Pendahuluan
Firman Tuhan saat ini adalah kelanjutan seri Ruang Tunggu yang ke 21 dengan tema: Sukses Butuh Proses. Kita semua sadar bahwa tidak ada kesuksesan yang terjadi secara instant, semua sukses butuh proses. Untuk itulah setiap orang yang mengharapkan kesuksesan harus bersedia berada di ruang tunggu, menantikan datangnya kesuksesan dengan menjalani prosesnya.
Mari kita kembali perhatikan pesan-pesan kesuksesan yang disampaikan raja Daud kepada Salomo
1 Raja-raja 2:1-3
Ketika saat kematian Daud mendekat, ia berpesan kepada Salomo, anaknya: “Aku ini akan menempuh jalan segala yang fana, maka kuatkanlah hatimu dan berlakulah seperti laki-laki. Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya, seperti yang tertulis dalam hukum Musa, supaya engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan dalam segala yang kautuju.
Jakan menuju kesuksesan yang diajarkan Daud kepada Salomo adalah:
1. Kuatkanlah Hatimu
Dari ayat-ayat ini, kita sudah mempelajari tiga kebenaran menuju kesuksesan yaitu:
a. Kekuatan yang sejati tidak ditentukan oleh hal-hal jasmani, kekuatan sejati terletak di dalam hati.
b. Dengan pikiran kita mengetahui, tetapi dengan hati kita mempercayai.
c. Karena hati membuat segala pekerjaan menjadi mudah untuk dilakukan
Mari kita melanjutkan pesan Daud berikutnya sebagai jalan untuk menuju kesuksesan.
2. Berlakulah seperti laki-laki.
Ayat 2 “Aku ini akan menempuh jalan segala yang fana, maka kuatkanlah hatimu dan berlakulah seperti laki-laki.
Bukankah Salomo itu laki-laki, tetapi mengapa Daud menasehati agar berlaku seperti laki-laki. Sadarilah, menjadi laki-laki adalah masalah kelahiran, tetapi berlaku/bersikap seperti laki-laki adalah pilihan.
Salah satu karakter/sifat yang menonjol dari laki-laki adalah PEMBERANI.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata berani memiliki arti sikap hati yang mantap dan rasa percaya diri yang besar dalam menghadapi bahaya, kesulitan dan sebagainya; berani juga berarti tidak takut, tidak gentar dan tidak kecut hati.
Daud sadar bahwa keberanian tidak ada hubungan dengan kedudukan atau jabatan. Meski Salomo akan menduduki jabatan sebagai raja, tetapi belum tentu ia menjadi seorang pemberani. Toh nyata dulu saat Israel ditantang oleh Goliat, orang yang paling berani bukan yang memiliki kedudukan tinggi, bukan raja, atau para prajurit, tetapi anak gembala yang bernama Daud. Hanya mereka yang berlaku sebagai laki-laki yang memiliki sikap berani.
Demi kesuksesan beranilah bertindak, meski tidak semua keberanian menghasilkan kesuksesan, ketahuilah keberanian akan mendekatkan kita kepada kesuksesan.
Pengkhotbah 11:4
Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai.
Jika kita hanya menunggu keadaan baik, situasi mendukung, banyak orang menyokong baru bertindak, maka kita tidak akan pernah bertindak. Beranilah bertindak maka keadaan akan menjadi baik.
Tokoh-tokoh dunia yang sukses bukan orang yang tidak pernah gagal. Mereka semua perah mengalami kegagalan yang berulang kali, namun mereka selalu berani memulai kembali. Misalnya:
- Thomas Alfa Edison
Penemu lampu pijar – gagal 1.000 kali sebelum berhasil menemukan lampu pijar yang kita nikmati saat ini.
- Jack Ma
Ia pendiri Alibaba. Pernah gagal sekolah dan melamar kerja hingga akhirnya mendirikan Alibaba.
