Tomorrow is Better than Today (Hari Esok Lebih Baik Dari Hari Ini) – Oleh: Pdt. K. Hani Paulus (Ibadah Raya 2,3 – Minggu, 14 Agustus 2022)

1 Korintus 9:26-27

Yohanes 12:24  
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. 

  • Benih itu harus mati → barulah ia akan menghasilkan banyak buah. 
  • Selama benih tersebut tidak mati, ia hanya satu biji saja. 
  • Biji gandum – Jatuh ke Tanah (Mati) → Lingkungan yang tepat / mendukung benih bertumbuh. 

1 Korintus 15:36-38  
Masa depan benih itu, ada di dalam benih itu sendiri jadi selama benih itu tidak ditanam/mati, benih itu tidak memiliki masa depan. 

Masa depan kita orang percaya bukan ada di depan, tapi ada di dalam diri kita (Tuhan sudah menaruh prinsip ini dalam semua makhluk hidup) dengan demikian TOMORROW: MASIH ‘TERSIMPAN’’ OLEH TODAY. Jika kita tidak menggunakan kesempatan sebaik-baiknya Hari ini (Today) kita tidak akan melihat hari esok yg lebih baik (Better). Benih yang tetap satu lama kelamaan jadi BUSUK. Today dan Tomorrow akan terkubur selamanya.

Seperti contohnya dalam Alkitab, seorang Petrus dimunculkan dari seorang yang bernama Simon. Nama yang berbeda namun itu adalah pribadi yang sama dengan kehidupan yang berbeda, dengan kehidupan yang lebih baik dimasa depan. Seorang Petrus (versi di masa depan) lebih baik dari Simon (versi di masa lampau).

Jangan pernah meng-underestimate yourself.  Jadilah pribadi yang lebih baik dari hari kemarin. Percayalah pada dirimu sendiri dengan cara bekerja lebih maximal lagi, sehingga akan memperoleh masa depan yang lebih baik.

BETTER: SEMUA RUMUS MAKHLUK HIDUP

  • Dalam diri Adam, ada Bangsa-bangsa
  • Dalam setiap benih ada sebuah hutan 
  • Dalam setiap ikan ada segerombolan ikan
  • Dalam setiap burung, ada sekelompok burung
  • Dalam setiap sapi, ada sekawanan sapi
  • Dalam setiap anak perempuan ada seorang wanita dewasa
  • Dalam setiap anak laki-laki, ada seorang pria dewasa

Kita melihat ada seorang yang bernama Sir Edmund Hillary, ia adalah penakluk Gunung Everest yang tertinggi di dunia pada tahun 1953, pernah berkata kepada gunung everest sewaktu Ia pernah mendaki Himalaya hingga ketinggian 8.600 meter, sehingga ia sangat bertekad untuk mencapai puncak tertinggi Himalaya, 8848 meter.

Sir Edmund berkata:
“Wahai Gunung Everest, kami memang belum bisa menaklukkanmu, tetapi tahun depan kami pasti kembali dan menaklukkanmu. Kami pasti bisa karena kami akan lebih baik dan lebih besar dari kamu dan kamu masih tetap akan sebesar ini dan tidak akan berkembang lagi.”
Sir Edmund menyatakan bahwa dia bisa menciptakan kehidupan dan pencapaian yang lebih baik dari hari sebelumnya.

Dengan demikian bagi  orang percaya, tidak ada kata pensiun. Mungkin pekerjaan akan memberi kita pensiun tetapi potensi kita berkata TIDAK. Kapan kita pensiun? Yaitu kalau penugasan dari Tuhan sudah selesai.

Ada tiga hal yang perlu ada supaya tidak cepat putus asa dalam meraih masa depan.
1 Korintus 9:26  Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. 
1 Korintus 9:27  Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak. 

  1. HIDUP TANPA TUJUAN
    Hidup harus ada Tujuan. Paulus tidak berlari tanpa tujuan.
    Tujuan hidupmu harus lebih besar dari sekadar untuk bertahan hidup, motivasi ekonomi, dan tujuan duniawi.

Amsal 16:4; Tuhan yang membuat, menentukan tujuan hidupmu secara spesifik dan masalahnya tidak memberitahumu semua. Dia menyimpan kepingan-kepingan puzzle dan membukanya setahap demi setahap (Amsal 16: 9). 19:21, 20:24, 21:1

Tragedi Terbesar adalah bukan kematian tetapi Hidup tanpa Tujuan.
Mat 4:19  Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”  
Mat 4:20  Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. 

Yesus menggunakan pekerjaan kita untuk tujuan yang lebih Mulia yaitu untuk keselamatan jiwa-jiwa (kepuasan melayani jiwa-jiwa dengan apa yang ada padamu (Potensimu, dan Kapasitas), sampai membawa jiwa-jiwa tersebut mengalami kemajuan, perkembangan, dan akhirnya diselamatkan. Jika Saudara mengerti tentang tujuan hidup, Saudara sudah menjadikan sesuatu yang lebih baik dari hari ini

2. HIDUP DENGAN SEMBARANGAN
Paulus bukan Petinju yang sembarangan memukul.
Hidup kita penuh dengan potensi, kemampuan, kecerdasan, waktu, kesempatan, namun jika SEMBARANGAN digunakan, atau disalahgunakan tanpa TUJUAN = Abuse, itu seperti kita mengaborsi potensi kita. Bagaimana menggunakan Potensi kita tidak dengan sembarangan?

Dibutuhkan VISI
Amsal 29:18 “Bila tidak ada wahyu (Vision), menjadi liarlah rakyat (people perish). Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.”
Ada orang yang melihat maupun tidak, kita harus melakukan sesuai hukum / peraturan yang telah ditetapkan.

Kita melihat contoh Yusuf.
Seeing the future (tomorrow) before it comes into being.

Kejadian 39:9
bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?”

Kejadian 39:10
Walaupun dari hari ke hari perempuan itu membujuk Yusuf, Yusuf tidak mendengarkan bujukannya itu untuk tidur di sisinya dan bersetubuh dengan dia.

Lengkapi anak-anak muda dengan VISI. Visi membuat kita bisa melihat diri kita lebih baik keadaannya, hari esok lebih baik dari hari ini.

3. MELATIH TUBUHKU DAN MENGUASAINYA SELURUHNYA
Paulus melatih dirinya dengan DISIPLIN.
Kalau tidak, manusia lamanya akan menguasainya dengan kesenangan-kesenangan kedagingannya → ditolak. Untuk apa? Disiplin melindungi diri kita, untuk melindungi tujuan hidup kita, melindungi Visi dari Tuhan dalam hidup kita

‘Memaksa’ diri kita untuk fokus kepada tujuan dan panggilan hidup kita.
Ibrani 12:9  Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup? 

Ibrani 12:10  Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya. 

Ibrani 12:11  Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.

Disiplin akan mengeluarkan yang terbaik dari hidup kita, dan melihat hari besok lebih baik dari hari ini.
Amen!

Arsip Catatan Khotbah