Yesus sebagai Tuhan, Juruselamat – oleh Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Raya 3 – Minggu, 11 Desember 2022)

Hari ini kita akan belajar menjadi saksi yaitu tentang identitas Yesus yang terdapat dalam kisah kelahiran Tuhan Yesus. Persiapan menyambut Natal ini saya membawa tema ini yaitu tema kesaksian, minimal ada 6 saksi memberikan kesaksian tentang Yesus sebagai Tuhan, Juruselamat, Kristus, Penebus, Raja, dan Anak Allah. 

Pada bagian ketiga kita akan belajar tentang “Kesaksian Elisabet tentang Yesus Adalah Tuhan”
Lukas 1:39 Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. 
Lukas 1:40 Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Lukas 1:41 Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, 
Lukas 1:42 lalu berseru dengan suara nyaring: ”Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. 
Lukas 1:43 Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?
Lukas 1:44 Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.
Lukas 1:45 Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.”

Pendahuluan
Hari-hari itu adalah hari-hari yang luar biasa bagi Maria. Kisah ini dimulai tentang Seorang malaikat Tuhan mengunjungi Maria, memberi berita yang luar biasa: “sesungguhnya engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan hendak engkau akan menamakan Dia Yesus.”

Keraguan dan diyakinkan
Maria sempat bertanya seperti meragukan.
Lukas 1: 34-36 “Bagaimana hal itu mungkin terjadi? karena aku belum bersuami ” dan malaikat itu meyakinkan Maria diayat dan sesungguhnya Elisabet sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.

Maria diyakinkan dan percaya sampai akhirnya Maria berkata ayat 38 “sesungguhnya Aku adalah hamba Tuhan. Terjadilah padaku menurut perkataanmu.” 
Tetap di hati Maria dia ingin lebih dalam dipercaya akan berita malaikat itu sehingga ayat 39 yang kita baca tadi beberapa waktu kemudian Maria pergi ke pegunungan Yehuda.

Lukas 1:39 Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. (Pada hari-hari itu Maria bangkit dan pergi dengan tergesa-gesa ke pegunungan. Lukas 1:39)

Kemana tepatnya Maria pergi? Lukas 1:40 – Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Maria pergi kesanak saudaranya yaitu Elisabet.

Tentang Elisabet dan Zakaria
Lukas 1:5 Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. 
Lukas 1:6 Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.
Lukas 1:7 Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya. 

Kesaksian seorang wanita lanjut usia yang bernama Elisabet.
Dari pembacaan tadi dijelaskan Elisabet adalah seorang wanita yang saleh, “menuruti semua ketetapan dan perintah Tuhan dengan tidak bercela dia menikah dengan Zakharia yang adalah seorang imam.” Pasangan itu tidak memiliki anak, ia disebut mandul dan Lukas memberi tahu kita bahwa mereka sudah lanjut usia.

Seorang malaikat Tuhan (Gabriel) telah menampakkan diri kepada Zakharia ketika dia melayani di bait suci dan mengumumkan bahwa Elizabeth akan melahirkan seorang putra baginya. Zakharia tidak mempercayai janji itu dan kekuatan berbicara diambil darinya. Seorang imam yang tidak percaya Firman Tuhan, sehingga Zakharia dibungkam sampai janji Tuhan dipenuhi. Jadi, Maria tiba di depan pintu kerabatnya Elisabet dan ada hal yang luar biasa, ada tiga hal yang saya perhatikan ada pemandangan yang indah dan menarik dari kisah kesaksian Elisabet ini.

1. Percaya dan Mengaku Yesus adalah Tuhan
Ayat 43  “Siapakah aku ini sampai Ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?”
Apa arti kata ibu Tuhanku? Artinya bahwa Yesus yang lahir melalui perawan Maria adalah Allah sejati. Jadi istilah kata ibu Tuhanku adalah karena melalui Maria sang Firman mengambil rupa sebagai manusia, dan dilahirkan. Istilah ini dalam bahasa Yunani adalah Theotokos jadi yang dilahirkan adalah benar-benar Allah yang menjadi manusia, jadi kalimat “Maria sebagai ibu Tuhanku justru menegaskan keTuhanan Tuhan Yesus.

Perhatikan bahwa Elisabet mengakui Yesus sebagai Tuhannya. Thomas mengakui Yesus sebagai “Tuhanku dan Allahku” setelah kebangkitan (Yohanes 20:28). Tetapi berbeda dengan Elizabeth memanggil atau mengaku Yesus Tuhannya bahkan sebelum Dia lahir! Ini menimbulkan pertanyaan penting: Seberapa banyak yang Saudara perlu ingin ketahui dan ingin membuktikan tentang Yesus sebagai Tuhan, sebelum Saudara tunduk dan percaya kepadanya sebagai Tuhan? 

