Lukas 2:10
Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa.”
PENDAHULUAN
Pada Natal yang pertama situasi bersifat kontradiktif terjadi dan dialami orang-orang percaya pada saat itu. Malaikat menyampaikan kabar sukacita kepada para gembala yang sedang menjaga domba di padang. Sedangkan Bagi para orang tua yang memiliki balita laki-laki berusia dua tahun ke bawah, mereka terancam kehilangan anak mereka yang mereka kasihi. Termasuk Maria dan Yusuf.
SUKACITA BESAR
Tapi, dibalik dukacita yang menakutkan itu. Ada sukacita besar karena di tengah-tengah ketakutan yang sangat mencekam. Yesus datang untuk meluputkan orang-orang yang berdosa dari kebinasaan.
KEDATANGAN YESUS KEDUA KALI
Demikian hal yang sama bagi kita yang hidup di akhir zaman, di satu sisi kita akan diperhadapkan dengan hal-hal yang menakutkan. Tetapi di sisi lain, kita akan menikmati sukacita besar kalau kita benar-benar jadi pengikut Yesus yang sejati/mulia di hadapan Yesus. Untuk itu, mari kita pelajari ilustrasi Salomo tentang: “Gereja Yang Mulia Dan Tidak Bercela” dalam pandangan Tuhan.
Amsal 25:4
“Sisihkanlah sanga dari perak, maka keluarlah benda yang indah bagi pandai emas.”
SANGA
Yang dimaksud sanga adalah: “Sejenis logam yang terkandung dalam logam mulia”, apakah itu emas atau perak.
STATUS SANGA
Adapun status atau keberadaan sanga di dalam sebuah logam mulia, adalah merupakan KOTORAN. Artinya kalau saya memiliki sepotong emas atau perak tapi di dalam emas atau perak milik saya itu, masih mengandung sanga di dalamnya, berarti emas atau perak milik saya itu bukan emas atau perak yang murni.
SANGA ADALAH SEJENIS LOGAM
Logam apa sajakah yang berstatus sebagai sanga di dalam logam mulia yaitu emas dan perak?
Yehezkiel 22:18 “Hai anak manusia, bagi-Ku kaum Israel sudah menjadi sanga; mereka semua adalah ibarat tembaga, timah putih, besi dan timah hitam di dalam peleburan; mereka seperti sanga perak.”
PANDAI EMAS
Biasanya seorang pandai emas, yang ingin membuat sebuah perhiasan, langkah pertama yang ia lakukan adalah MEMBERSIHKAN LOGAM yang akan mereka tempa untuk dijadikan perhiasan itu.
MALAS – Apabila pandai emas itu malas, ia tidak berusaha membuang sanga dari dalam logam mulia itu, tetapi tetap membiarkannya.
- Memang, untuk sementara waktu hasil perhiasan itu kelihatan baik, indah. Tetapi, waktu, situasi dan kondisi akan membuktikannya.
- Ketika perhiasan itu terkena keringat, teruji cuaca, maka semuanya itu akan membuktikan kualitas asli dari perhiasan itu.
RAJIN – Sebaliknya, apabila pandai emas itu rajin. Sebelum ia membuat perhiasan, pandai emas itu berusaha membuang sanga yang masih ada di dalam logam mulia itu.
- Memang pekerjaan itu sangat melelahkan dan butuh pengorbanan yang besar. Baik: waktu, tenaga, biaya dan sebagainya.
- Tetapi ketika perhiasan itu jadi, hasilnya, perhiasan itu menjadi perhiasan yang berkualitas nomor satu.
BUKAN BISNIS / USAHA
Apa yang saya sampaikan ini, bukan berbicara tentang kiat untuk bisnis jadi pebisnis emas yang sukses. Tetapi apa yang saya katakan ini adalah bagaimana caranya untuk kita menjadi GEREJA YANG MULIA dan BERHARGA di pemandangan Tuhan. Benda yang indah atau perhiasan yang indahyang dimaksud dalam Amsal 25:4, tidak lain berbicara tentang Gereja Tuhan, yang Yesus dambakan di akhir zaman.
ILUSTRASI
Perhatikan ilustrasi yang rasul Paulus tulis kepada Timotius, dalam:
2 Timotius 2:20 “Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabotan dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia.”
Sebuah rumah, biasanya diisi dengan bebagai macam perabot.
– Ada perabot yang terbuat dari emas, perak, tetapi..
– Ada juga perabotan yang terbuat dari kayu dan tanah liat.
Perabot yang mulia yaitu: emas danperak ada dalam sebuah rumah, secara khusus diperuntukan bagi maksud yang mulia. Tetapi di rumah yang besar juga terdapat…
Perabot yang kurang mulia yang terbuat dari kayu dan tanah liat dan perabot itu diperuntukan bagi maksud yang kurang mulia atau hina.