- Kolonel Harland Sanders
Sanders sempat mengalami kegagalan berkali-kali saat menciptakan resep 11 bumbu rahasia untuk ayam gorengnya. Ia juga ditolak 1.000 investor saat mencoba menjual resep tersebut. Tetapi keberaniannya untuk memulai akhirnya membuahkan hasil yang luar biasa.
Keberanian adalah sikap hati.
Ketahuilah bahwa berani bukan tentang posisi atau jabatan tinggi, berani itu adalah sikap hati.
Mazmur 18:30
Karena dengan Engkau aku berani menghadapi gerombolan, dan dengan Allahku aku berani melompati tembok.
Daud berani bukan karena kedudukannya sebagai raja, ia berani karena percaya dalam segala situasi Allah selalu menyertai, apapun yang dilakukan Tuhan pasti memberkati.
2Timotius 1:7
Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
Sadarilah orang-orang pemberani bukan tidak memiliki rasa takut, tetapi mereka mengalahkan rasa takut dengan berani. Jalan kesuksesan tidak absen dari ketakutan, akan ada ketakutan di sepanjang jalan, tetapi orang orang yang percaya kepada Tuhan akan mengatasi rasa takut dengan keberanian.
Ingatlah, bahwa kepandaian, skil, talenta, uang, pengalaman, adalah modal, tetapi yang utama dari semua itu adalah keberanian. Tanpa keberanian semua kemampuan dan modal yang besar tidak ada artinya. Sebab itu dengan penuh keberanian katakan dengan iman: dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku akan mengalahkan keraguan, rasa takut, dan menukarnya dengan keberanian.
Jalan hanyalah sarana, keberanian untuk menjalani itu yang utama. Apalah artinya jalan yang mulus, kendaraan yang bagus, kalau kita tidak berani? Semuanya tidak ada arti. Tetapi para pemberani akan tetap maju meski melewati jalan yang penuh liku dan berbatu. Meski hanya berjalan kaki, mereka tak takut mati. Sebab mereka percaya sukes hanya terjadi jika kita berani menjalani.
2Tawarikh 32:7,8
“Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Janganlah takut dan terkejut terhadap raja Asyur serta seluruh laskar yang menyertainya, karena yang menyertai kita lebih banyak dari pada yang menyertai dia. Yang menyertai dia adalah tangan manusia, tetapi yang menyertai kita adalah TUHAN, Allah kita, yang membantu kita dan melakukan peperangan kita.” Oleh kata-kata Hizkia, raja Yehuda itu, rakyat mendapat kepercayaannya kembali.
3. Jalan menuju sukses adalah lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN (Ayat 3a )
Kesuksesan tidak hanya diharapkan atau diimpikan, kesuksesan itu harus dikerjakan. Tidak cukup hanya mengerjakan, kita harus melakukannya dengan setia. Ketahuilah, kesuksesan adalah akumulasi kesuksesan-kesuksesan kecil yang dibangun dari hari ke hari.
Lukas 16:10
“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.
Setialah dengan hal-hal kecil, jangan sepelekan perkara yang kecil, karena untuk membuka pintu yang besar hanya dibutuhkan sebuah kunci yang kecil. Lakukan saja dengan setia, niscaya kita akan menikmati hasilnya. Ingatlah Tuhan dapat memakai perkara-perkara kecil di tangan kita untuk menyatakan kuasaNya.
- Musa dengan tongkatnya, Allah membuat mujizat
- Daud dengan umbannya, dipakai Allah mengalahkan sang raksasa Goliat.
- Murid-murid dengan lima roti dan dua ikat dari tangan anak kecil, dipakai Tuhan untuk memberi makan lima ribu orang.
Penutup
Apa yang Anda ragukan? Lihatlah pintu kesuksesan terbentang di depan. Jalanilah hidup ini dengan berani. Percayalah saat kita bergerak, maka Tuhan akan bertindak. Tuhan memberkati. KJP!