“Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam penjara,
tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana.”
Kejadian 39:20
Pendahuluan
Tidak seorangpun ingin dipenjara, karena tinggal di penjara sangat tidak menyenangkan. Jika disuruh memilih penjara atau istana, saya percaya setiap orang akan memilih istana dan menolak penjara. Mengapa?
Di istana Di penjara
- Hidup penuh kemewahan – Hidup penuh penderitaan
- Makanan melimpah – Makanan dijatah
- Penuh kebebasan – Semuanya serba ada batasan
- Kumpul bersama keluarga – Seorang diri saja, dll
Hidup dan tinggal di istana memang menyenangkan tapi masalahnya untuk menuju istana setiap orang harus bersedia melewati sengsara, karena jalan menuju istana melalui pintu penjara. Itulah yang dialami oleh Yusuf. Meski Tuhan sudah menunjukan masa depan Yusuf melalui mimpi yang ia terima, namun kenyataan hidup yang dialami Yusuf tak seindah mimpinya. Jangankan tinggal di istana raja untuk hidup senang saja rasanya susah. Sejak tinggal bersama keluarganya Yusuf mengalami penderitaan demi penderitaan.
a. Di rumah Yusuf dibenci saudara-saudaranya karena ayahnya lebih sayang padanya (Kej. 37:4).
b. Saudara-saudaranya iri pada Yusuf karena mimpi-mimpi Yusuf (Kejadian 37:11).
c. Yusuf dimasukkan ke dalam sumur yang kosong dan tidak berair (Kejadian 37:24).
d. Yusuf dijual dengan harga 20 syikal perak kepada orang Midian dan dibawa kepada Potifar ke Mesir.
e. Yusuf difitnah dan dimasukkan dalam penjara.
“Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana.” Kejadian 39:20
Inilah jalan hidup yang dilalui oleh Yusuf. Sebelum masuk ke istana raja Yusuf harus bersedia melewati pintu penjara. Penjara menjadi ruang tunggu bagi Yusuf sebelum menuju istana.
Mengapa jalan menuju istana harus melalui pintu penjara?
1. Jalan menuju kemuliaan adalah penderitaan.
Ada pepatah yang berkata: No honor without suffering, no glory without sacrifice artinya tidak ada kehormatan tanpa penderitaan, tidak ada kemuliaan tanpa pengorbanan. Yusuf dan kita semua harus bersedia menderita sebelum menikmati kesenangan. Menghindari penderitaan dan kesulitan sama saja dengan menjauhkan diri dari kesuksesan di masa depan. Sadarilah, hal-hal yang luar biasa tidak pernah lahir dari hal-hal biasa, hal-hal yang luar biasa dihasilkan dari cara-cara yang luar biasa.
Belajarlah dari Tuhan Yesus. Ia rela tinggalkan surga, turun ke dunia menjadi manusia bahkan menderita dan mati di salib. Itulah sebabnya Tuhan memberikan penghormatan tertinggi kepadaNya dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama.
Filipi 2:8-9
Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama.
Untuk menjadi kuat anda harus bersedia menerima beban berat. Ketahuilah semua binaragawan membentuk otot tubuhnya dengan melatihnya mengangkat beban yang berat di setiap saat.
2 Korintus 4:17
Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.
Seruling yang melantunkan nyanyian sorga, itu dihasilkan dari sayatan pisau yang tajam dan dilubangi dengan besi panas yang membara.
2. Di penjara Yusuf dikhianati agar memiliki ketulusan hati.
Kejadian 40:23
Tetapi Yusuf tidaklah diingat oleh kepala juru minuman itu, melainkan dilupakannya.
Karena melakukan kesalahan kepada raja, maka juru makanan dan juru minuman dimasukan penjara bersama Yusuf. Dalam penjara mereka bermimpi lalu masing-masing menceritakan mimpinya kepada Yusuf untuk diartikan. Setelah Yusuf mengartikan mimpi mereka, juru minuman dikembalikan kepada pekerjaannya dan juru makanan dihukum di tiang gantungan. Tetapi apa yang dialami Yusuf di penjara? Yusuf tidaklah diingat oleh kepala juru minuman. Yusuf dilupakan? Mengapa Tuhan membiarkan Yusuf dilupakan oleh temannya yang telah ditolongnya? Sebab Tuhan sedang mengajar Yusuf tentang ketulusan hati. Sebagai calon seorang pemimpin Yusuf harus memimpin dengan ketulusan hati.
