Tiga orang dari Yerikho – Oleh Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Raya 1 – Minggu, 19 November 2023)

Pendahuluan
Dalam perjanjian lama, Yerikho dikenal sebagai sebuah kota yang dikelilingi oleh tembok yang tebal dan kuat, tetapi oleh kuasa Tuhan dalam pimpinan Yosua Tembok yang tebal dan kuat itu dapat diruntuhkan.

Kita akan belajar tentang 3 orang dari Yerikho yang hidup di zaman yang berbeda.
1. Rahab
Yosua 2:1 Yosua bin Nun dengan diam-diam melepas dari Sitim dua orang pengintai, katanya: “Pergilah, amat-amatilah  negeri itu dan kota Yerikho. ” Maka pergilah mereka dan sampailah mereka ke rumah seorang perempuan sundal, yang bernama Rahab, lalu tidur di situ.

2. Bartimeus
Markus 10:46 Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan.

3. Zakheus
Lukas 19:2 Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.

Saudaraku, kita melihat tiga orang dari Yerikho punya kebutuhan yang berbeda, tetapi mereka punya kesamaan

1. Perlu pertolongan
Ketiganya perlu pertolongan :
Rahab butuh pertolongan akan keadaan kehidupannya, ia ingin lepas dari ikatan persundalannya.

Yosua 2:11-12 Ketika kami mendengar itu, tawarlah hati kami dan jatuhlah semangat setiap orang menghadapi kamu, sebab TUHAN, Allahmu,  ialah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah.12 Maka sekarang, bersumpahlah kiranya demi TUHAN, bahwa karena aku telah berlaku ramah  terhadapmu, kamu juga akan berlaku ramah terhadap kaum keluargaku; dan berikanlah kepadaku suatu tanda yang dapat dipercaya, bahwa kamu akan membiarkan hidup ayah dan ibuku, saudara-saudaraku yang laki-laki dan yang perempuan dan semua orang-orang mereka dan bahwa kamu akan menyelamatkan nyawa kami dari maut.

Bartimeus sangat jelas bahwa ia butuh dibukakan matanya, ia ingin melihat.
Markus 10:51 Tanya Yesus kepadanya: “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang buta itu: “Rabuni,  supaya aku dapat melihat!”

Zakheus sekalipun ia secara jasmani berlimpah dengan harta duniawi tapi dilihat dari kerinduanya ingin melihat Yesus ada kerinduan bebas dari tekanan moral sebagai pemungut cukai.
Lukas 19:3 Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.

Jadi ketiga orang ini butuh ditolong, mereka gambaran orang yang terhilang, yang jauh dari Tuhan.

2. Punya harapan
Harapan Rahab muncul ketika la bertemu dengan orang Israel yang mengintai Yerikho. Oleh sebab itu kesempatan yang dimilikinya ia manfaatkan dengan baik malam itu juga Rahab berbicara kepada orang-orang Israel yang ada di rumahnya, akibatnya seluruh keluarganya diselamatkan.

Ibrani 11:31 Karena iman maka Rahab, perempuan sundal itu, tidak turut binasa bersama-sama dengan orang-orang durhaka, karena ia telah menyambut pengintai-pengintai itu dengan baik.
Harapan terlihat dari seseorang yang berusaha melakukan yang terbaik bahwa akan ada kehidupan dan masa depan didalam Tuhan.

Harapan Bartimeus, ia punya harapan saat Yesus melewati kota Yerikho. Baginya ini adalah kesempatan untuk dapat mengalami pertolongan. Itu sebabnya ketika diberitahukan orang bahwa yang lewat adalah Yesus, ia berseru kepadaNya, Bartimeus disembuhkan.

Markus 10:50 Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus.

Didalam Yesus ada harapan, ketika kita ingin mengalami perubahan dalam hidup kita, kita mau bangkit dari keterpurukan kita, Bartimeus setelah berseru ia meninggalkan jubah lamanya, jubah andalan untuk mengemis dan punya harapan lebih dari jubah pencarianya selama ini untuk mendapatkan Yesus.

Harapan Zakheus juga punya harapan, perjumpaannya dengan Yesus, adalah suatu harapan untuk ia dapat berubah, keluar dari gaya hidup yang kotor.

Lukas 19:6 Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.
Ketika kita membuka hidup kita bagi Yesus tentunya ada harapan dimana Yesus lakukan yang ajaib dalam kehidupan kita. kesempatan itu adalah saat Yesus hadir, saat ini, saat saudara berjumpa dengan Yesus ada harapan Yesus mengubah segalanya.

3.  Punya iman
Iman Rahab
Yosua 2:11 Ketika kami mendengar itu, tawarlah hati kami dan jatuhlah semangat setiap orang menghadapi kamu, sebab TUHAN, Allahmu,  ialah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah.

Rahab punya Iman kepada Allah Israel, jika orang lain mendengar tentang Allah Israel dan menjadi tawar hati dan patah semangat tetapi berbeda dengan Rahab justru mengaku Allah Israel Allah diatas langit dan dibumi dan bawah.

Iman Bartimeus
Markus 10 :47 Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret,   mulailah ia berseru: “Yesus, Anak Daud kasihanilah aku!” Banyak orang menegurnya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku!”
Imannya dibangkitkan ketika ia mendengar tentang Yesus dan mendengar bahwa Yesus akan masuk ke kota Yerikho.

Iman yang sejati akan terus percaya walau banyak tantangan dihadapi.
Iman yang sejati akan terus melangkah walau keadaan tidak pasti.

Iman Zakheus Lukas 19: 3 Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.
Iman akan terlihat dari kerinduan untuk terus mengalami perjumpaan dan pengenalan lebih intim akan Yesus.

Roma 10:17  Jadi, iman timbul dari pendengaran,  dan pendengaran oleh firman Kristus.

4. Mengalami perubahan
Puncak perbedaan mereka adalah pada perubahan hidup yang mereka alami masing-masing.

Rahab dari seorang perempuan sundal diubahkan Tuhan, bahkan oleh kemurahanNya ia menjadi salah satu garis keturunan Sang Mesias (Matius 1:5 Salmon memperanakkan Boas dari Rahab Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai).
Tuhan memakai orang berdosa yang memiliki harapan, iman dan mengalami perubahan dalam hidupnya.

Bartimeus, dari seorang pengemis buta menjadi melihat dan tidak kembali kepada hidup yang lama. 
Markus 10:52 Lalu kata Yesus kepadanya: “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan  engkau!” Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.

Zakheus seorang pemungut cukai mengalami kelahiran baru dan hidup dalam persekutuan dengan Kristus setiap hari.
Lukas 19:8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”

Dari paparan diatas kita dapat menarik kesimpulan bahwa Rahab, Bartimeus dan Zakheus adalah gambaran orang yang mengalami penderitaan secara tubuh, jiwa dan roh, tetapi oleh Tuhan ketiganya mengalami pertolongan. Bagaimana dengan Saudara? Apakah saudara sedang mengalami masalah seperti Rahab, atau Bartimeus, atau Zakheus? Datanglah pada Yesus, Dialah jawaban segala sesuatu. Haleluya!!

Semua orang punya masa lalu yang kelam, punya masalah dan kebutuhan yang berbeda.
Harapan yang membuat kita bangkita dan maju.
Iman yang menjadikan kita percaya dan mengalami kuasa Tuhan.
Perubahan akan menjadi bagian dalam hidup kita

Arsip Catatan Khotbah