Wahyu 3:1-6
PENDAHULUAN
Kota Sardis terkenal dengan kekayaan emasnya, penduduknya hidup makmur karena kekayaan yang dihasilkan kota ini. Jemaat atau pengikut Yesus di kota ini pun berkelimpahan berkat dan harta serta kekayaan yang berlimpah. Tapi, kualitas rohani jemaat Sardis buruk.
Wahyu 3:1“Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh Bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!”
Yesus memperkenalkan diri sebagai Firman,yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh Bintang itu. Tujuh di ayat ini, bukanlah bicara bilangan atau jumlah, tapi Tujuh di sini mengandung arti: “Sempurna” atau “Kemahasempurnaan Yesus.” Kepada jemaat Sardis, Yesus perkenalkan diri-Nya sebagai Firman Allah yang adalah “Pribadi Allah Yang Sempurna” yaitu tidak ada sedikitpun kekurangan atau kelemahan, atau cacat maupun cela sebab, Yesus adalah Allah yang sempurna.
Wahyu 3:2
“Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satupun pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku.”
Di depan manusia, jemaat Sardis bisa bersandiwara bahwa mereka adalah orang Kristen yang baik, suci, taat dan berkenan Tapi, pada pandangan Yesus, jemaat Sardis tidak bisa bersandiwara atau berpura-pura. Mengapa? Sebab Yesus telah menyatakan diri-Nya bahwa Yesus adalah ALLAH Yang Maha Sempurna di dalam segala perkara.
Amsal 28:13,14
“Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya akan disayangi.”
Berbahagialah orang yang senantiasa takut akan Tuhan, tetapi orang yang mengeraskan hatinya akan jatuh ke dalam malapetaka.
Dalam Wahyu Yesus katakan bahwa Dia adalah Allah Yang Maha Tahu itu, tapi Yesus juga adalah: “Allah Yang Maha Kasih”. Oleh sebab itu, Yesus tidak menghendaki ada seorang pun dari jemaat Tuhan di Sardis yang binasa sebab itu perhatikanlah nasihat Yesus kepada jemaat Tuhan yang ada di Sardis:
“Bangunlah, dan Kuatkanlah Apa yang Masih Tinggal yang Sudah Hampir Mati.”
Dari nasihat Yesus ini, kita bisa simpulkan bahwa walaupun kerohanian jemaat Tuhan di Sardis, sudah berada pada titik kritis, nyaris binasa tetapi karena kasih Yesus yang begitu besar, Yesus berusaha menyelamatkan jemaat di Sardis.
HAMPIR MATI
Tidak dijelaskan apa yang jemaat Sardis perbuat sehingga mereka dinilai hampir mati.
“Bangunlah,dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati,sebab tidak satupun pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku.”
BANGUNLAH
Apakah ada di antara kita yang iman dan kerohaniannya sudah merosot begitu rupa sehingga kondisi rohaninya seperti sedang tertidur lelap, bahkan terbaring sakit karena terpapar dosa yang sedang merajalela di akhir zaman. Apakah dosa-dosa tersebut Kecurangan, ketidakjujuran, selingkuh, pedukunan, perzinahan jasmani; perzinahan rohani, korupsi bahkan ada kecenderungan imannya kepada Yesus mulai hilang). Kalau satu saja dari tanda-tanda ini ada di dalam diri kita, kita harus bertindak! Bangun, buang dan tinggalkan semua dosa dan semua kejahatan itu dari diri kita. Kalau tidak akan tiba saatnya, dimana kesempatan yaitu kemurahan Allah akan diambil dari diri kita dan kesempatan serta kemurahan itu akan tertutup sama sekali bagi kita.
MASA KEMURAHAN ALLAH AKAN BERAKHIR
Akan tiba saatnya dimana Allah tidak akan lagi berkemurahan kepada manusia, itulah yang terjadi saat manusia tersebut sudah masuk dalam masa pemerintahan AntiKris, dimana manusia harus memperjuangkan imannya sendiri saat masuk dalam masa pemerintahan tersebut.
Kuatkanlah Apa yang Masih Tinggal yang Hampir Mati
Inilah wujud kasih dan kemurahan Yesus kepada setiap pengikut Yesus yang sudah terpuruk bahkan hampir mati secara rohani oleh karena dosa yang diperbuatnya, sama seperti jemaat di Sardis.
Seperti Cerita Anak Yang Hilang, Lukas 15:11-32
Semua harta yang diwariskan Bapa kepada si anak yang terhilang ini, tak ada satupun yang tersisa pada si anak terhilang ini yang masih tersisa pada diri anak terhilang itu adalah keyakinan atau iman dan harta dan dengan modal iman dan harapan, anak yang terhilang hidupnya dipulihkan dan inilah sifat dari Bapa kita yang akan bersukacita ketika anaknya yang telah hilang kembali dalam pangkuannya. Amin!