2 Korintus 4:7 (TB)
“Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami”
Pendahuluan
Paulus mengumpamakan kehidupan orang percaya seperti bejana tanah liat. Tanah liat artinya suatu benda yang tidak ada artinya, mudah pecah dan hancur. Tetapi bejana tanah liat ini dapat melakukan perkara yang diluar batas kemampuannya karena ada kekuatan yang bekerja didalamnya. Kekuatan yang dimaksud adalah kekuatan yang tidak terbatas, melimpah-limpah yang berasal dari Allah. Yang didalamnya ada kekayaan atau harta rohani yang indah. Harta kekayaan yang rohani inilah yang mengerjakan kekuatan, pertolongan, mukjizat dalam kehidupan kita.
Kekuatan yang dikerjakan Allah didalam bejana tanah liat:
1. Kekuatan untuk menjadi Pelayan Tuhan
Ayat 1 Oleh rahmat Allah kami telah menerima pelayanan ini. Oleh karena itu kami tidak tawar hati.
Menjadi pelayan Tuhan adalah suatu kehormatan bahkan upah karena Tuhan sudah sangat baik dalam kehidupan kita, Ia mengorbankan diriNya bagi kita. Ingat keselamatan yang kita terima karena pelayanan Yesus dan kita melayani Yesus karena kita sudah diselamatkan. Yang memberikan kesanggupan Rasul Paulus, kesanggupan kita menjadi pelayan Tuhan adalah Allah sendiri.
Sebagai pemberita injil tentunya tidaklah mudah yang dihadapi rasul Paulus, begitu juga dalam melayani tetapi ia tidaklah tawar hati karena Allah yang memberikan ia kekuatan (perhatikan ayat 1).Dalam pelayanan justru akan menghadapi tantangan atau rintangan
- Ingat kisah tentang Marta dan Maria? Ada yang merasa susah hati, bersungut-sungut karena pelayanan. Lukas 10:40-41, Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli,bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.” Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatirdan menyusahkan diri dengan banyak perkara.
- Ingat perumpamaan anak Yang hilang, sulung yang bersungut-sungut merasa melayani Bapa dan menjadi kecewa. “Aku telah bertahun-tahun melayani.”
Lukas 15:28-29 Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia. Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: “Telah bertahun-tahun aku melayani bapa.” - Euodia dan Sintikhe tidak sehati dan sepikir karena masalah dalam pelayanan.
Filipi 4:2 – Euodia kunasihati dan Sintikhe kunasihati, supaya sehati sepikirdalam Tuhan.
Didalam pelayanan juga kita akan dapatkan hal yang sama, tetapi jika kita memiliki kekuatan Allah yang berlimpah-limpah maka saat kita melayani kita tidak menjadi tawar hati.
2. Menjadi pribadi yang hidup didalam kebenaran
Ayat 2 – Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah. Sebaliknya kami menyatakan kebenaran…
Paulus menolak semua perbuatan tersembunyi yang memalukan, ini perkara yang dilakukan tidak terus terang. Sembunyi artinya kepada hal yang memalukan dan motivasi yang terselubung yang bertentangan akan frman Tuhan dan Paulus benar-benar membuang bahkan menolak hal seperti ini. Karena Paulus dimampukan dengan kekuatan yang melimpah dari Allah untuk hidup didalam kemurnian firman Allah, menghargai kesucian dalam melayani Tuhan.
3 Yohanes 1:4 –Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran.
Hidup dalam kebenaran bukan berarti kita hanya berdoa, beribadah dan aktif dalam pelayanan. Tetapi hidup dengan benar dalam setiap aspek kehidupan kita. Baik dalam dunia pekerjaan kita, sekolah, hubungan dengan sesama dan dalam semua aktifitas yang kita lakukan sehari-hari. Menghidupi firman Tuhan dan melakukannya dalam seluruh kegiatan yang kita lakukan, akan membuat hidup kita dibimbing Roh Kudus kejalan-jalan kebenaran.
Aspek-aspek Kehidupan yang kita lakukan Dalam Kebenaran
a. Mencari Kebenaran
Ini merupakan kerinduan terdalam yang Allah letakkan dalam hati manusia. Sebelum kebenaran sejati itu ditemukan, manusia akan terus berusaha mencari dan mencari. Pencarian kebenaran banyak dilakukan para ahli filsafat, sehingga ditemukanlah definisi-definisi tentang “kebenaran”. Alkitab menyatakan bahwa mereka yang lapar dan haus akan kebenaran disebut berbahagia atau diberkati, sebab mereka akan dipuaskan (Mat. 5:6).
