Kejadian 32:24-30
PENDAHULUAN
Pagi ini kita masih akan belajar tentang perjumpaan dengan Tuhan. Perjumpaan dengan Tuhan adalah sebuah perjumpaan yang mengubahkan. Dalam kesempatan sebelumnya kita telah melihat :
– Perjumpaan dengan Tuhan (bagian 1) : Perjumpaan Hati
– Perjumpaan dengan Tuhan (bagian 2) : Diubah Oleh Anugerah
– Perjumpaan dengan Tuhan (bagian 3) : Dipanggil Untuk Melakukan Kehendak-Nya
Di bagian ke – 4 dari seri perjumpaan dengan Tuhan, kita akan melihat tentang kemenangan orang percaya. Pembacaan kita terambil dari Kejadian 32:24-30 yang mengisahkan Perjumpaan Yakub dengan Tuhan.
PERGULATAN YAKUB DENGAN ALLAH
Kisah tentang pergulatan Yakub dengan Allah merupakan salah satu kisah yang cukup terkenal di dalam Alkitab. Pada suatu malam ada seorang pria bergulat dengan Yakub. Hal yang menarik selama proses pergulatan ini adalah Yakub akhirnya menyadari bahwa dia telah bergulat melawan Allah dan menang (Kej. 32:28,30). Dari kisah ini kita juga tahu perubahan nama dari “Yakub” menjadi “Israel” (Kej. 32:28).
PRINSIP KEMENANGAN
Dari kisah ini kita akan melihat 3 Prinsip Kemenangan Orang Percaya :
1. Kemenangan Orang Percaya Ditentukan Oleh Kehadiran Tuhan
‘Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing. ‘Kejadian 32:24
Kalimat ini tidak hanya menggambarkan situasi Yakub yang sendirian tetapi juga suasana atau kondisi hati Yakub yang sedang ketakutan. Mengapa? Yakub akan berjumpa dengan Esau kakaknya, yang pernah ditipunya untuk mendapat hak kesulungan. Menurut berita yang Yakub terima dari hamba-hambanya, Esau sedang dalam perjalanan membawa empat ratus orang untuk menjumpai Yakub.
Yakub dikuasai kekuatiran, takut dan bayangan kekalahan mungkin muncul di pikirannya. Yakub terdiam dalam kesendiriannya, dan disaat itulah dia mengalami perjumpaan dengan dengan Tuhan dalam rupa seorang laki-laki (yang dalam istilah teologi kita sebut Teofani).
*Teofani : Allah menampakan diri dalam wujud ciptaan (Malaikat, Manusia), berbeda dengan Inkarnasi Allah, dimana Allah benar-benar menjadi Manusia dan diam diantara kita.
Perjumpaan Yakub dengan Tuhan ini menjadi titik awal dari selesainya permasalahan yang sedang dihadapi oleh Yakub.
Ketahuilah setiap keberhasilan yang dimiliki orang percaya selalu dipengaruhi oleh kehadiran Tuhan. Mungkin kita sedang ada dalam situasi yang mengkhawatirkan, masalah kita besar dan tidak ada jalan keluar. Mari berjumpa dengan Tuhan, sebab perjumpaan dengan Tuhan adalah menjadi awal dari kemenangan.
Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Roma 8:31
2. Kemenangan Kita Didapatkan Lewat Pergumulan Bersama Tuhan
‘Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.‘
Kejadian 32:24
Ini bukan hanya pergulatan fisik, tetapi pergumulan secara rohani. Yakub menyadari bahwa yang bergulat dengannya bukan manusia biasa melainkan Tuhan. Oleh karena itu Yakub memeluk Tuhan dengan erat dan tidak mau melepaskanNya (ayat 26) seraya meminta berkat. Hal ini bicara tentang doa, sebab dijelaskan dalam kitab Hosea bahwa dia sampai menangis dan memohon belas kasihan.
Hosea 12:5 “Ia bergumul dengan Malaikat dan menang; ia menangis dan memohon belas kasihan kepada-Nya.. “
Semua orang punya pergumulan masing-masing, tetapi yang menjadi pertanyaan sudahkah kita membawanya dalam doa? Bukan hanya sekedar berdoa tetapi bergumul dalam doa. Pergumulan yang berat seharusnya membuat kita semakin erat memeluk Tuhan di dalam doa kita.
Ketekunan dalam berdoa menunjukkan kesungguhan kita dalam menantikan jawaban dari Tuhan.
Tidak salah meminta doa dari hamba Tuhan, tetapi jangan lupa untuk sungguh-sungguh berdoa secara pribadi. Masih banyak orang yang menyepelekan doa dengan beralasan “Toh Tuhan sudah tahu segala sesuatu.”
Kebenaran tentang doa adalah “Kita berdoa bukan karena ingin memberitahu Tuhan, kita berdoa karena kita ingin melibatkan Tuhan.”
