SEORANG  PELAYAN TUHAN – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 8 Februari 2026)

1 Korintus 4:1-5

PENDAHULUAN
Dua minggu yang lalu telah kita bahas:
1 Korintus 4:1 “Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah.”

SEBAGAI SEORANG HAMBA
Setiap orang yang terlibat dalam melayani bergelar sebagai “Seorang Hamba Tuhan.” Dan kata ‘HAMBA’ dalam bahasa Yunani, dipakai kata HUPERETES, artinya seorang yang bekerja sebagai pendayung kapal dan bertanggung jawab membawa kapal itu tiba di Pelabuhan yang dituju , dalam hal ini di “Sorga.”

IKUTI ATURAN DAN RENDAH HATI
Sebagai seorang Huperetes, kita tidak boleh mendayung secara semberono, tetapi kita harus mendayung sesuai irama yang telah diatur dan dengan kekuatan yang terukur. Seia sekata dalam mendayung, di mana kita mendayung atau melayani bukan untuk maksud menonjolkan diri kita.

KESIMPULAN
Dalam khotbah telah dijelaskan bahwa setiap orang percaya yang terlibat melayani Tuhan, kita digambarkan seperti pendayung dimana kita ikut terlibat dalam memajukan pekerjaan Tuhan yaitu membawa jiwa-jiwa sampai di pelabuhan yang kita tuju yaitu “sorga kekal di mana Yesus berada.”

ISTILAH “HAMBA” MENJADI “PELAYAN”
Berpindah ke ayat 2 (1 Korintus 4:2), rasul Paulus merubah istilah “Hamba-hamba Tuhan” menjadi “Pelayan-pelayan Tuhan.”
1 Korintus 4:2 “Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercaya.”

 Dilihat dari bahasa Indonesia, bisa kita katakan bahwa hampir tidak ada perbedaan antara kata “hamba” dan kata “pelayan”. Bisa kita katakan bahwa kedua kata tersebut mempunyai makna yang sama, yaitu  seorang pekerja sebagai hamba.

PERBEDAAN HAMBA DAN PELAYAN
Yang membedakan status seorang hamba dan status seorang pelayan bisa kita lihat dari bahasa aslinya yaitu bahasa Yunani dari kedua ayat di atas, yaitu 1 Korintus 4:1 dan  1 Korintus 4:2 dari dua kata, yaitu antara kata “hamba” dan kata “pelayan.”

HAMBA
Dalam 1 Korintus 4:1 kata “hamba” bahasa Yunani dipakai kata HUPERETES yang artinya adalah para hamba atau pekerja (karyawan) yang bekerja di sebuah kapal dengan tugas sebagai pendayung untuk menggerakkan kapal, agar kapal itu bisa sampai pada  tempat yang dituju.

PELAYAN
1 Korintus 4:2  “Yang akhirnya dituntut   dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.”

Kata “pelayan” dalam bahasa Yunani di ayat ini dipakai kata: OIKONOMOS, artinya seorang pelayan (Asisten Rumah Tangga) yang bekerja di rumah seorang majian atau tuan untuk membersihkan merawat, menjaga rumah dan mendidik dan mengajar serta mengantar anak-anak majikan ke sekolah. Sehingga anak-anak majikan bukan hanya sehat tapi pandai  dan cakap dalam segala hal.

SANG MAJIKAN MERANTAU
Tetapi, karena sang tuan atau majikan itu harus mengerjakan pekerjaan yang sangat penting di lain tempat, maka sang tuan itu harus tinggalkan rumah dan anak-anaknya juga kekayaan serta usahanya untuk  waktu yang lama.

MENYERAHKAN TUGAS
Maka sang “MAJIKAN” atau “TUAN” itu, menyerahkan semua tugas serta semua tanggung jawab untuk memelihara semua kekayaan serta anak-anak sang “MAJIKAN” atau “TUAN” itu kepada sang “PELAYAN atau OIKONOMOS” itu. Untuk hal itu sang majikan atau pemilik perusahan itu menyerahkan semua pekerjaannya mulai dari urusan di kantor, di rumah, dan sampai urusan anak-anak semua diserahkan kepada pelayan yaitu Oikonomos untuk bertugas menggantikan posisi dan tanggung jawab yang harus dikerjakan oleh “MAJIKAN.”

RUMAH BESAR GPdI MAHANAIM TEGAL (Tantangan Bagi Pelayan/Oikonomos)
Tantangan terbesar yang dihadapi dan dialami para Oikonomos (hamba-hamba Tuhan) yang ada di Korintus, juga semua hal yang sama yang ada di jemaat GPdI Jemaat Mahanaim Tegal.

Sesuai Firman Allah, kami para “OIKONOMOS” berusaha mengajak, membangun dan mendorong seluruh anggota jemaat GPdI Mahanaim – Tegal, untuk terlibat aktif ambil bagian melayani Tuhan.

Seperti sulitnya seorang Oikonomos (ART) mengajak anak-anak majikan untuk turut terlibat ambil bagian dalam merawat, membangun, mengembangkan dan aktif memajukan pekerjaan Tuhan, sebagai “Usaha Milik Sang Majikan (Yesus)”, demikian juga dalam kami mengajak jemaat dan para pelayan Tuhan untuk merawat, memajukan dan mengembangkan serta memelihara rumah majikan sorgawi yang notabene adalah tempat untuk kenyamanan kita bersama.

DILEMATIS DALAM MENYAJIKAN MAKANAN
Sang Majikan, menuntut agar Oikonomos (pelayan – ART) untuk menyediakan menu makan 4 sehat 5 sempurna bagi anak-anaknya agar anak-anaknya menjadi anak yang sehat dan sempurna. Tetapi anak-anak cenderung punya selera sendiri.

GUNAKAN JAM BELAJAR DEMI PRESTASI
Sang majikan menuntut agar para Oikonomos (ART), yaitu para pelayan untuk memberi jam belajar tambahan bagi anak-anak sang majikan. Demikian pula gereja lokal mengadakan Ibadah Wadah; Kemah dengan tujuan agar jemaat bertumbuh. Tetapi anak-anak cenderung memilih menonton TV atau bermain HP yang tidak membawa anak-anak majikan mencapai peningkatan atau kemajuan, tetapi justru sebaliknya merusak masa depan kerohanian anak-anak majikan.

TUHAN AKAN LAKUKAN PENGHAKIMAN
Seperti yang telah kita bahas bahwa kita, baik jemaat khususnya Oikonomos, yaitu para pelayan Tuhan, kita akan diperhadapkan dengan Hakim yaitu sang majikan itu sendiri, yang tidak lain adalah Tuhan Yesus sendiri dan hal ini dijelaskan dalam:
1 Korintus 4:3
“Bagiku sedikit sekali artinya  entahkah aku dihakimi oleh kamu  atau oleh suatu pengadilan manusia. Malahan diriku sendiripun tidak kuhakimi.”

Arsip Catatan Khotbah