Pendahuluan
Tahun 2021 telah berlalu, dan kini kita sudah berada di tahun yang baru namun kita masih berada di ruang tunggu. Hari ini kita mempelajari “Ruang Tunggu” seri yang ke delapan.
Hidup ini layaknya berada di ruang tunggu. Setiap orang harus setia menanti hingga semua terjadi seperti yang Tuhan kehendaki. Ada beberapa alasan mengapa Tuhan membawa anak-anakNya masuk ke ruang tunggu.
- Di Ruang tunggu Tuhan melatih kesabaran kita.
- Di ruang tunggu kita menanti untuk diperlengkapi dengan kuasa Illahi.
- Di ruang tunggu Allah menguji iman kita.
- Di ruang tunggu kita mendapatkan kekuatan baru.
- Di ruang tunggu kita menerima dari Tuhan agar mendapat membagikan.
- Di ruang tunggu kita diam agar Tuhan yang berperang
- Di ruang tunggu kita diam agar dapat melihat TUHAN.
Sekarang marilah kita pelajari alasan yang ke-8, mengapa kita berada di ruang tunggu.
8. ANGGUR BARU HARUS DIISIKAN KE DALAM KIRBAT YANG BARU
Matius 9:17
“Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.”
Orang-orang Israel memahami dengan benar cara menyimpan anggur yang baik. Anggur baru harus diisikan ke dalam kantong kulit atau kirbat yang baru. Mengapa demikian? Sebab kantong kulit yang lama biasanya sudah mengeras, jika dipaksa diisi dengan anggur yang baru maka proses fermentasi dari anggur yang baru akan merusak kantong kulit itu sehingga kantong kulit itu menjadi hancur dan anggurpun terbuang sia-sia. Jadi mengisi anggur baru dalam kantong kulit yang lama adalah tindakan yang sia-sia. Anggur baru harus diisikan dalam kantong kulit yang baru. Inilah prinsip kebenaran yang Tuhan Yesus ajarkan kepada murid-muridNya. Anggur baru harus diisikan ke dalam kantong kulit yang baru.
Mengapa kadang-kadang jawaban doa, pertolongan Tuhan dan jalan keluar terasa begitu lama? Apakah Tuhan tidak mendengar yang kita doakan? Apakah Tuhan tidak mengerti yang kita alami? Apakah Tuhan tidak memahami yang sedang terjadi? Tidak! Masalahnya adalah kantong kulit/kirbat yang kita bawa kepadaNya masih kantong kulit yang lama. Percayalah selama kita membawa kantong kulit yang lama, kita tidak akan pernah menerima apa-apa.
Inilah yang dialami oleh orang-orang Farisi dan ahli-ahlit taurat. Tuhan Yesus datang dengan hukum yang baru, pengajaran yang baru, kasih yang baru, tetapi mereka tidak dapat menerimanya sebab mereka masih membawa kirbat yang lama. Orang-orang Farisi memegang teguh ajaran yang lama/taurat sehingga tidak dapat menerima kasih karunia yang Yesus berikan. Sekali lagi: “Anggur baru harus diisikan ke dalam kantong kulit yang baru.”
Apakah yang dimaksud dengan kantong kulit yang baru?
Kantong kulit atau kirbat yang baru tidak lain adalah hati manusia.
Ayub 32:19
Sesungguhnya, batinku seperti anggur yang tidak mendapat jalan hawa, seperti kirbat baru yang akan meletup.
Jika hati manusia adalah adalah kirbat, lantas apakah yang harus dikerjakan selama menanti di ruang tunggu?
Beranilah untuk memperbaharui hati, sebab kualitas kirbat yang Anda miliki menentukan berkat yang akan diisi.
Ratapan 3:22,23
Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!
Ketahuilah bahwa berkat Tuhan itu selalu baru setiap pagi, Tuhan tidak pernah memberikan berkat yang basi. Berkat yang DIA beri selalu diperbaharui dari hari ke hari. Masalahnya kirbat yang kita sediakan tidak layak untuk diisi. Oleh sebab itu Tuhan menanti sampai tersedia kirbat baru yang layak diisi dengan berkat yang baru. Selama kita membawa kualitas kirbat yang lama, maka selama itu pula kita tidak akan menikmati berkat yang DIA beri.
Mari kita lihat sebuah contoh dari kehidupan Yusuf.
Awal kisah Yusuf dimulai saat ia berumur 17 th.
Kejadian 37:2
Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun–jadi masih muda–biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya. Masa depan Yusuf ditunjukan dengan dua mimpi yang Tuhan berikan kepadanya.