Sadarilah saat semua kebaikan yang kita berikan diabaikan disitulah kita belajar ketulusan, saat semua pemberian tidak dihargai disitulah kita belajar ketulusan hati. Apapun yang terjadi tetaplah menjadi pribadi yang tulus hati.
Mazmur 78:72
Ia menggembalakan mereka dengan ketulusan hatinya, dan menuntun mereka dengan kecakapan tangannya.
3. Kemenangan tidak ditentukan “DIMANA” kita berada tetapi “BERSAMA” siapa kita berada.
“Tetapi Tuhan menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu. Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya. Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena Tuhan menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat Tuhan berhasil.”
(Kejadian 39:21-23)
Yang penting bukan dimana kita berada tetapi bersama siapa kita berada itulah yang menentukan kemenangan. Yusuf memang di penjara, tetapi penjara tidak pernah memenjarakan hidupnya. Penjara tidak mampu memenjarakan iman dan kepercayaannya akan penyertaan Tuhan atas hidup dan masa depannya. Bagi Yusuf bukan dimana ia berada yang menentukan hidupnya, tetapi bersama siapa ia berada. Walaupun Yusuf di penjara, ia menjadi narapidana dipercaya, bahkan Yusuf menjadi kesayangan bagi kepala penjara.
Percayalah dalam hidup ini yang penting bukan siapa yang dihadapi, tetapi siapa yang menyertai, bukan apa yang kita alami, tetapi siapa yang menemani setiap hari.
Penyertaan Tuhan penentu keberhasilan:
– Bersama Tuhan laut Teberau yang membentang tak jadi halangan perjalanan
– Bersama Tuhan, panas terik matahari terasa teduh sekali meski berjalan di siang hari
– Bersama Tuhan, malam yang gelap dibuatnya terang benderang karena tiang api menyinari
– Bersama Tuhan singa yang lapar dikatupkan mulutnya
– Bersama Tuhan api yang berkobar tidak mampu membakar, dll
Penutup
Penjara tidak dimaksudkan untuk menjadi tempat tinggal Yusuf selamanya, penjara adalah tempat singgah sementara sebelum menuju istana. Saat waktuNya telah tiba, pintu penjara dibuka Tuhan membawa Yusuf menuju istana.
Kejadian 41:1
Setelah lewat dua tahun lamanya, bermimpilah Firaun, bahwa ia berdiri di tepi sungai Nil.
Kejadian 41:14
Kemudian Firaun menyuruh memanggil Yusuf. Segeralah ia dikeluarkan dari tutupan; ia bercukur dan berganti pakaian, lalu pergi menghadap Firaun.
Ketahuilah, setan hanya mampu merusak masa lalu, tetapi Tuhan berkuasa menciptakan masa depan baru. Setan menggunakan segala cara untuk menghentikan mimpi Yusuf. Setan menyodorkan kebencian, iri hati, kepahitan, fitnahan dan pengkhianatan untuk menghancurkan masa depannya. Tetapi setan tidak mampu menghentikan kehendak dan rencana Tuhan atas hidup Yusuf.
1 Korintus 2:9
Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”
Jangan tangisi keadaan yang engkau alami saat ini, jangan ratapi situasi yang terjadi sebab Tuhan selalu mampu untuk memberkati dan membawamu naik ke tempat lebih tinggi. Siapa yang pernah menduga setelah dua tahun Yusuf dipanggil raja ke istana? Siapa sangka jika akhirnya Yusuf dikeluarkan dari penjara?
Kita tidak tahu, tetapi Tuhan tahu dengan pasti, sebab itu setialah berada di ruang tunggu. Syukuri saja semua yang terjadi, nikmati semua yang kita alami karena jika waktunya telah tiba maka Tuhan menggenapi rencanaNya atas kita. Percayalah, melalui pintu penjara Tuhan menghantar kita menuju istana. Tuhan memberkati. KJP!