Filipi 2:12 – “Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir.”
Pendahuluan
Bicara soal keselamatan, secara umum orang Kristen jika ditanya apakah anda sudah selamat? Jawabannya pasti sudah. Hanya umumnya juga pengertiannya berhenti sampai pada percaya dan selamat, sementara konsep Alkitab tentang keselamatan, ada tiga aspek waktu yaitu : Masa lalu à Masa sekarang à Masa depan. Tiga hal ini harus dipahami, karena kita masih hidup di dimensi manusia yang serba terikat oleh waktu. Kita masih di bumi bukan di Firdaus. Sementara Allah berada diluar waktu dan melihat segala sesuatu sekaligus dalam dimensi manusia. Sedangkan manusia mengalami waktu secara bertahap dari detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari. Keselamatan bukan status yang sekali jadi. Keselamatan yang kita peroleh itu merupakan sebuah perjalanan yang menyangkut tiga fase di atas.
Bagi Allah melihat keselamatan itu sudah selesai dalam pandangan-Nya yang sempurna. Bagi orang percaya yang masih hidup dalam dimensi manusia dimensi waktu yang terbatas, keselamatan itu harus dijalani dalam tiga proses, yaitu :
- Dibenarkan / Pembenaran
- Dikuduskan
- Dimuliakan
1. Dibenarkan (Justification)
Keselamatan dimulai di masa lalu, yaitu ketika kita percaya kepada Yesus dan dibebaskan dari hukuman dosa. Ini yang disebut justification atau dibenarkan. Dari status pendosa yang pantas binasa, ditebus, dibenarkan menjadi anak Allah. Pembenaran ini merupakan tindakan yang hanya satu kali yang tidak bisa diulang lagi. Sekali terjadi hasilnya permanen.
Efesus 2:8-9 – “Sebab oleh kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman, itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu, sehingga jangan ada orang yang memegahkan diri.”
Kalimat kamu diselamatkandi ayat ini dalam bahasa Yunani: SESOSMENOI artinya kamu telah diselamatkan. Keselamatan itu telah terjadi di masa lalu dan efeknya berlangsung sampai sekarang. Ketika seseorang percaya kepada Yesus, ia dibenarkan di hadapan Allah. Status ini berlaku tanpa perubahan. Tetapi apakah keselamatan berhenti sampai di sini? Jawabnya tidak! Pembenaran ini, membebaskan kita dari hukuman dosa. Tetapi perjalanan kita untuk melawan dosa dan perubahan karakter masih harus kita jalani. Perjalanan hidup ini, membawa kita kepada aspek yang kedua.
2. Sanctification atau Penyucian.
Sanctification atau penyucian ini adalah keselamatan yang sedang berlangsung dikerjakan. Justification / pembenaran itu mengubah status kita. Sanctification / penyucian itu mengubah karakter kita. Setiap orang percaya harus masuk dalam tahap Penyucian atau Pengudusan ini, karena kita masih hidup dalam dunia yang penuh dengan godaan.
Orang percaya yang sudah dibenarkan masih bisa jatuh dalam dosa, dan tidak sedikit yang tergoda untuk menyerah, dan akhirnya kembali pada hidup yang lama.
Filipi 2:12 – “Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir.”
Kata mengerjakan ditulis dalam bahasa Yunani: Katergazomai (κατεργαζομαι). Kata ini dalam tata bahasanya menggunakan present imperatif, artinya suatu proses yang dikerjakan secara terus menerus. Ayat lain yang menggunakan present imperative:
Kolose 1:23 – “Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman , tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.”
Wahyu 2:10b. – Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.
Sanctification atau penyucian adalah suatu proses yang terus berjalan selama kita hidup di dunia ini. Jadi tidak ada yang namanya sekali selamat tetap selamat dan hidup bebas semaunya. Orang yang seperti ini tidakpaham tentang proses hidup dalam kebenaran.
Proses pertama justification atau pembenaran memberi kita status sebagai orang yang dibenarkan. Proses kedua sanctification atau penyucian adalah perjalanan hidup yang mengubah kita untuk menjadi serupa dengan Kristus.
Roma 8:29 – “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.”
Perjuangan orang percaya untuk proses sanctification ini, tidaklah untuk selamanya tetapi sampai masuk pada proses yang ketiga, yaitu :
3. Glorification atau Pemuliaan.
Masa dimana kita mengalami pembebasan sempurna dan menerima tubuh kemuliaan ini terjadi di masa depan, dimana Yesus datang kedua kalinya. Jika ada orang yang meninggal dulu sebelum kedatangan Yesus, rohnya memang di Firdaus, tetapi tubuhnya tetap harus menunggu masa pemuliaan pada kedatangan Yesus yang kedua kalinya, tubuhnya akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan.
Roma 8:30 – “Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka juga dimuliakan-Nya.”
Kata dimuliakandipakai kata DOXAZOMENOI, artinya bagian dari proses yang lebih besar yaitu suatu kepastian akan kemuliaan surgawi, yaitu tubuh kemuliaan, meskipun itu akan kita peroleh dimasa depan.
Banyak orang berpikir bahwa kasih karunia keselamatan hanya berkaitan dengan anugerah di awal, yaitu ketika seseorang percaya kepada Yesus dan dibenarkan. Yang benar harus berlanjut pada kasih karunia berikutnya, karena anugerah juga ada dalam hidup kudus sanctification, proses pengudusan yang hanya dapat kita dijalani dengan pertolongan Roh Kudus. Itulah sebabnya Roh Kudus dikaruniakan kepada setiap orang percaya untuk menjadi penolong.
Yohanes 14:16 – “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.”
Jika hal ini sampai gagal untuk mengerjakan keselamatan kita, dan kembali kepada perbuatan dan kehidupan yang lama, maka kita akan kehilangan kasih karunia keselamatan kita. Tidak ada yang namanya sekali selamat tetap selamat. Kita harus mengerjakan keselamatan kita pada proses hidup benar, hidup kudus, yang kemudian berlanjut pada proses ketiga. Anugerah juga bekerja pada proses ke tiga yaitu Glorification atau pemuliaan, dimana kita akan menerima apa yang Tuhan janjikan sepenuhnya, yaitu menerima tubuh kemuliaan.
1 Tesalonika 5:24 – “ Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.”
Kasih karunia yang dari awal sampai akhir ini, adalah bagian dari proses yang tak terpisahkan dari keselamatan kita. Ini bukan soal bagaimana kita memulainya, tetapi bagaimana kita menyelesaikannya sampai tuntas dengan mengerjakan keselamatan itu.