PERHATIKANLAH PERINGATAN TUHAN – oleh Pdm. Melky R. Mokodongan (Ibadah Raya 2 – Minggu, 26 Maret 2023)

Yeremia 7:1-15

Yeremia 7:1-2
Ay. 1  Firman yang datang kepada Yeremia dari pada TUHAN, bunyinya: 
Ay. 2 “Berdirilah di pintu gerbang rumah TUHAN, serukanlah di sana firman ini dan katakanlah: Dengarlah firman TUHAN, hai sekalian orang Yehuda yang masuk melalui semua pintu gerbang ini untuk sujud menyembah kepada TUHAN!”

PENDAHULUAN
Setelah dalam pasal sebelumnya Yeremia berbicara tentang kejahatan Yehuda serta hukuman yang akan ditimpakan kepada mereka, di pasal ini, Yeremia melanjutkan hal yang sama, yaitu menyampaikan peringatan Tuhan kepada mereka. Tentu jika peringatan itu disampaikan, berarti ada sesuatu yang perlu diperhatikan, sebab jika peringatan itu diabaikan maka konsekuensinya merugikan diri sendiri.

Ayat yang telah kita baca (ayat 2) bahwa Allah minta kepada Yeremia untuk berdiri  gerbang rumah Tuhan. Untuk apa?  Untuk menyampaikan Peringatan Tuhan kepada orang-orang Yehuda yang masuk ke rumah Tuhan.

APA YANG ALLAH INGIN SAMPAIKAN?
Yeremia 7:3 (TB)  Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu, maka Aku mau diam bersama-sama kamu di tempat ini.

Allah sampaikan Firman Allah kepada Yehuda, dikatakan: Perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu.

Berarti dapat dikatakan bahwa ada sesuatu yang salah, sesuatu yang keliru, bahkan sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan yang telah dilakukan oleh orang-orang Yehuda.

Allah tidak mungkin memberikan teguran atau peringatan kepada Yehuda jika tidak ada yang tidak beres.  Demikian juga kepada kita, Allah tidak mungkin memberi peringatan, kalau kita tidak melakukan kesalahan. Justru karena ada sebuah pelanggaran, yaitu mereka melanggar ketentuan atau ketetapan Tuhan melalui sikap hidup serta perbuatan mereka  yang jahat, maka peringatan itu diberikan. Bahkan kalau kita lanjut di ayat yang ke 4.

Yeremia 7:4 (TB)  Janganlah percaya kepada perkataan dusta yang berbunyi: Ini bait TUHAN, bait TUHAN, bait TUHAN, 

Bukan saja mereka telah melakukan kesalahan atau kejahatan, tapi Allah peringatkan kepada mereka jangan percaya kepada perkataan dusta..! Rupanya mereka tidak hanya melakukan kejahatan, mereka juga lebih percaya kepada perkataan dusta, daripada peringatan (Firman Tuhan). Perkataan dusta disini adalah perkataan yang tidak benar atau menyimpang. Mereka juga mengulangi kejahatan yang sama yamg pernah dilakukan oleh para pendahulu mereka.

Yeremia 7:13 (TBMaka sekarang, oleh karena kamu telah melakukan segala perbuatan itu juga, demikianlah firman TUHAN, dan oleh karena kamu tidak mau mendengarkan, sekalipun Aku berbicara kepadamu terus-menerus, dan kamu tidak mau menjawab, sekalipun Aku berseru kepadamu,

Perbuatan apa itu?
Yeremia 7:11 (TB)  Sudahkah menjadi sarang penyamun di matamu rumah yang atasnya nama-Ku diserukan ini? Kalau Aku, Aku sendiri melihat semuanya, demikianlah firman TUHAN.  

Rupanya, mereka dengan sengaja tidak lagi menghargai atau menghormati, tidak lagi melihat rumah Tuhan sebagai tempat yang kudus dimana nama Allah diserukan disana. Itu sebabnya Tuhan katakan, apakah rumah ini sebagai sarang penyamun! Hal inilah yang membuat Allah semakin marah kepada mereka. Jangan kita berpikir bahwa ketika Allah marah tanpa sebab.  Allah tidak pernah membuat alasan untuk sengaja marah kepada kita, kecuali satu alasan, yaitu untuk kebaikan kita, keselamatan kita.