Sebelumnya Yakub berusaha dengan caranya sendiri untuk meredakan amarah Esau, tetapi pada akhirnya bukan usaha Yakub yang membuat itu berhasil melainkan campur tangan Tuhan (Kejadian 33:4-7). Nasihat sederhana dari Rasul Paulus yang selalu relevan bagi kita yang sedang ada dalam pergumulan saat ini “Tetaplah berdoa” (1 Tesalonika 5:17).
3. Kemenangan Terjadi Saat Kita Menyadari Kelemahan Kita
‘Bertanyalah orang itu kepadanya: ”Siapakah namamu?” Sahutnya: ”Yakub.” Lalu kata orang itu: ”Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.”
Kejadian 32:27-28
Bagi beberapa dari saudara mungkin membingungkan, karena yang menang dalam pergulatan ini adalah Yakub. Apakah kemenangan ini berarti Yakub lebih kuat daripada Allah? Tentu saja tidak sebab dalam ayat ke 25 menunjukan bahwa Yakublah yang sebenarnya kalah ketika pangkal pahanya dipukul.
Untuk memahami kisah ini dengan baik, kita perlu mengingat seluruh kehidupan Yakub dari awal sampai kisah pergulatannya. Sebelum peristiwa pergulatan dengan Allah, Yakub adalah seorang yang mengandalkan kekuatannya sendiri bahkan sering menggunakan cara yang tidak benar untuk menang. Mulai dari menipu kakak dan ayahnya (Kej 25:29-34; Kej. 27:1-29) untuk mendapatkan hak kesulungan; bertikai dengan ayah mertua (Kej. 29:23-27) dan saudara-saudara iparnya (Kej. 31:1-2) karena cara-cara yang digunakannya untuk mendapat keuntungan. Bahkan sebelum bertemu Esau, dia mengatur strategi untuk menyuap Esau supaya meredakan amarahnya.
Dapat dikatakan seluruh kehidupan Yakub adalah pergumulan. Yakub mengandalkan diri sendiri dan terlihat menang dengan cara yang digunakan, namun di mata Tuhan dia kalah. Sebaliknya lewat kisah ini pada akhirnya dia menang ketika dia kalah!
“Kita adalah orang yang kalah jika berpikir kita dapat menang (tidak melibatkan Tuhan, bertindak secara daging) melawan Tuhan. Sebaliknya kita adalah pemenang ketika kita menyadari kekalahan, kegagalan dan (mengakui) kelemahan kita di hadapan Tuhan” – DR. Decky H.Y Nggadas
Dapat dikatakan juga bahwa kemenangan orang percaya adalah ketika kita mengalami kekalahan secara daging.
Pada akhirnya perjumpaan dengan Tuhan membuat Yakub, si penipu itu menyadari dia tidak ada apa-apanya di hadapan Tuhan. Dan momen yang sama dimana dia menyadari kekalahannya adalah momen kemenangannya di mata Tuhan. Yakub diubah namanya menjadi Israel artinya pangeran Allah. Bukan hanya nama tetapi juga berbicara tentang perubahan karakter. Kita tahu Israel kemudian menjadi satu bangsa yang dikasihi oleh Tuhan.
PERJALANAN IMAN
Ini adalah perjalanan iman yang indah, seringkali kita berpikir kita bisa sendiri, kita punya banyak hal yang bisa kita andalkan sampai pergumulan demi pergumulan yang Tuhan ijinkan membuat kita sadar kita membutuhkan Tuhan.
Terkadang Tuhan menempatkan kita dalam “pergulatan” sulit untuk membuat kita menyadari kesalahan kita, ketidakberdayaan kita dan berpaling untuk bergantung sepenuhnya kepada Tuhan.
Saat dimana kita menjumpai diri kita berada di titik yang paling rendah, di situ juga kita dapat menikmati Allah dengan semua keindahan-Nya. Meminjam istilah Paulus, Dalam kelemahanlah kuasa-Ku (Kristus) menjadi sempurna (2Kor. 12:9) “..sebab jika aku lemah, maka aku kuat.” (2Kor. 12:10).
PNIEL
Menariknya ‘Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: ”Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!” Kejadian 32:30
Pniel artinya “Wajah Allah”. Tempat dimana Yakub berjumpa dengan Tuhan secara pribadi dan diubahkan menjadi Israel.
KESIMPULAN
Hari-hari ini sudahkah kita jemaat Tuhan menjadikan rumah tangga, tempat kerja, atau gereja sebagai “Pniel” Kita? Kiranya lewat Firman Tuhan ini kita senantiasa diingatkan bahwa kemenangan kita bukan karena kemampuan kita, melainkan karena perjumpaan dengan TUHAN.
TUHAN Yesus memberkati