Bijaksana sebagai saksi Kristus dalam melayani – oleh Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Raya 1 – Minggu, 2 Maret 2025)

Matius 10:16
“Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.”

Pendahuluan
Bicara tentang melayani memiliki arti yaitu tindakan membantu orang lain dengan tulus, ikhlas, dan tanpa pamrih. Melayani dapat dilakukan melalui ucapan atau perkataan dan perbuatan.  Jadi dari arti melayani kita dapat memberi kesimpulan bahwa melayani merupakan peranan yang sangat penting dari seluruh aspek kehidupan yang dapat kita temui di sekitar kita, baik dalam membangun hubungan, rumah tangga, pekerjaan, lingkungan dan gereja.

Saksi Kristus
Matius 10 adalah panggilan dan pengutusan Kristus kepada murid-murid-Nya untuk pergi menjadi saksi dan bagaimana cara kita melayani terlihat siapa kita dan dunia akan menilai kita sebagai pengikut Yesus yang melayani.

Melayani dengan bijaksana
Dalam melayani Tuhan, kita sering menghadapi berbagai tantangan dan rintangan. Dunia di sekitar kita bisa penuh dengan godaan, tantangan, bahkan perlawanan terhadap iman kita. Oleh karena itu, kita harus belajar melayani dengan bijaksana, yaitu dengan cerdik dan tulus, seperti yang Yesus ajarkan dalam Matius 10:16.

Kebijaksanaan akan membantu dan menolong kita untuk dapat menghasilkan perilaku atau sikap yang benar. Sikap atau perilaku yang benar akan menentukan seperti apa pelayanan kita dan seberapa besar kita dapat menjadi pengaruhi bagi orang lain, karena itu betapa pentingnya untuk melakukan sesuatu dengan bijaksana. 

APA ARTI BIJAKSANA DALAM MELAYANI?
✔ Cerdik seperti ular – Bersikap strategis, bijak, dan tidak mudah terjebak dalam kesulitan yang bisa menghambat pelayanan kita. Kita harus tahu kapan berbicara, kapan diam, dan bagaimana bertindak dengan hikmat. 

✔ Tulus seperti merpati – Melayani dengan hati yang murni, tanpa niat tersembunyi, tidak mencari keuntungan pribadi, tetapi sungguh-sungguh ingin memuliakan Tuhan dan menolong sesama.

Mengapa kita perlu melayani dengan bijaksana?
✔ Dunia penuh tantangan – Seperti yang Yesus katakan, kita diutus seperti domba di tengah serigala. Ada banyak hambatan dalam pelayanan, seperti penolakan, godaan duniawi, dan bahkan penganiayaan. 

Roma 12:2“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”

✔ Agar pelayanan kita berdampak – Jika kita hanya tulus tanpa kebijaksanaan, kita bisa mudah tertipu atau terjerat. Jika kita hanya cerdik tanpa ketulusan, kita bisa menjadi manipulatif dan kehilangan kasih. 

1 Petrus 2:12“Miliki cara hidup yang baik di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang yang berbuat jahat, mereka melihat perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka.”

✔ Menjadi teladan bagi dunia – Dunia membutuhkan kesaksian yang nyata dari orang-orang Kristen yang hidup dalam kasih tetapi juga penuh hikmat dalam menjalankan tugas mereka. Daniel 12:3:“Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran akan bersinar seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.”

Bagaimana melayani dengan bijaksana?
✔ Berdoa dan mengandalkan hikmat Tuhan
Yakobus 1:5 berkata, “Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah…” Kita membutuhkan bimbingan Tuhan dalam setiap langkah pelayanan kita. Matius 10:19-20  Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu;Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu. 

✔ Melayani dengan kerendahan hati
Filipi 2:3-4 mengajarkan kita untuk tidak mencari kepentingan sendiri, tetapi juga memperhatikan kepentingan orang lain. Kerendahan hati adalah kunci pelayanan yang berdampak.

Matius 10:18 Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah

✔ Bersikap strategis dan bijak dalam berinteraksi
Kita harus memahami situasi dan kondisi sebelum bertindak. Paulus mengatakan dalam Kolose 4:5, “Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada.” Ini berarti kita harus cermat dalam berbicara dan bertindak agar pelayanan kita efektif. Matius 10:17 Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agamadan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya.

Matius 10:23 Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang. 

✔ Menjaga integritas dan ketulusan hati
Dalam melayani, kita harus tetap setia pada prinsip kebenaran. Tuhan tidak hanya melihat perbuatan kita tetapi juga motivasi hati kita.

Amsal 11:3 “Orang yang tulus hatinya dipimpin oleh ketulusan hatinya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya.” Ay.19 Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.

Ay.22 Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.

Ay.28 Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka

Ay.32 Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga

Kesimpulan
Sebagai murid Tuhan, saksi Kristus, pelayan Tuhan, kita dipanggil untuk melayani dengan bijaksana, yaitu dengan cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Kita harus berhikmat dalam bertindak, tulus dalam melayani, dan tetap setia kepada Tuhan di tengah segala tantangan.

Arsip Catatan Khotbah