Hal yang sama bagi kita, ketika peringatan Firman Allah ini disampaikan, tujuannya bukan sekedar mengecam kita, tetapi kita harus memperhatikan dengan sungguh-sungguh setiap peringatan yang disampaikan karena ini menyangkut masa depan hidup kita. Kalau firman ini datang sebagai teguran atau peringatan untuk kita, jangan pernah menolaknya.

Perbuatan jahat kita, bahkan mempercayai perkataan dusta adalah bentuk penyimpangan terhadap Firman Tuhan, dan hal ini adalah merupakan dosa yang memiliki konsekuensi.

Kalau kita tidak mengindahkan peringatan Tuhan, maka hukuman pasti akan kita terima.

Jangan kita mengikuti cara yang salah seperti yang telah dibuat oleh para pendahulu kita. Mereka tidak hidup dalam aturan atau cara hidup yang benar dan berkenan kepada Allah. Dari apa yang disampaikan oleh Yeremia ini, memperlihatkan kepada kita bahwa kehidupan mereka mempunyai dua hal yang sangat bertentangan; ay 3, 5,10.

Mereka beribadah kepada Tuhan di bait Allah, Tetapi hidup mereka juga tidak bisa dilepaskan dari perbuatan mereka yang jahat.
“Jangan sampai ada diantara kita yang setia atau rajin beribadah, tetapi melakukan kejahatan juga tidak ketinggalan…”

Ketika Yehuda melakukan kejahatan tersebut, Allah peringatkan mereka, namun sangat disayangkan mereka keras kepala, tidak mau mendengarkan ketika Allah berbicara kepada mereka.

Yeremia 7:13 (TB)  Maka sekarang, oleh karena kamu telah melakukan segala perbuatan itu juga, demikianlah firman TUHAN, dan oleh karena kamu tidak mau mendengarkan, sekalipun Aku berbicara kepadamu terus-menerus, dan kamu tidak mau menjawab, sekalipun Aku berseru kepadamu,

“Kalau Allah memperingatkan kita, itu karena Dia mengasihi kita, itu sebabnya jangan keras kepala atau kepala batu.”

Bukankah Alkitab berkata barangsiapa Kukasihi, ia Kutegur. Wahyu 3:19 (TB)  Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

Pertanyaanya adalah, apakah Allah jahat? Apakah Allah marah tanpa alasan? Tidak..! Justru jelas Alkitab berkata: Teguran itu datang karena Ia mengasihi saudara dan saya. Sikap dan perbuatan mereka itulah yang membuat Allah menentang. Itu sebabnya peringatan keras disampaikan. Di ay 12-15. Allah katakan atau peringatkan mereka, bahwa Allah akan melakukan seperti yang dilakukan waktu di Silo. 

PELAJARAN 
Menjadi umat Tuhan bukan sekedar status bahwa kita adalah orang percaya, atau orang yang beribadah,  namun seharusnya bagaimana kita membawa kehidupan kekristenan kepada sikap dan perilaku yang sesuai kebenaran-Nya, percaya kepada Firman Tuhan, dan memiliki ketaatan atau penundukan, dalam kita melakukan kebenaran-Nya. Dengan kata lain setiap peringatan Tuhan harus kita perhatikan dan lakukan dengan sungguh-sungguh.

APA YANG TUHAN MAU KETIKA KITA DIBERI PERINGATAN?
Kita harus menerima peringatan tersebut dengan sikap atau cara hidup yang benar, melalui:

1. CEPATLAH BERTOBAT (Ay 3,5)
Pertobatan adalah berbalik dari cara hidup yang salah kepada yang benar.
Ay. (3)Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu, maka Aku mau diam bersama-sama kamu di tempat ini.
(5) melainkan jika kamu sungguh-sungguh memperbaiki tingkah langkahmu dan perbuatanmu, jika kamu sungguh-sungguh melaksanakan keadilan di antara kamu masing-masing,

Inilah yang Tuhan mau, ketika Tuhan memberikan peringatan kepada kita, Dia mau kita meninggalkan cara hidup yang jahat, dan lakukan hal yang benar dan berkenan kepada Tuhan.
Dengan lain kata:  Kita menjauhkan diri dari perbuatan yang dibenci oleh Allah. Kita tidak lagi mengambil bagian dari perbuatan-perbuatan yang menyakiti hati Tuhan.
Pertobatan kita harus dibuktikan atau ditunjukkan melalui perubahan hidup yang sesuai kehendak atau kebenaran-Nya.  

