Kita akan membahas tentang Relationship, bagaimana kita dapat menjalin hubungan dengan orang lain khususnya dengan pasangan kita dengan baik dan berhasil.
Relationship (hubungan antar pribadi), sudah ada di surga jauh sebelum penciptaan langit dan bumi. Relationship yang terjalin antara Allah Bapa, Allah Anak (Firman) dan Allah Roh Kudus. Inilah Allah yang kita sembah, 3 Pribadi dalam satu kesatuan yang terpisahkan.
1Yoh 5:7, Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam surga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu).
Ketika Allah menciptakan manusia, Roh Allah yang merupakan Nafas Allah, diberikan juga kepada manusia. Rupa dan Gambar / Sifat dan karakter Allah juga dihembuskan kepada manusia sehingga manusia itu menjadi hidup.
Seturut nafas hidup yang diberikan oleh Roh Allah itu kepada manusia, Roh itu pun diberikan kepada manusia, sehingga jadilah manusia menjadi makhluk yang berelasi.
Kejadian 2:7, ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
Mengapa Allah Menciptakan Adam?
Tuhan memiliki banyak kualitas yang bisa kita sebutkan. Dia benar, suci, dan Mahakuasa. Dia tidak membutuhkan orang lain untuk menjadi suci. Dia tidak membutuhkan orang lain untuk menjadi orang benar. Dia tidak membutuhkan siapa pun untuk menjadi Mahakuasa. Dia bisa Mahakuasa, Mahahadir, dan semua kualitas-Nya yang lain sendirian saja. Namun, sifat Kasih tidak dapat berdiri sendiri. Kasih identik dengan memberi dan untuk itu harus ada obyek kasih.
Agar kasih dapat terpenuhi, ia harus memiliki seseorang untuk dikasihi, dan ia harus memberi kepada yang orang yang dicintai.
1Yoh 4:8b, Allah adalah Kasih
1Yoh 4:16, Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.
Manusia adalah Objek Kasih Allah.
Sebelum Hawa diberikan (Relasi)
Adam tidak pernah merasa kesepian dan merasa sendirian karena Allah selalu bersama-Nya sehingga Adam merasa cukup, dia tidak perlu Hawa untuk membuat dirinya bahagia. Hal-hal apa saja yang diberikan Allah kepada Adam, sebelum dirinya memiliki Hawa?
Allah menempatkan Adam di dalam taman Eden (Hadirat Tuhan).
Kejadian 2:8 Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.
Taman Eden merupakan pintu gerbang surga, titik temu antara surga dan dunia. Tempat yang paling menyenangkan bagi Adam, dan itu bicara tentang Hadirat Tuhan.
Disinilah habitat manusia ditempatkan. Disinilah potensi dan kemampuan Adam menjadi maksimal.
Allah percayakan pekerjaan yaitu pengelolaan taman Eden (Mengusahakan dan Memelihara).
Kejadian 2:15, TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.
Inilah yang Adam kerjakan sebelum diberikannya Hawa kepadanya, yaitu mengurus taman Eden. Pekerjaan Adam mengusahakan dan memelihara taman itu.
Tuhan mengharapkan apa saja yang dipercayakan-Nya kepada Adam menjadi terpelihara dan terjaga dengan baik.
Allah percayakan Perkataannya (Firman-Nya),
Kejadian 2:16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas,
Kejadian 2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kau makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.
Tuhan memberikan Firman-Nya kepada Adam agar Adam dapat mengajarkannya kepada Hawa. Hawa tidak pernah mendengar langsung dari Tuhan, Hawa mengetahui Firman itu dari Adam nantinya.
Institusi yang pertama kali diberikan Allah adalah Keluarga, namun Fondasi yang pertama yang diberikan pada manusia bukan pernikahan tapi kepribadian yang ‘Single’, Utuh, Lengkap, Komplit (100%) -> Kualitas diri kita.
Adam sudah berbahagia bersama dengan Allah tanpa harus ada Hawa sebagai penolongnya.
Yesus pribadi yang single. Dia dapat menggenapi seluruh rencana Allah tanpa harus menikah.
Lukas 24:44, Ia berkata kepada mereka: “Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur.”
Orang yang punya Kualitas diri ‘single’ barulah ‘siap’ menikah.
Hukum KASIH
Kasih Tuhan adalah yang paling dibutuhkan oleh manusia. Mengasihi Tuhan adalah hal yang paling utama yang dibutuhkan untuk manusia dapat berfungsi dengan penuh.
Matius 22:37-39, Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Mat 22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
Mat 22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Sebelum kita mengasihi sesama kita dalam ‘relationship’, kita perlu mengasihi diri kita lebih dahulu.
- Apakah kita mengasihi diri sendiri?
- Apakah kita menyayangi diri sendiri?
- Apakah kita merawat diri kita sendiri
- Apakah kita merasa puas dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri?
- Bagaimana kemampuan kita mengontrol diri, kontrol hati dan perasaan?
Inisiatif datang dari Tuhan
Inisiatif datang dari Tuhan menjadikan Hawa sebagai Penolong. Dia berkata bahwa tidak baik kalau manusia sendiri saja.
Kejadian 2:18 TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.“
Seorang diri (Alone), sendiri saja, eksklusif, terisolasi, bukan Single.
Kenapa ‘Alone’ tidak baik?
1. Karena Kasih tidak dapat berdiri sendiri,
Efesus 5:25, Hai suami, kasihilah istrimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
Seperti yang dikatakan di awal bahwa kasih identik dengan memberi, dan kasih tidak bisa berdiri sendiri. Diperlukan seorang Hawa untuk Adam dapat mengekspresikan kasih tersebut.
2. Supaya dapat mempunyai keturunan,
Kejadian 1:2, Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”
Diperlukan seorang Hawa untuk dapat melahirkan anak-anak bagi Adam.
3. Mengembangkan karakter tidak bisa sendirian,
Amsal 27:17, Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.
Diperlukan seorang Hawa untuk memproses Adam, sebaliknya dibutuhkan seorang Adam untuk memperoses Hawa.
Demikianlah sebuah prinsip hubungan. Kasih akan Tuhan merupkan sumber dari kasih manusia dapat mengasihi sesamanya. Amen!