RUMAH YANG BESAR
Yang dimaksud Rasul Paulus rumah yang besar diayat ini, adalah HIMPUNAN ORANG PERCAYA dalam tingkatan Gereja Secara Universaldan Gereja Lokal yang sering kita sebut dengan istilah: GEREJA LOKAL atau JEMAAT LOKAL, tempat di mana kita berkomunitas dalam berjemaat. Dan perabot-perabot yang ada dalam Gereja Lokal atau Jemaat Lokal, bukanlah bangku, mimbar, alat musik dan sound systim. Tetapi yang dimaksud perabot-perabot di rumah yang besar adalah tiap-tiap anggota jemaat atau individu-individu jemaat sebagai anggota jemaat lokal.
SECARA KASAD MATA
Secara lahiriah, sebagai anggota jemaat kita terlihat sama. Tetapi secara rohani dalam pandangan Allah, kita satu dan lainnya beda (tidak sama). Sebab firman Allah berkata bahwa dalam rumah yang besar:
– Ada perabot/anggota jemaat yang berkualitas emas atau perak, dan…
– Ada perabot/anggota jemaat yang berkualitas kayu atau tanah liat.
KITA BERKUALITAS APA?
Kalau kita ditanya: Sebagai perabot yang ada di Rumah Tuhan, kira-kira kita perabot yang berkualitas apa di gereja lokal di mana kita berjemaat? Tentu kita semua ingin menjadi perabot yang berkualitas emas atau perak di dalam Rumah Tuhan bukan? Saya rasa tidak ada di antara kita yang mau menjadi perabot yang berkualitas kayuatau tanah liat.Karena apabila kualitas rohani kita hanya seperti kayu atau tanah liat, maka kita akan dipergunakan bagi maksud yang kurang mulia.
BERAPA LAMA KITA DI RUMAH YANG BESAR
Berapa lama kita berada di rumah besar, yaitu di Gereja Lokal di mana kita berjemaat; dibina, diproses dan ditempa? Dan apakah kita telah alami perubahan ke arah yang lebih mulia dibanding sebelum-nya dalam pengiringan kita kepada Yesus?
JUJUR DI HADAPAN TUHAN
Bila kita jujur di hadapan Tuhan, serendah apa pun kualitas rohani kita saat ini. Tapi kalau kita benar-benar menghidupi Firman Allah dan Roh Kudus memenuhi dan memimpin jalan hidup kita, maka Firman Allah dan Roh Kudus akan membawa kita makin berkualitas di hadapan Tuhan dan manusia.
RUMAH JASMANI
Kalau kita membeli perabot dari kayu, tanah liat (keramik) dan kita taruh di rumah kita, berapapun lamanya perabot itu kita taruh – perabot itu tidak akan berubah kualitasnya. Sebaliknya bisa menjadi rusak bahkan menjadi hancur. Tetapi, beda dengan rumah yang besar, yaitu Rumah Yang Rohani yaitu Gereja Lokal. Sebab, bisa saja ada jemaat yang pada awalnya kondisi rohaninya tidak berkualitas, kondisi rohaninya tidak lebih seperti tanah liat (seperti tanah becek).
- Tetapi oleh proses firman Allah dan Roh Kudus, Allah ubah kualitas orang itu dari tanah becek jadi perak bahkan emas.
- Kesaksian: Seorang pria pemabuk, pecandu narkoba menjadi hamba Tuhan dan jadi pelayan Tuhan yang dipakai Tuhan.
SIAP DIPROSES
Oleh anugerah Tuhan kita sekarang telah berada di rumah yang besar (Gereja Lokal), tetapi apa gunanya kita ada di dalam rumah yang besar, kalau kita tidak mau menerima proses Allah di dalam hidup kita. Itu sebabnya…
2 Timotius 2:21
“Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.”
Tidak mungkin kita akan berubah jadi perabot yang mulia, kalau kita tidak total dalam beribadah dan pengiringan kita.
Yohanes 15:2 Setiap ranting padaKu yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.”
Bapa akan membersihkan setiap ranting yang memiliki tanda-tanda perubahan, melalui proses pekerjaan:
# Firman Allah – Tidak mungkin Saudara akan berubah jadi perabot yang mulia, bila Saudara menolak firman Allah yang benar.
# Roh Kudus- Tidak mungkin kita akan berubah menjadi sempurna bila kita hanya mengandalkan kekuatan diri kita.
Tetapi, oleh Firman Allah dan Roh Kudus, kita diubah menjadi sama seperti Yesus.
UJIAN DAN TANTANGAN HIDUP
Sebab itu, tidak mungkin kita akan berubah menjadi perabot yang mulia dan berkualitas, bila kita tidaktegar, tahan uji dan berdaya tahan dalam menghadapi tantangan yang harus kita hadapi di akhir zaman.
PENUTUP
Seperti apakah kualitas perabot dari (Gereja Sempurna) yang digambarkan sebagai Rumah Allah besar di sorga?
Wahyu 21:1,2 Gereja Yang Sempurna digambarkan dalam dua gambaran:
- Seperti sebuah Kota Yang Kudus dan nama kota itu ialah kota: Yerusalem Baru.
- Seperti Pengantin Perempuan, yang telah berdandan untuk melayani suaminya.
Kemuliaan Kota Kudus Itu Seperti Apa? Wahyu 21:18 dan 21.