- Tampak Yusuf dan saudara-saudaranya sedang di ladang mengikat berkas-berkas gandum, lalu bangkitlah berkas Yusuf dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas saudara-saudaranya mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkas Yusuf.” Kej. 37:7
- Tampak matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadanya. Kej 7:9
Apakah setelah Yusuf bermimpi, Tuhan segera menggenapi yang diimpikannya? Tidak! Sebab Tuhan menantikan kirbat baru yang disediakan. Tuhan memproses Yusuf untuk memiliki sebuah kirbat baru agar anggur baru dicurahkan. Berikut ini proses yang dialami Yusuf untuk mendapatkan kantong kulit hati yang baru.
- Dibenci oleh saudara-saudaranya (Kej 37:11, 18).
- Dilemparkan dalam sumur yang kering. (Kej 37:24).
- Dijual kepada orang Ismael seharga 20 syikal perak. (Kej 37:28).
- Dijual kepada Potifar, pegawai Istana Firaun.
- Ujian integritas, kekudusan, prinsip, ketahanan iman dan kebenaran. (Kej 39:7-18).
- Dimasukkan dalam penjara (Kej 39:20) selama dua tahun (Kej 41:1).
- Dari penjara Tuhan mengangkat Yusuf, pada usia 30 th.
Kej. 41:46
Yusuf berumur tiga puluh tahun ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir itu. Maka pergilah Yusuf dari depan Firaun, lalu dikelilinginya seluruh tanah Mesir.
Jadi ada rentang waktu 13 th Yusuf diproses Tuhan untuk mendapatkan kantong kulit hati yang baru. Setelah Tuhan melihat Yusuf memiliki kantong kulit yang baru, barulah Tuhan mencurahkan anggur yang baru. Dari dalam penjara Yusuf diangkat menjadi penguasa kedua di negeri Mesir.
Apapun yang terjadi, beranikanlah untuk memperbarui diri, karena tidak mungkin sebuah pribadi yang lama berhak bagi sesuatu yang baru. Bila banyak dari yang Anda inginkan belum mengambil bentuk nyatanya yang menjadikan kehidupan Anda lebih maju, lebih besar dan lebih meningkat dari yang lalu, maka Anda harus tulus menerima bahwa ada yang harus diperbarui yaitu hati.
Lukas 6:45
Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.
Kualitas kehidupan kita ditentukan oleh hati kita, kualitas hati kita menentukan apa yang akan kita dapatkan. Tempat yang Anda sediakan, menentukan berkat yang Tuhan akan berikan.
Orang baik mengeluarkan yang baik dari hatinya, mengapa? Karena hati orang baik hanya layak diisi dengan kebaikan. Hati orang baik tidak layak diisi dengan hal-hal jahat. Itulah sebabnya mengapa seringkali kita melihat orang baik jalannya mujur, hidupnya makmur, usahanya tumbuh subur? Sebab orang baik memiliki kirbat anggur yang baru, hatinya berkualitas sehingga Tuhan tidak pernah ragu untuk mencurahkan berkat-berkatNya tanpa batas. Percayalah, jika engkau memiliki hati baru yang berkualitas, maka Tuhan akan mencurahkan berkatNya tanpa batas. Jika hatimu berkualitas berkat Tuhan mengalir tanpa batas.
Banyak orang mengeluhkan keadaanya. Tahun sudah baru, tetapi usahanya belum juga maju. Sudah lama bekerja, tapi keadaan masih begitu-begitu saja. Apakah Tuhan tidak memberkati? Apaka Tuhan ingkar janji? Tidak! Masalahnya kirbat hati kita masih lama. Bagaimana mungkin kita mendapat berkat baru, jika cara dan kebiasaan kita masih lama. Kerja sekedarnya, melakukan asal-asalan, hidup dalam kemalasan, bekerja hanya cari kemudahan, berat sedikit kita tinggalkan. Dengan cara yang demikian, bagaimana mungkin kita menemukan keberhasilan?
Awal tahun biasanya orang-orang membuat rancangan-rancangan baru, menyusun strategi, menentukan visi-visi dan seribu satu harapan-harapan untuk menjadi. Sayangnya tidak semua keinginan untuk menjadi, disertai dengan upaya membangun kepantasan untuk menjadi. Sebab itu mulai hari ini, marilah kita bersungguh-sungguh untuk mengganti setiap dan semua cara kita yang tidak sesuai lagi bagi kebesaran yang kita inginkan bagi diri kita sendiri. Beranikanlah memperbaharui hati, sebab hanya hati yang baru layak menerima berkat-berkat yang baru.
Penutup
Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab hari ini DIA sediakan tubuh dan darahNya agar kita dapat memperbaharui hati. Masa lalu biarlah berlalu, mari kita songsong masa depan dengan hati yang baru.
Yehezkiel 36:26
Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.