Gerejaku Keluargaku – Oleh Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Raya 1 – Minggu, 2 Juni 2024)

Pendahuluan 
Ketika kita berbicara mengenai gerejaku keluargaku, itu tidak hanya sekedar gambaran atau simbolis saja, tapi merupakan sebuah eksistensi (keberadaan) yang nyata bagi kita semua.

Ada 2 kata kunci di sini, yaitu gerejaku dan keluargaku. Apa yang dimaksud dari kata milik “ku” di dalam kedua kata ini?

GEREJA
Pengertian gereja ada dua yaitu:
1. Gereja Fisik/ Gedung 
2. Gereja adalah orang percaya yang dipanggil keluar dari kegelapan menuju terang yang ajaib “Ekklesia.”

1 Petrus 2:9-10 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat  yang rajani, bangsa  yang kudus , umat kepunyaan Allah  sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya  yang ajaib:  kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya,  yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

Jadi, gereja adalah kita  yang telah dipanggil keluar oleh Allah dari kegelapan untuk menjadi orang percaya dan Tuhan memiliki rancangan dan tugas bagi kita masing-masing, yaitu untuk menjadi perantara-Nya bagi manusia, imamat rajani Allah di dunia (1 Petrus 2:9). 

Kita ditempatkan di mana kita berada sekarang pun adalah bagian dari rencana Allah untuk kita berkarya dan menjadi terang dimana Tuhan telah menempatkan kita. Allah telah memilih dan memberikan kita kuasa untuk bersaksi dan menjadi terang sebagai umat-Nya dan gereja-Nya di dunia.

Gerejaku, terlihat seperti menunjukkan rasa memiliki gereja tersebut, padahal gereja adalah milik Allah. Memang gereja adalah milik Allah, dan kita dipanggil Allah untuk menjadi gereja-Nya, tetapi ketika kita berkata gerejaku maka ada kesadaran setiap kita semua ikut berperan mengambil bagian untuk berkontribusi bagi gereja kita. Dan ketika kita berkata gerejaku maka kita juga menjadi anggota gereja (jemaat) dimana kita ditempatkan Allah di GPdI Mahanaim Tegal untuk bertumbuh, melayani, mengasihi dan memperlengkapi. 

KELUARGAKU
Tentang keluarga jasmani dan keluarga rohani.

Keluarga jasmani ada suami, istri dan anak-anak, orang tua dan saudara-saudara kandung. Inilah keluarga yang lahirkan dalam ikatan secara jasmani. Keluarga Jasmani adalah keluarga inti yaitu suami, istri dan anak-anak. Keluarga besar yaitu berhubungan dengan ikatan darah.

Keluarga rohani adalah keluarga yang dipersatukan didalam iman kepada Yesus Kristus yang mati diatas kayu salib bagi dosa-dosa kita yang menjadi kita dari berbagai latar belakang suku,bahasa dan budaya satu keluarga didalam Yesus kristus.

Galatia 3:28-29 –“Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka,tidak ada laki-laki atau perempuan,karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus. Dan jikalau kamu adalah milik Kristus,maka kamu juga adalah keturunanAbraham dan berhak menerima janjiAllah.”

Ketika kita berkata “Keluargaku” maka ada rasa kepemilikan bahwa kita punya keluarga jasmani dan keluarga rohani yang menjadi bagian dalam kehidupan kita.

Allah datang ke dunia menjadi manusia mati diatas kayu salib dan melalui karya-NYA diatas kayu salib hanya untuk memulihkan namanya hubungan, hubungan antara manusia dengan Allah dan hubungan manusia dengan sesama.

Gerejaku
Apa peranan penting yang akan kita berikan buat gereja fisik dan gereja yaitu pertumbuhan dan perhatian di dalam Tubuh Kristus ?

Keluargaku
Upaya apa yang akan kita lakukan untuk membawa dan memperhatikan keluarga jasmani dan keluarga rohani kita supaya mereka datang beribadah?

Gerejaku Keluargaku tanggung jawab kita:
1. Berkontribusi untuk pemeliharaan Gereja Fisik dan pertumbuhan Tubuh Kristus

  • Mengembalikan milik Tuhan
    Maleakhi 3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan…
    Kita harus menyadari sepenuhnya melalui Firman Allah, bahwa kewajiban membawa persepuluhan bukan hanya semata-mata aturan Gereja Pantekosta akan tetapi ini adalah Firman Allah.
  • Memberikan persembahan sukarela
    2Kor 9:7 Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. 
  • Setia beribadah
    Ibrani 10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
  • Melayani
    Yohanes 12:26 Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

2. Kehidupan dengan sesama keluarga
Mazmur 133:1-3 Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga ikatan tali persaudaraan dan persekutuan dengan sesama umat Tuhan yang lain dengan cara:

  • Menciptakan persekutuan yang rukun
    Sangat penting sekali bagi kita untuk menjaga dan mempertahankan hubungan dalam persekutuan yang erat. Sebab persekutuan yang rukun adalah merupakan wadah atau tempat yang paling tepat dan baik sekali untuk Allah menaruh berkat-berkatNYA. Gereja diberkati atau tidak tergantung dari respon kita dalam hal menciptakan suasana yang rukun atau tidak.
  • Memberi rasa aman dalam persekutuan
    Artinya orang merasa menikmati suasana persekutuan yang tenang, sejuk serta damai. Tidak dihantui oleh rasa cemas, kuatir, takut dll. Ada suasana bebas serta kondusif yang dimiliki dalam persekutuan bersama.
  • Tidak menjadi batu sandungan bagi sesama, 1 Kor 8:9
    Dalam pengertian hidup kita tidak membuat orang lain melakukan dosa yang sama dengan apa yang kita lakukan. Kita memberi sebuah contoh serta teladan yang berguna dan yang sesuai Firman Allah agar sesama jemaat kita tetap diberkati.
  • Saling mendoakan, Yakobus 5:16
    Pelayanan saling mendoakan satu dengan yang lain adalah merupakan tindakan yang dikehendaki oleh Tuhan. Kita memang tidak lepas dari yang namanya kelemahan baik secara fisik dan juga rohani. Itu sebabnya kita harus saling membangun satu dengan yang lain yaitu melalui saling mendoakan. Doa akan membuat kita tetap kuat dalam persekutuan.
  • Melayani dengan sebuah ketulusan hati, 1 Petrus 1:12
    Ketika melayani maka pelayanan itu harus didasari dengan hati yang mengasihi. Sebab pelayanan yang dilakukan tanpa kasih adalah sia-sia dan tidak mendatangkan berkat baik bagi kita serta orang yang kita layani. 1 Korintus 13:1-13.  

Kesimpulan
Gerejaku keluargaku, biarlah kita semakin memperhatikan dan berperan aktif, apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab kita sebagai orang percaya ditengah keluarga kita, ditengah gereja kita, persekutuan orang percaya.

Bagaimana peranan dan tanggung jawab kita? Kita mempunyai gereja, kita mempunyai keluarga. Jangan biarkan gereja ini menjadi gereja yang tidak berfungsi, jangan sampai orang-orang percaya sebagai keluarga menjadi gereja yang mati dan jangan biarkan kita mengabaikan keluarga jasmani kita untuk mereka dapat menjadi bagian didalam Tubuh Kristus.

Arsip Catatan Khotbah