Wahyu 2:5 (TB)  Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.

Semua kejahatan harus ditanggalkan, termasuk kejahatan didalam hati kita. 
Kisah Para Rasul 8:22 (TB)  Jadi bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada Tuhan, supaya Ia mengampuni niat hatimu ini; 

2. PERCAYA KEPADA PERKATAAN TUHAN (FIRMAN ALLAH) Ay 4.8
Percaya kepada perkataan Tuhan artinya percaya kepada kebenaran yang hakiki, kita menerima secara mutlak, tidak percaya kepada kebenaran yang semu apalagi perkataan dusta.
Ay. (4) Janganlah percaya kepada perkataan dusta yang berbunyi: Ini bait TUHAN, bait TUHAN, bait TUHAN. (8) Tetapi sesungguhnya, kamu percaya  kepada perkataan dusta  yang tidak memberi faedah.

Ketika kita menerima peringatan Tuhan, maka Allah mau kita tidak lagi mempercayai perkataan dusta tapi Firman Tuhan. Kita menempatkan Firman Allah sebagai sumber kebenaran yang utama.
Diluar dari perkataan Firman Tuhan tidak ada kebenaran yang hakiki, bahkan kebenaran dari perkataan manusia bisa diputar balikkan menjadi dusta. Tetapi sangat disayangkan, manusia atau kita lebih mempercayai perkataan dusta daripada perkataan Tuhan.

Yeremia 7:8 (TB)  Tetapi sesungguhnya, kamu percaya kepada perkataan dusta yang tidak memberi faedah. 

Apa itu perkataan dusta?
Perkataan yang tidak benar, bohong, tidak ada, dibuat buat.

Cara hidup orang Yehuda pada saat itu didasarkan pada keyakinan bahwa bait Allah adalah lambang kehadiran Allah, dan ketika mereka datang ke bait-Nya memberikan jaminan bahwa Allah tetap bersama dan memelihara mereka, tidak peduli apa pun dosa-dosa yang telah mereka lakukan. Mereka percaya bahwa kejahatan mereka akan selalu mendapat perlindungan dari Tuhan. Itu sebabnya ay 9, 10 Allah peringatkan mereka.

Dikatakan disana,
Ay. (9) Masakan kamu mencuri,  membunuh,  berzinah  dan bersumpah palsu,  membakar korban kepada Baal   dan mengikuti allah  lain yang tidak kamu kenal
(10) Kemudian kamu datang berdiri  di hadapan-Ku di rumah  yang atasnya nama-Ku diserukan, sambil berkata: Kita selamat, supaya dapat pula melakukan segala perbuatan yang keji ini!

Seolah-olah menunjukan bahwa Allah kompromi dengan apa yang kita lakukan. Mereka lupa bahwa perkataan dusta atau tidak benar adalah merupakan kekejian bagi Tuhan.

Amsal 12:22 (TBOrang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi orang yang berlaku setia dikenan-Nya. 

Jangan kita tertipu dengan perkataan-perkataan yang menyesatkan. Apalagi kita mempercayai hal-hal yang justru bertujuan menjerumuskan kita kepada penolakan akan Firman Tuhan.

Kita yang hidup diakhir zaman, kita harus hati-hati dengan pengajaran saat ini, sekarang sudah banyak pengajaran yang menyimpang yang membuat kita percaya lalu menolak kebenaran yang sesungguhnya. Apalagi pengajaran tersebut mendukung dengan apa yang kita mau.

