TERANG KEBENARAN FIRMAN TUHAN – Oleh Pdt. Gideon Santoso – Ibadah Raya 1, 3 -Minggu, 13 Maret 2022

2 Korintus 5:7 – Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat –

PENDAHULUAN
Ada hal yang menarik dari tanda pada kalimat ayat ini, yaitu tanda “–”  di awal dan akhir kalimat. Jika dicermati tidak ada kata atau kalimat lain dalam Alkitab yang memiliki tanda seperti itu. Menurut beberapa peneliti Alkitab tanda itu merupakan tanda penekanan penting bahwa perkataan firman itu harus diperhatikan, dicamkan baik-baik dan harus dipraktekkan.

POKOK BAHASAN
Ada tiga pokok bahasan yang terdapat dalam ayat pokok 2 Korintus 5:7, yaitu dari kata :
1. Melihat.
2. Percaya.
3.  Hidup.

I. MELIHAT
Kata “Melihat” dalam ayat ini ditulis EIDOS yang artinya :
– Mempercayai apa yang dilihat.
– Penglihatan mata, khususnya pada perawakan / fisik.
Apa yang dilihat mata kita, tidak selalu benar bahkan kadang malah menipu, misalkan saja, buah durian kulitnya kasar dan berduri cukup membahayakan, tetapi tidak dengan isinya, sebaliknya buah kedondong, terlihat mulus dan ketika matang warnanya kuning mulus, tetapi dalamnya rasanya asam sekali, dan ada banyak hal lainnya yang ternyata tidak sesuai dengan apa yang kita lihat.  Namun demikian jika toh hal itu benar sesuai dengan penglihatan kita tetapi belum tentu benar untuk dapat dipercayai.                                             

Contoh dalam 1 Samuel.16:6-7 disitu ketika Samuel pergi ke rumah Isai untuk mengurapi salah satu anaknya menjadi raja menggantikan Saul.
1 Samuel 16:6 – “Ketika mereka masuk dan Samuel melihat Eliab, lalu pikirnya : Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang diurapi-Nya.”
Apa yang dilihat oleh Samuel tidak salah, karena Eliab memang memiliki perawakan seorang kesatria yang pantas menjadi raja, tetapi apa kata Tuhan ?
1 Samuel 16:7 – “Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel : Jangan pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”
Dari pengalaman itu, maka kalimat “hidup karena percaya bukan karena melihat” dapat disimpulkan bahwa kita hidup percaya kepada apa yang dilihat Tuhan melalui kebenaran firman-Nya, bukan pada apa yang kita lihat. 

II. PERCAYA
Kata “Percaya” ditulis PISTIS atau PISTEO – yang memiliki dua arti :
1). Keyakinan yang teguh kepada apa yang dikatakan firman Tuhan.
Apa yang difirmankan Tuhan itu tidak pernah meleset apalagi menipu orang, karena apa yang difirmankan Tuhan itu selalu jadi.
Kejadian 1:3 –  “Berfirmanlah Allah, jadilah terang. Lalu terang itu jadi.”
Dalam Kejadian 1:6,9,11,14,20,24 – ini merupakan ayat-ayat referensi lain dimana setiap Allah berfirman pasti terjadi sesuai dengan yang diperintahkan-Nya.

Yesaya 55:11 – “Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku, ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.”

Bilangan 23:19 – “Allah bukanlah manusia. Sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya.”
Kalimat “Allah bukan anak manusia sehingga Ia menyesal” artinya Allah itu tidak pernah salah omong, atau kelepasan bicara yang kemudian disesali karena terlanjur mengucapkan. Manusia biasanya berjanji dulu, ngomong dulu baru berpikir. Tetapi tidak dengan Allah, semua yang Ia ucapkan ada dalam perhitungan dan rancangan yang matang sehingga selalu ditepati-Nya dan tidak ada satupun firman yang keluar dari perkataan Allah Kembali dengan sia-sia.
JIKA KITA MAU LANJUT HIDUP, FIRMAN ALLAH ADALAH ALASAN UNTUK KITA HIDUP.

