Tema Natal Mahanaim Tahun 2024: “Kasih Karunia adalah Kesempatan Mengenal Yesus.”
2 Korintus 8:9 (TB) Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.
Apa itu kasih Karunia Allah?
– Kebaikan Allah – Pemberian Allah yang tidak layak kita terima.
- Tidak layak karena semua manusia telah berdosa Walau berdosa, Allah tetap mengasihi kitaDia buktikan kasih-Nya, dengan kelahiran-Nya jadi manusia (kita peringati pada Natal)Sampai pada Kematian-Nya (kita peringati pada Paskah)Sampai tuntas Dia kerjakan bagi kita – sudah selesai
- Bagi orang yang percaya Yesus dan menerima kasih karunia-Nya, mereka pasti diselamatkan (tanpa sedikitpun usaha dari manusia)
Efe 2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
Efe 2:9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
Apakah kasih karunia Allah sudah selesai dengan keselamatan yang kita sudah peroleh?
– Belum, karena kasih karunia Allah itu sekarang dilanjutkan lagi di dalam Yesus kepada kita.
Yoh 1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
Yoh 1:16 Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; (hari demi hari)
Yoh 1:17 sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.
- Sampai saat ini, Yesus masih memberikan kasih karunia-Nya untuk menolong kita.
Ibr 4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat (Mercy – Belas kasihan) dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.
Jadi kesempatan dapat mengenal Yesus sendiri adalah kasih karunia Allah. - Kalau bukan karena kasih karunia Allah, kita tidak mungkin dapat mengenal dan percaya kepada Yesus.
1Kr 15:8 Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya.
1Kr 15:9 Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah.
1Kr 15:10 Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.
- Kita yang sudah mendapat kesempatan untuk mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pun seharusnya mengakui bahwa semua yang terjadi dalam hidup kita adalah karena kasih karunia Allah kepada kita.
Bagaimana sikap kita dapat hidup terus dalam kasih karunia Allah?
1. Jangan menyia-nyiakan Kasih Karunia Allah
Ibr 6:4 Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus,
Ibr 6:5 dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang,
Ibr 6:6 namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.
2Pt 2:20 Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula.
2Pt 2:21 Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka.
2Pt 2:22 Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: “Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya.”
2. Bekerja lebih keras dalam pelayanan kepada Tuhan (untuk membalas kasih Tuhan yang tidak mungkin dapat dibalas).
1Kr 15:10 Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.
3. Terus bertumbuh dalam kasih karunia dan pengenalan akan Tuhan (2 petrus 3:18)