Contoh:
Kita tidak perlu beribadah lagi di gereja, cukup dirumah yang pentingkan beribadah. Kalau dipikir sepertinya benar, namun pertanyaan nya tujuannya apa? Kalau memang kita sedang sakit, tidak bisa keluar rumah atau karena usia yang sudah tidak memungkinkan tidak apa, tapi kalau itu hanya sebuah alasan yang dibuat-buat, maka hal itu adalah persoalannya. Hal yang lain lagi, soal berkorban buat gereja, memberi persembahan, termasuk persepuluhan, dikatakan tidak relevan lagi. Dengan berbagai dalih, dibuat atau dicari-cari untuk mendukung persetujuan mereka.

Padahal jelas-jelas bahwa Allah tidak pernah meniadakan tapi kita manusia berusaha untuk meniadakan atau membuat pengajaran itu menjadi salah. Nah kita diingatkan hati-hati dengan perkataan dusta, karena itu justru akan membuat kita semakin menyimpang dari kebenaran.

3. JAGA DAN HORMATI TEMPAT KEDIAMAN TUHAN.
Yeremia 7:11
Sudahkah menjadi sarang penyamun di matamu rumah yang atasnya nama-Ku diserukan ini? Kalau Aku, Aku sendiri melihat semuanya, demikianlah firman TUHAN.

Yeremia sampaikan peringatan ini dan bertanya kepada Yehuda, dengan berkata, sudahkah menjadi sarang penyamun dimatamu rumah yang atasnya nama-Ku diserukan? 

Artinya apa?
Mereka tidak memandang dan menghargai lagi rumah Allah sebagai tempat yang kudus, tempat yang harus dijaga atau dihormati kekudusannya. Tentu rumah Allah tidak lagi berbicara sebagai bentuk bangunan fisik, tapi adalah berbicara hidup kita.

1 Korintus 3:16 (TB)  Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?  

Hidup kita ini yang adalah rumah Allah itu sendiri. Kita harus jaga, jangan sampai kita jadikan sebagai sarang penyamun. Kotoran-kotoran dosa dengan sengaja kita masukan dalam hidup kita. Sebenarnya Allah mau berdiam atas hidup kita, tetapi karena Dia melihat ada dosa, kejahatan dalam diri kita, maka itu yang membuat Dia tidak mau tinggal bahkan menjauh dari hidup kita.

Coba perhatikan di ayat 3 disana dikatakan:
Yeremia 7:3 (TBBeginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu, maka Aku mau diam bersama-sama kamu di tempat ini.

Dikatakan perbaikilah maka Allah mau berdiam, artinya jika kita masih melakukan kejahatan maka jangan berharap Allah mau tinggal didalam hidup kita. Allah akan berdiam ditempat dimana hanya tempat itu tidak ada kejahatan. Kita harus menjaga kekudusan hidup kita, jangan sampai sampah dosa tinggal dalam hidup kita, sehingga menjadi rusak dan ditinggalkan oleh Allah.

4. MEMILIKI PENUNDUKAN DIRI.
Mengapa kita harus memiliki penundukan diri ? Sebab Alkitab jelas berkata bahwa Allah sangat menentang orang-orang congkak, apalagi keras kepala, tidak mau dinasehati. Yak 4:6
Jangan seperti Yehuda, walaupun sudah diingatkan, ditegur tapi mereka tidak mau mendengarkan sekalipun Allah berbicara kepada mereka.

Yeremia 7:13 (TB)  Maka sekarang, oleh karena kamu telah melakukan segala perbuatan itu juga, demikianlah firman TUHAN, dan oleh karena kamu tidak mau mendengarkan, sekalipun Aku berbicara kepadamu terus-menerus, dan kamu tidak mau menjawab, sekalipun Aku berseru kepadamu,

Jadilah Orang Kristen yang memiliki Ketaatan, penundukan diri terhadap Firman Tuhan.

KESIMPULAN
Terimalah peringatan Tuhan, melalui perubahan cara hidup yang benar, percaya kepada Firman-Nya, menjaga kekudusan hidup serta memiliki ketaatan dan penundukan hanya kepada Tuhan.

Arsip Catatan Khotbah