang sejati tidak menyangkali faktanya, tapi kita memilih untuk tetap percaya. Faktanya kita sedang sakit tapi kita tetap percaya oleh bilur-bilur-Nya kita disembuhkan.

Rom_4:18  Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya,
(Faktanya Abraham sudah sangat tua dan Sarah sudah menopause tapi ia memilih untuk tetap percaya).
Yesus (dalam kemanusiaan-Nya), Tuhan kita yang perkasa juga pernah mengalami ketakutan bahkan sangat takut dan gentar.

Mrk 14:33  Dan Ia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes serta-Nya. Ia sangat takut dan gentar, 34  lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya.

Apakah Yesus tidak Rohani? Tidak penuh dengan firman? Bukan orang yang diurapi? Tentunya tidak. Tapi dalam ketakutan-Nya, Ia berkata kepada murid-murid-Nya bahwa Ia sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Kita perlu terbuka kepada orang lain dan tentinya kepada orang yang dapat dipercaya. Datang sama konselor Yesus (konselor di atas konselor). Dia pemilik dan pemelihara jiwa kita.

Dia pemilik jiwa kita. Dia bisa sembuhkan, pulihkan jiwa kita
Yeh_18:4  Sungguh, semua jiwa Aku punya! Baik jiwa ayah maupun jiwa anak Aku punya! Dan  orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati.
Dia yang paling tahu apa yang harus diperbaiki karena Dia sang Pencipta.

Dia pemelihara dari Jiwa kita
1Pt 2:25  Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu (Merawat jiwamu, maintenance).
Sama seperti barang-barang misalnya AC, peralatan listrik di gereja, rumah, semuanya perlu dirawat.

Bagaimana dengan Jiwa kita? Kita butuh merawatnya, bahkan setiap hari kita perlu datang kepada pencipta dan pemelihara jiwa kita. Karena Dia peduli pada jiwa saudara (Emosional), bukan hanya peduli soal masuk ke sorga karena Dia sendiri mengalami berbagai cobaan.

Ibr 4:15  Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
Ibr 2:18  Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

Apa yang kita perlu lakukan, ketika datang kepada Yesus?
Flp 4:6  Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
Flp 4:7  Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

Ceritakanlah keletihan jiwamu, terbukalah kepada-Nya. Percayalah, Dia sanggup menolongmu. Amin

Arsip Catatan Khotbah