  • Elisabet tidak tahu apa-apa tentang baptisan Yesus atau transfigurasinya di mana ia dikukuhkan dari surga sebagai Anak Allah yang dikasihi.
  • Dia tidak tahu apa-apa tentang kematian Yesus di kayu salib di mana dia menjadi korban yang dipersembahkan bagi orang berdosa untuk membawa kita damai dengan Tuhan.
  • Dia tidak tahu apa-apa tentang kebangkitan Yesus yang perkasa dari kematian, dan tidak tahu akan ada penampakannya kepada murid-muridnya, yang berbicara dan makan bersamanya selama 40 hari.
  • Dia tidak tahu apa-apa tentang kenaikan Yesus ke sorga di mana murid-muridnya melihat dia diangkat ke awan, dengan tangan terangkat untuk memberkati mereka.
  • Dia tidak memiliki Perjanjian Baru, dan dia tidak bisa menghadiri gereja.

Yang dimiliki Elizabeth hanyalah satu kebenaran sederhana yang mengubah hidup: Tuhan menjadi manusia di dalam Yesus, anak yang lahir dari Maria. 
Elisabet dengan cepat menyadari jika anak ini adalah Tuhan artinya Dia adalah Tuhan atas segalanya.  Dan jika Dia adalah Tuhan dari semua, Dia harus menjadi Tuhanku. Nah, inilah ada pertanyaan dibagian ini yang ingin saya ajukan kepada saudara saat kita mencoba menerapkan semua ini dalam kehidupan kita sendiri hari ini. Apakah Saudara percaya dan mengakui Yesus sebagai Tuhan?Bisakah Anda berdiri dengan Elizabeth saat dia menyebut Yesus “Tuanku”? Apakah itu sesuatu yang bisa saudara katakan?

  • Jika Yesus adalah Tuhanmu, hidupmu bukan lagi milikmu sendiri tetapi hidup kita sepenuhnya adalah milik Tuhan. Saudara, dalam kata-kata Maria, adalah sesungguhnya aku ini adalah “hamba Tuhan” (Lukas 1:38). Semua yang kita miliki, dan semua yang pernah kita harapkan adalah milik-Nya, karena saudara miliknya. Dia adalah Tuhanmu.
  • Jika Yesus adalah Tuhanku maka Yesuslah yang akan memimpin jalan saudara, Jalan di mana Yesus memimpin Saudara mungkin bukan kepada  jalan yang akan saudara pilih, sukai, atau yang saudara harapkan, tetapi itu adalah jalan di mana Saudara akan menemukan sukacita besar, karena itu adalah jalan di mana Yesus akan berjalan bersama saudara dan didalamnya Dia akan bekerja memenuhi tujuan-Nya untuk saudara.
  • jika Saudara jadikan Yesus, mengakui Dia adalah Tuhan maka Ada kebebasan, kelepasan, dan sukacita yang datang ketika Saudara menyerahkan diri Saudara sepenuhnya kepada Tuhan Yesus Kristus. Masih ada lagi didalam Roma 10:9 Alkitab berkata, “Jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, kamu akan diselamatkan”

Saudara akan diselamatkan! Itu berarti, dengan kekuasaan-Nya yang berdaulat, Anda akan dibebaskan dari kuasa iblis. Dia akan mengampuni dosa-dosa kita. saudara tidak akan pernah menghadapi penghukuman. Sebaliknya, Saudara akan dibawa ke dalam HUBUNGAN yang benar-benar baru dengan Tuhan di mana Dia adalah Bapa  dan KITA mengalami hidup sebagai anak-Nya.

Dan semua ini berlaku bagi orang yang mengatakan, “Yesus adalah Tuhan!” Dan karena Yesus adalah Tuhan atas segalanya, Dia pastilah Tuhan atasku! 

2. Mengalami Sukacita Kegembiraan;Kegirangan;
Seluruh adegan ini penuh dengan kegembiraan.Berapa banyak kegembiraan yang ada di dalamnya?

Elizabeth bergembiran.
Lukas 1:44 Elisabet berkata, “Ketika salammu sampai ke telingaku, anak yang di dalam kandunganku melonjak kegirangan”
Elizabeth dipenuhi dengan Roh Kudus. (Lukas 1:41) artinya Elisabet bergembira.

Maria  bergembiran.
Terlihat dalam nyanyian pujian Maria Ayat 47 dan hatiku bergembira karena Allah juruselamatku. Setelah Iman maria diteguhkan dengan kesaksian Elisabeth bahwa Yesus dalam kandungan Maria adalah Tuhan maka ada kegirangan, sukacita, bergembira. 

Mengakui Kristus sebagai Tuhanmu akan menambah sukacitamu, kegembiraan dan kegirangan.  Mengaku Yesus adalah Tuhan dan menjadikan Dia Tuhan dalam hidup saudara akan menemukan sukacita yang lebih besar karena Yesus adalah harta berharga dari segalanya.Apakah Saudara bersukacita atas kedatangan Kristus?

