JALANI HIDUP ANDA DENGAN BIJAKSANA – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya 2,3 – Minggu, 5 Januari 2025)

Efesus 5:15,16
“Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.”

PENDAHULUAN
Di satu sisi, Tahun Baru ialah anugerah sebab Tuhan memberikan kesempatan hidup sepanjang 365 hari. Tetapi di sisi lain Tahun Baru merupakan suatu tanggung jawab besar yang harus kita jalani dalam masa 365 hari yang Tuhan beri bagi kita. Mengapa? Sebab menjalani Tahun Baru, seumpama kita diberi satu buku kosong yang berisi 365 halaman. Dan kepada kita diberi tanggung jawab untuk mengisi buku tersebut.  Apakah catatan yang kita isi baik atau buruk. Ataukah hal yang benar atau salah, jahat. Ingat! Kalau satu saat kita tutup buku, Tuhan akan tentukan di mana posisi akhir hidup kita.

NASIHAT FIRMAN ALLAH
Sebab itu Firman Allah menasihati kita agar kita memperhatikan dengan saksama, bagaimana kita mengisi catatan hidup kita apakah baik, sesuai Firman atau jahat bertentangan dengan Firman.  Jangan isi catatan hidup kita seperti jalan hidup orang bebal. Tapi kita isi catatan hidup kita, seperti cara hidup orang arif (bijaksana). Selain itu kita juga harus mempergunakan waktu yang kita miliki ini, dengan sebaik-baiknya, sebab hari-hari di mana kita hidup sekarang ini adalah jahat!  Artinya sewaktu-waktu bisa saja kita tidak bisa lagi mengisinya. Karena kita harus tutup buku, artinya kita harus akhiri hidup kita.

JANJI TUHAN
Kalau kita mengisi hari-hari hidup kita sesuai firman Tuhan, maka kita akan mengalami apa yang Tuhan janjikan kepada kita, yaitu:

Amsal 4:18 “Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.”

Allah menjamin kita, bahwa kita tidak akan pernah melihat kegelapan (maut). Sebaliknya Allah berjanji mengangkat kita naik tinggi dan bukan turun. Kita akan dibawa pada puncak kemuliaan, seperti matahari dirembang tengah hari.

PETUNJUK FIRMAN TUHAN
Untuk kita mencapai janji Tuhan, kita harus mengawali dengan kemuliaan dan kita akhiri pula dengan kemuliaanyangsempurna. Itu sebabnya Firman Tuhan memberi petunjuk pada kita bagaimana caranya kita mengisi hari-hari hidup kita sesuai dengan firman Allah, Efe. 4:17-32; Efe. 5:1-14.

Efesus 4:17-19
Jangan hidup seperti warga dunia  karena pikiran mereka sia-sia; di mana mereka tidak mengenal kebenaran yaitu mereka tidak mengenal Firman Allah. Hati nurani mereka tumpul, sehingga mereka tidak merasa bahwa dosa dan kejahatan itu adalah kebencian Allah.

Efesus 4:25
Jangan isi lembaran hidup kita dengan dusta (kebohongan). Sebaliknya, berkatalah benar, ya di atas ya dan tidak di atas tidak.

Efesus 4:26 Jangan isi hidup dengan kemarahan yang berlebihan (sampai kita berdosa karena kita tidak dapat  menguasai kemarahan kita).
Ayat ini mengandung arti jangan menyimpan kemarahan, sehingga kemarahan itu menjadi sesuatu yang tidak pernah selesai di dalam kehidupan kita.

Efesus 4:27
Jangan beri kesempatan kepada Iblis sehingga Iblis yang kendalikan hidup kita.

Efesus 4:28
Jangan kotori lembar hidup kita yaitu  buku catatan hidup kita dengan catatan buruk (karena kita lakukan kejahatan).
Sebaliknya bertobat; kerja keras supaya kita dapat melayani jemaat lainnya yang membutuhkan.

Efesus 4:29
Jangan kotori lembar catatan hidup kita dengan perkataan kotor (Kalau terpaksa harus menegur, tegurlah dengan kata-kata yang membangun – positif ). Mengapa? Hati-hati! Ucapan kita bisa menyelamatkan atau membinasakan orang di sekitar kita.

Efesus 4:3
Kita harus jaga catatan hidup kita, yaitu jangan sampai kita mendukakan Roh Kudus dengan ucapan kita.

Sebab, kalau kita sampai mendukakan Roh Kudus, kita tidak diberi kesempatan untuk melanjutkan hidup kita, maka kita akan binasa, Lukas 12:10.

CONTOH:
Kisah 5:1-11 ->Ananias dan Sapira
Kisah 12:21-23 -> Herodes

Efesus 4:31
Jangan kotori buku catatan  kehidupan kita dengan menyimpan dosa.

DOSA TIDAK BISA DITOLERIR
Semua daftar kesalahan yang telah kita bahas, bukan kesalahan biasa, tetapi dosa yang membinasakan.

Mazmur 78:32,33, mazmur ini ditulis Asaf, pemimpin pujian yang mengingatkan kita lewat nyanyian tentang kegagalan bangsa Israel menuju Kanaan.

Israel gagal bukan karena Allah tidak mampu menjaga dan membawa mereka ke Kanaan. Dan bukan pula karena mereka kalah oleh karena musuh yang mereka hadapi, tetapi mereka gagal karena mereka salah dalam mengisi hari-hari hidup yang mereka jalani.

Ada 2 (dua) istilah waktu yang dipakai pemazmur, untuk menjelaskan orang yang salah dalam mengisi hari-hari hidupnya:

  • Hari-hari mereka “habis”.
  • Tahun-tahun mereka dalam “kekejutan”.

Hari-hari mereka habis dalam kesia-siaan

Mereka salah mengisi hari-hari hidup yang mereka jalani, sehingga hidup mereka, bukan seperti cahaya fajar yang semakin terang sampai rembang tengah hari (terang yang sempurna). Sebaliknya terang mereka semakin hari semakin merosot atau tekor, dan yang akan berakhir padam dan tahun-tahun mereka dalam kekejutan. Artinya hari-hari yang mereka jalani sepanjang 365 hari (sepanjang tahun) diwarnai dengan “kejutan”.
Kekejutan -> teror, artinya, disepanjang hidupnya diwarnai suasana yang menakutkan

Taat dan takluk
Tetapi apabila hari-hari hidup kita, kita  jalani dengan taat, artinya “Hidup Seturut Dengan Firman Tuhan”, Efesus 4,5.

Ayub 36:11“Jikalau mereka mendengar   dan takluk, maka mereka hidup mujur sampai akhir hari-hari mereka dan senang sampai akhir tahun-tahun mereka.”

Perhatikan kata “Mendengar.” Kata mendengar, bukan cuma sekedar pasang telinga dan dengar suara. Tetapi semua firman Allah yang kita dengar itu, kita terapkan atau praktekkan dalam  buku catatan, yaitu:  kehidupan kita. Sedangkan kata “Takluk”, dalam Bahasa Inggris: “serve”artinya: melayani. Maksudnya kebenaran firman Allah yang kita dengar dan kita terapkan bukan demi keuntungan kita semata. Tetapi kitaaplikasikandan terapkanuntuk memberkati orang yang lain dan demi kemuliaan Tuhan.

HALAMAN PENUTUP
Ketika kita sampai pada halaman akhir, yaitu saat kita menutup catatan kehidupan kita dan kita menyerahkan kepada Yesus, Yesus pun akan berkata:

Lukas 19:17
“Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu…”

Arsip Catatan Khotbah