Efesus 4:11-16 (TB)
11 Dan Ialah (Yesus) yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi (menyampaikan pesanNya Tuhan), baik pemberita-pemberita Injil (membawa orang kepada Kristus, menolong orang percaya kpd Yesus sbg Juru Selamat) maupun gembala-gembala (memelihara umat Allah) dan pengajar-pengajar (Mengajar umat Allah berjalan pada jalan Tuhan),
Ada 5 Jawatan dalam Gereja tersebut diberikan kepada hamba-hamba Tuhan di gereja ini dengan level masing-masing yang berbeda.
12 untuk memperlengkapi (dalam bahasa inggris: EQUIP artinya apa yang kurang) orang-orang kudus (saya; darah Yesus) → bagi pekerjaan pelayanan (tema 2026), bagi pembangunan tubuh Kristus (masih belum selesai, sedang dikerjakan; memakai kata build up- meningkatkan; menguatkan secara bertahap: mental, moral dan spiritual (kerohanian).
13 sampai kita semua (tanpa kecuali, termasuk anak-anak) telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,
Ini adalah sasaran perjalanan ke arah semakin dewasa rohani.
14 sehingga kita bukan lagi anak-anak (kerohanian yang belum matang), yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran (seperti kapal di tengah gelombang- terlempar ke kanan kiri, maju mundur/ keadaannya tidak stabil), oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, (imannya mudah goyah, setiap ajaran baru membuatnya panik dan berubah pendirian, mudah dimanipulasi, mudah kecewa sama Tuhan bila doanya tidak dijawab).
Inilah rohani anak-anak. Kita tidak boleh membiarkan diri kita seperti balita di hutan belantara, yang mudah menjadi mangsa predator.
15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.
Inilah Perjalanan Menuju KEDEWASAAN.
16 Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, — yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota — menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.
Inilah perjalanan menuju kedewasaan.
Kekristenan adalah sebuah perjalanan rohani. Seberapa dewasa diriku? Aku belum dalam perjalanan kesana? Bukanlah sekedar sudah berapa lama kita menjadi orang Kristen tapi seberapa banyak karakter kita berubah menyerupai Kristus. Dari bayi rohani atau rohani anak sampai menjadi kerohanian yang dewasa penuh (Kedewasaan/ Gereja yang Sempurna).
Memiliki karakter KRISTUS, Gal 5:22-23.
Apapun kondisi rohani kita, kita punya tugas. Dipihak Tuhan, hal ini adalah kerinduan-Nya, dan Tuhan sediakan segala cara untuk mendewasakan kita termasuk ujian dan segala prosesnya.
Tugas pertama, maukah kita bekerja sama masuk dalam prosesnya Tuhan?
Mat 26:42 Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!”
Setiap kali kita diperhadapkan dengan situasi yang sulit, musuh yang paling sulit kita hadapi adalah diri kita sendiri. Untuk kita, Dia jamin dalam FIRMAN-Nya.
1Kor 10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
Apa yang terjadi? Karakter kita diperbarui dari hari ke sehari, (upgrade dengan versi terbaik dari diri kita, yang bisa Tuhan lakukan).
Kol 3:10 dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;
Ef 4:23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
Sementara kita dibarui oleh kuasa Roh Kudus, kita punya tugas yang ke-2, yaitu melayani untuk mendewasakan, fokus kepada keluarga.
Ul 6:6 Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan,
Ul 6:7 haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.
Hasilnya seperti anak panah di tangan pahlawan, Mazmur 127:4-5.
Mengapa harus mendewasakan keluarga (keponakan, sepupu, dan lain-lain)?
Proses ini bisa diibaratkan seperti dua sisi mata uang: ketika Anda berusaha mengasah orang lain, Anda sendiri ikut terasah. Ia mendewasakan kita melalui relasi, terutama relasi terdekat di keluarga.
Kita harus menjadi teladan.
Itulah inti dari “melayani untuk mendewasakan” yaitu menjadi teladan. Jadilah kepala keluarga yang bisa menjadi teladan dalam segala hal. Kita ingin anak rajin beribadah, kita dulu harus rajin ibadah, berdoa, baca Alkitab.
Yoh 13:15 sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.
1Kor 11:1 Ikutlah teladan saya, seperti saya pun mengikuti teladan Kristus.