Totalitas dalam Penyembahan – oleh Pdt. Hani Paulus (Ibadah Raya 3 – Minggu, 29 Januari 2023)

Misi gereja kita tahun ini adalah “Totalitas.” Totalitas dapat diartikan sepenuhnya, keseluruhan, dan kemutlakan yang semuanya itu kita tujukan bagi Tuhan Yesus. Tuhan sudah memberikan segalanya secara “total” untuk kita. Dengan kemanusiaan kita, tentu mustahil untuk kita bisa total kepada Tuhan. Ada banyak hal yang harus dilakukan dan ada banyak juga larangan yang ditetapkan. Tapi bersama Tuhan tidak ada yang mustahil. Disini keinginan daging kita harus benar – benar mati dan kehendak dalam jiwa kita pun harus disalibkan, supaya keinginan roh kita bisa menang.


Totalitas dalam Penyembahan 
Seluruh aspek hidup kita harus menyenangkan hati Tuhan. Totalitas dalam penyembahan bukan hanya meliputi ibadah kita tapi juga dalam kehidupan kita sehari-hari. 

Hal ini meliputi:
Yang kelihatan → perbuatan kita
Yang tidak kelihatan → yang ada didalam hati
Segala yang kita miliki dapat menyenangkan hati Tuhan. 
Tanyakan pada hati nuranimu, apakah perbuatanku ini menyenangkan hati Tuhan? Dan standar menyenangkan Tuhan adalah kebenaran Firman Tuhan.

Mari kita lihat seluruh aspek / sisi kehidupan kita yaitu: Roh, Jiwa dan Tubuh kita dalam menyembah Tuhan.
1. Roh kita harus totalitas dalam menyembah Tuhan
Yohanes 4:23,24 “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”

a. Manusia adalah makhluk roh
Tuhan hanya bisa kita responi dengan roh kita. Untuk melatih manusia roh kita agar bertambah kuat, kita perlu disiplin rohani (Doa, Baca Firman dan Puasa). Kita perlu rasa haus dan lapar akan Firman Tuhan, akan kebenaran-Nya. 
b. Tidak ada di Alkitab yang memakai kata “segenap” roh → roh manusia kita hanya bisa lemah, mati atau kuat (Lukas 1:80; 2:40,52) (strong in spirit)
c. Tubuh kita terbatas tapi roh kita tidak terbatas (roh bertambah besar/ raksasa roh). Contoh: Daud menghadapi Goliat. Daud yang hanya orang biasa tidak berpengalaman dalam berperang, tapi ia memiliki roh yang tidak terbatas karena mempercayai Allah dengan segenap hatinya. Untuk itu, ia tidak takut untuk melawan Goliat.

2. Jiwa kita harus totalitas dalam menyembah Tuhan
a. Pikiran, perasaan, dan kehendak kita harus terlibat ketika kita menyembah Tuhan. 
b. Yang keluar dari mulut bibir kita selalu ucapan syukur: Yesus baik, Terima kasih Tuhan (kingdom worship)
c. Roma 8:35, 37-  Kondisi yang tidak menguntungkan diubah menjadi satu kemenangan lewat penyembahan
d. Membuat Hati kita akan menarik semua hal untuk kita menyembah Tuhan

3. Tubuh kita harus Totalitas dalam menyembah Tuhan
a. Tubuh kita akan otomatis untuk menyembah Tuhan dengan Totalitas
b. Tubuh kita tidak malu untuk mengangkat tangan dan mengeluarkan suara untuk berseru
c. Roma 12:1 “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”
d. Wahyu 4:8-10. Yang menerima mahkota kemuliaan dari Tuhan, akan melepaskan mahkota mereka saat mereka menyembah Tuhan Yesus di Kerajaan Surga.
Amen.

Arsip Catatan Khotbah