TOTALITAS DALAM MENGIRING DAN MELAYANI YESUS – Oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya 1 – Minggu, 19 Maret 2023)

1 Korintus 9:24-27

1 KORINTUS 9:24
“Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya”.

1 KORINTUS 9:25
“Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.”

1 KORINTUS 9:26,27
“Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.”

PENDAHULUAN
Rasul Paulus menjelaskan bahwa pengikut Yesus, digambarkan seperti “atlet” yang  bertanding di arena. Rasul Paulus pakai gambaran ini agar kita mengerti apa yang harus kita lakukan dan apa yang tidak kita lakukan dalam hidup ini (setelah kita menerima keselamatan).

Sebagai pengikut Yesus, kita harus tahu ilustrasi ini sebab bila kita sembrono menjalani hidup ini, maka kita gagal dalam perlombaan hidup ini, karena kita dinilai melanggar ketentuan dalam perlombaan hidup ini.

Di Yunani, tidak semua orang bisa mengikuti suatu perlombaan sebab ada syarat bagi orang yang ingin mengikuti perlombaan. Dan syarat-syarat itu, antara lain:

1. Harus seorang yang sudah merdeka
Seorang atlet yang bisa bertanding adalah atlet yang merdeka. Seorang hamba/budak tidak berhak untuk mengikuti perlombaan.
Hal ini memberi pengertian bahwa orang yang berada dalam perlombaan iman, ia bukan sekedar ber-KTP kristen tapi ia benar-benar telah dimerdekakan dari jajahan Iblis dan kuasa dosa karena penebusan korban Yesus di kayu salib.

2. Melalui pemusatan latihan
Orang percaya yang turut perlombaan iman, menyakini jika ia keluar sebagai pemenang. Ia menjadi pribadi yang berdisiplin dan totalitas dalam mengiring Yesus dan melatih diri dan mengikuti pelatihan. Artinya pengikut Yesus yang ada dalam perlombaan iman, adalah jemaat yang taat, setia, terlatih, kuat dan bertahan dalam menghadapi ujian dan tantangan yang dihadapi dalam hidupnya sehingga dalam pertandingan iman, ia memuliakan Yesus, dan tidak mempermalukan.

3. Nama dan tempat asal pelomba didata
Orang yang mengikuti perlombaan iman, memiliki identitas pasti, yaitu nama, tempat lahir dan keluarganya. Artinya, orang yang turut perlombaan iman ialah Pengikut Yesus yang telah bertobat, lahir baru, dan namanya dicatat dalam “Buku Kehidupan” di sorga, Wahyu 20:15.

4. Ada upah, pahala atau mahkota bagi pemenang lomba
Orang percaya yang mengambil bagian dalam pertandingan iman saat tiba di garis akhir,  Allah berikan upah, pahala atau mahkota kemuliaan.
Timotius 4:7,8; Yakobus 1:12; 1 Petrus 5:4; Wahyu 3:11.

5. Figur Yang Berdisiplin
Sebagai atlet yang ingin menang lomba, ia tidak cukup memenuhi syarat nomor 1-4. Tetapi, ia tidak mengabaikan sikap: disiplin diri yang tinggi dalam dirinya. Artinya tidak puas karena telah percaya dan lahir baru dan hal-hal lainnya. Tetapi ia akan sungguh-sungguh berjuang dalam perlombaan iman, yaitu totalitas dan berkomitmen; menyangkal diri; tidak mudah tergoda bujuk rayu dosa dan dunia tapi fokus mengarahkan dirinya pada garis akhir yaitu keselamatan dan pahala yang disediakan Yesus bagi pengikut-Nya yang setia.

1 KORINTUS 9:24
“Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya”.

1 KORINTUS 9:25
“Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.”

PERLOMBAAN DUNIA
Seorang atlet yang bertanding, mereka memberi hidupnya, fokus dan totalitas untuk upah yang akan binasa. Mereka melatih diri, disiplin diri, dan fokus penuh serta totalitas untuk mendapat upah atau pahala atau mahkota yang akan binasa.

PERLOMBAAN IMAN
Sebagai orang percaya, di dalam Yesus, kita bertanding dalam perlombaan iman, di mana kita harus jauh lebih fokus dan lebih totalitas dibanding mereka yang mengejar upah, pahala atau mahkota yang dunia sediakan dan janjikan. Sebab itu, untuk upah, pahala dan mahkota yang kekal, seharusnya di hadapan Yesus , kita lebih unggul, sungguh-sungguh di segala hal dibanding mereka yang mengejar upah, pahala dan mahkota dunia.

PERBEDAAN KESELAMATAN DAN PAHALA
1 Korintus 9:27 
“Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.”
Perlu kita ketahui dan mengerti bahwa keselamatan adalah pemberian Allah  yang diberi kepada kita secara cuma- cuma atau gratis, Efesus 2:7,8.

Sedangkan untuk menerima upah, pahala atau mahkota dari Allah kita harus bertanding yaitu gambaran harus melayani, berkorban, berbuat baik kepada sekecil apapun yang bisa kita lakukan bagi yang membutuhkan dengan motivasi KASIH. Yesus akan beri kita upah; pahala yaitu mahkota kemuliaan, Matius 10:42.

Tapi Paulus tidak mau dalam bertanding atau berlomba dengan sembarangan. Kalau digambarkan atlet lari, ia berlari dengan cara sembarangan. Kalau digambarkan seperti petinju Rasul Paulus tidak mau seperti seorang petinju yang sembarang memukul. Sebab kalau Rasul Paulus bertindak seperti atlet yang bertanding dengan sembarangan, maka hakim atau wasit akan memberikan sanksi kepada atlet yang bertanding secara sembarang itu.

Apakah arti dan maknanya ini bagi kita?
Atlet yang bertanding secara sembarangan akan berhadapan dengan hakim atau wasit yang akan menjatuhkan hukuman (sanksi) kepada atlet yang bertanding sembarang. 

Caranya:
Di garis finis, atlet itu dinyatakan DITOLAK sebagai pemenang, artinya, atlet itu tidak menerima upah, pahala atau mahkota.

Arsip Catatan Khotbah