2). Jaminan kepastian.
Apa yang difirmankan Tuhan itu memiliki jaminan kepastian, tidak mudah-mudahan, tidak berlaku kata “Tidak” tetapi “Ya” untuk firman-Nya pasti digenapi.
2 Korintus 1:19-20 – “Karena Yesus Kristus, Anak Allah, yang telah kami beritakan di tengah-tengah kamu, yaitu olehku dan oleh Silwanus dan Timotius, bukanlah “Ya” dan “Tidak”, tetapi sebaliknya di dalam Dia hanya ada “Ya”.
2 Korintus 1:20 – “Sebab Kristus adalah “Ya” bagi semua janji Allah, itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan “Amin” untuk memuliakan Allah.”

III. HIDUP
Kata hidup ditulis : PERIPATEO – yang memiliki arti :
1). Bergerak maju.
Orang yang dengan mantap bergerak maju adalah orang yang memiliki kepercayaan dan jaminan pasti dari Tuhan. Mengapa orang berhenti untuk bergerak maju, karena sudah kehilangan kepercayaannya, tidak memilki jaminan dari apa yang akan ia tuju. 

Berbeda dengan kita yang percaya dan memiliki jaminan dari firman Tuhan, kita harus bergerak maju, seperti perjalanan bangsa Israel di padang gurun, untuk mereka dapat mencapai tanah yang dijanjikan Tuhan, mereka harus bergerak maju sesuai pimpinan Tuhan lewat tiang awan di siang hari dan tiang api di malam hari.

2). Melewati Proses.
Orang yang memiliki keyakinan teguh dan jaminan kepastian, tidak akan lari dari proses. Jalan antara janji kepada penggenapan janji itu adalah proses. Di dunia ini tidak ada yang tiba-tiba saja jadi atau ada, tetapi melalui proses. Proses harus kita lewati, artinya kita hanya melewati proses dan bukan untuk tinggal di dalamnya. Orang yang percaya dan memiliki kepastian, tidak akan mati hanya karena melewati proses, karena itu hanya melewati saja bukan tinggal di situ selamanya. Jadi untuk kita bisa menikmati apa yang kita percayai dari firman Tuhan, kita harus berani melewati proses kehidupan yang Tuhan ijinkan.

3). Mengatur hidup.
Karena kita percaya dan yakin akan jaminan firman Tuhan, maka kita harus mengatur hidup kita. Apa dan mana yang tidak sesuai dengan firman Tuhan, itu harus segera diselesaikan, jangan sampai justru kita berlawanan dengan jalan dan aturan Tuhan. 

Orang yang percaya kepada firman Allah untuk mendapatkan apa yang Tuhan janjikan, tidak akan hidup dengan serampangan atau hidup sembrono atau hidup asal-asalan.  

Rasul Paulus memberi gambaran yang bagus mengenai hal ini, dalam :
1 Korintus 9:25 – “Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.”

Untuk mendapatkan hal yang fana saja, manusia berusaha mengatur kehidupannya dan menguasai diri sedemikian rupa, demikian juga seharusnya kita lebih dari itu untuk mendapatkan perkara yang kekal.

1 Korintus 9:26 – “Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.”

Dari ayat ini Paulus ingin mengajar tentang dua hal dalam hidup kita sebagai orang yang hidup karena percaya kepada firman :
– Tidak berlari tanpa tujuan, artinya : jangan hidup tanpa tujuan.
Manusia yang paling menyedihkan dan tragis dalam hidupnya bukan pada kematiannya, tetapi pada hidup yang tidak memiliki tujuan yang pasti. Semua orang percaya memiliki tujuan yang pasti, karena kita percaya dan dituntun oleh kebenaran firman yang membawa kita pada tujuan hidup yang kekal.
– Bukan petinju yang sembarangan saja memukul, artinya : jangan hidup serampangan, asal-asalan sembarang pukul, tetapi punya rancangan dengan hidup berpadanan dengan kebenaran firman Tuhan.

1 Korintus 9:27 – “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.”
Melatih tubuh dan menguasai seluruhnya,  ini merupakan hal penting yang harus kita kerjakan dalam kita berjalan hidup karena percaya, untuk kita selalu menang terhadap kelemahan daging kita. Kedagingan kita harus dilatih dan dikuasai sepenuhnya untuk ditundukkan kepada kehedak Allah oleh firman-Nya.

Kesimpulan
Orang yang hidup karena percaya bukan karena melihat. Ia harus berkeyakinan untuk :
1. Bergerak maju.
2. Siap hadapi setiap proses kehidupan sesuai kehendak Tuhan.
3. Mengatur hidupnya untuk selaras pada firman Tuhan.
Amen

Arsip Catatan Khotbah