Alkitab juga menyatakan adanya pernyataan yang identik tentang “kebenaran”, yaitu “Firman-Mu adalah kebenaran” (Yoh. 17:17) dan “Akulah Jalan, Kebenaran, dan Hidup, …” (Yoh. 14:6). Itu berarti bahwa pencarian akan kebenaran baru akan berakhir jika kita mengenal Allah yang telah memberikan penyataan atau pewahyuan tentang Diri-Nya di dalam Alkitab, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
b. Hidup dalam Kebenaran
Setelah kita mengenal kebenaran yang mutlak itu yaitu Alkitab dan pribadi Yesus Kristus, maka kini kita harus hidup dalam kebenaran. Status kita adalah “orang benar” oleh karya penebusan Yesus Kristus, tetapi proses menjalani hidup dalam kebenaran tetap harus kita lakukan sebagai bentuk ketaatan. Perhatikan perintah Tuhan dalam ayat-ayat berikut ini:
- Berpikir benar – “… semua yang benar … pikirkanlah semuanya itu” (Flp. 4:8).
- Berkata benar – “… berkatalah benar seorang kepada yang lain …” (Efs. 4:25).
- Bertindak benar – “… dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir” (Amos 5:24).
c. Memberitakan Kebenaran
Sesudah kita mencari dan mengenal kebenaran, hidup di dalamnya, kita juga harus memberitakannya. Kita harus memiliki keberanian dari Tuhan untuk menyatakan kebenaran di mana pun juga, dengan segala resiko. Stefanus memberitakan kebenaran dan ia dirajam batu.
Kita harus menegur rekan kita jika hidup dalam dosa. Kita harus terus menyuarakannya. Selalu akan ada upaya dari pelbagai pihak untuk membungkam kebenaran, tetapi jika kita kemudian diam seribu bahasa, maka banyak orang tidak akan tiba pada kebenaran itu.
3. Meninggikan dan mempermuliakan nama Yesus
Ayat 5 Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus.
Harta rohani ini yang membawa kita untuk mempermuliakan nama Yesus. Paulus melayani, memberitakan firman Allah untuk masyuran nama Allah, bukan untuk dirinya sendiri. Paulus tidak mancari keuntungan bagi diri sendiri. Tujuan hidup Paulus adalah agar Tuannya dikenal dan menjadi terkenal di dunia, sebagai Mesias, Juruselamat dan Tuhan yang benar.
Kolose 3:24 Kristus adalah Tuan dan kamu adalah hamba-Nya.
2 Korintus 4:7 (TB) “Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami
4. Bertahan didalam Iman yang kokoh
Ayat 13 namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: “Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata,” maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.
Iman yang sama artinya iman yang sama dimana orang- benar dalam perjanjian lama melayani, bekerja dan menderita beroleh kemenangan.
Mazmur 116:10 Aku percaya, sekalipun aku berkata: “Aku ini sangat tertindas.
2 Tim 1:12 itulahlah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nyakepadaku hingga pada hari Tuhan.
Lima dimensi Iman
– Iman yang menyelamatkan (Rm 12:3, Ef 2:8-9), adalah pemberian Allah, merupakan dasar dari iman, sifatnya pasif, menerima.
– Buah-buah Iman, adalah iman yang aktif yang meresponi firman Allah, Lukas 5:4-5
– Karunia Iman adalah pemberian Allah kepada seseorang untuk mengerjakan perkara yang heran 1Korintus 12:8-10
– Pengajaran Iman, iman yang digunakan untuk bertahan dalam menghadapi kesulitan atau kesukaran Yudas 1:3
– Iman yang sempurna, didalamnya tidak ada unsur keraguan terhadap Allah dan Firman-Nya.
2 korintus 4:8-10 Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa. Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.
Apa harta Rohani yang indah didalam kita?
2 Korintus 4:7 (TB) “Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.”
1. Injil yang hidup memberi keselamatan yaitu pribadi Yesus sebab didalamya ada kekuatan yang berlimpah-limpah, kekuatan yang menyelamatkan, kekuatan yang memampukan kita bertahan, kekuatan untuk menyatakan tanda mukjizat dan itu ada dalam bejana tanah liat yaitu saya dan saudara orang percaya kepadaNya.
Roma 1:16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkansetiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.
2. Roh kudus Yohanes 14:16 Ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang lain supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya Roh kebenaran.
Roma 15 : 13 Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.-