Pikirkan tentang Elizabeth dan MARIA: Kedua wanita ini menghadapi kesulitan dan ketakutan yang sangat besar dan kesulitan yang mungkin tidak serupa dihadapi beberapa dari Saudara hari ini. Keduanya hamil dan perekonomian terbatas miskin. Salah satunya belum menikah Maria yang awalnya takut dengan masyarakat sekitar, ancaman, hinaan,. Yang satunya yaitu Elisabet memiliki suami yang tidak dapat berbicara. Tapi para wanita ini memiliki sukacita!

Sukacita mereka dikerjakan oleh Roh kudus, sukacita mereka menyambut kedatangan Yesus. Sukacita mereka ada dalam janji Allah dan digenapi dalam hidup mereka. Bagaimanapun sulitnya hidup saya dan saudara atau apapun yang akan terjadi nantinya, jangan takut Tuhan ada di pihak saya dan Tuhan ada bersama saya, dan semua tujuan-Nya akan terpenuhi. Inilah sukacita orang-orang yang berkata kepada Yesus, “Engkau adalah Tuhanku.” Dan kegembiraan ini bisa menjadi milik Anda!

3. Percaya akan Janji Tuhan
Lukas 1:45 Berbahagialah dia yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan Firman Tuhan kepadanya akan terlaksana.
Percaya disini mempercayai janji Tuhan pasti digenapi.

Maria  percaya tapi masih butuh peneguhan lagi. Elizabeth datang di sampingnya dan berkata, “Maria, janji itu akan dipenuhi. Tuhan telah memenuhi janjinya kepada saya. Dia selalu menepati janjinya. Dia akan memenuhi janjinya kepada saudara. Apa yang dia katakan akan tercapai.”

Sepakat Percaya akan Janji Tuhan
Ini adalah contoh yang luar biasa dari dua wanita yang saling bersepakat untuk percaya pada janji Tuhan yang luar biasa.
Elisabet hadir sebagai penyemangat iman Maria: “Apa yang dijanjikan Allah akan digenapi.”
Elisabet adalah satu-satunya orang yang dapat mendampingi Maria dan memperkuat imannya dengan memberikan kesaksian tentang Yesus dan mereka tinggal bersama selama 3 bulan.

Perlunya persekutuan orang yang percaya dimana mengakui Yesus adalah Tuhan , agar kita bisa saling menguatkan dalam percaya dan sama-sama mempercayai setiap janji-janji Tuhan akan berdampak luar biasa bagi gereja/persekutuan, bagi pribadi lepas pribadi krn Allah dapat menyatakan pertolongannya, kekuatan dan meningkatkan sukcita kita 

Apakah Saudara akan mendorong orang lain untuk percaya? Sangat mengejutkan bagi saya bahwa Zakharia sama sekali tidak ditampilkan dalam cerita ini. Namanya diperikop ini muncul sekali di ayat 40: Maria “memasuki rumah Zakharia dan menyapa Elisabet.”  Zakharia mengaku beriman. Dia melayani di bait suci. Tetapi ketika Firman Tuhan datang saat ia melayani di bait suci, ia meragukan kuasa Tuhan.

Lukas 1:20  Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-katasampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya.

Jadi Zakaria tidak mengatakan apa pun yang dapat memperkuat iman istrinya Elisabet, atau menyambut Maria, kerabatnya.

Ada sesuatu yang sangat menyedihkan tentang orang-orang yang mengatakan bahwa mereka adalah orang Kristen, yang bergabung dengan gereja, tetapi mereka tidak dapat memperkuat iman orang lain karena mereka sendiri tidak menjalankan iman kepada Firman Allah. Kesaksian Saudara dapat menguatkan Iman saudara seiman, kesaksian saudara dapat membawa jiwa bagi Tuhan bahwa Yesus adalah Tuhan.

Jika ada saudara yang saat-saat ini meragukan Firman atau janji Tuhan, mari percayalah. Jika ada kegembiraan dan sukacita dalam diri Elisabet dan Maria mengapa kita menunda lagi untuk kita mengakui, percaya Yesus adalah Tuhan bahkan satu-satunya Tuhan yang memimpin, memiliki kehidupan kita dan sukacita itu akan menjadi bagian kita, kita membangun iman percaya kepada setiap janji Tuhan dalam hidup kita. Semua janjiNya ya dan Amin.

Kesimpulan
Sukacita yang Tuhan kerjakan dalam diri saudara akan mengalahkan ketakutan, kecemasan dan sukacita akan menguatkan saudara menghadapi segala musim hidup saudara, akui Dia satu-satunya sebagai Tuhan dalam hidup kita maka sukacita iitu akan memenuhi hidup kita dan terus percaya bahwa janjiNya akan digenapi dalam hidup kita.

Arsip Catatan Khotbah