Puji Tuhan. Selamat ulang tahun bagi GPdI Mahanaim.
Mazmur 40. Saya awali dengan kalimat yang sama.
Aku sangat menanti-nantikan Tuhan. Lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriaku minta tolong. Ia mengangkat aku dari lubang kebinasaan dari lumpur rawan. Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkah. Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut lalu percaya kepada Tuhan.
Satu kehidupan yang terangkai dari ayat 2, 3, dan 4 merupakan kehidupan yang diangkat oleh Allah. Orang yang menanti-nantikan Tuhan, kata Yesaya 40, dibaharui kekuatannya. Orang yang menanti-nantikan Tuhan tidak pernah lelah.
Saudara, hidup ini berada di dalam berbagai kondisi. Saya akan mengajak pada bagian ketiga Hakim-hakim pasal 8.
Hakim-hakim 8 : 4.
Sudah melihat pertolongan Allah? Sudah menghadapi peperangan. Peperangan itu dimenangkan dengan perkara-perkara ajaib. Ada dua raja dari orang-orang Median yang belum dikalahkan. Dan dua raja Sebah dan Salmuna belum dikalahkan. Berarti Gideon harus terus mengejar sampai peperangan itu tuntas.
Tetapi di ayat 4 ketika Gideon pasal 8,
Hakim-hakim 8 : 4- “sampai ke sungai Yordan menyeberanglah ia dan ketiga orang yang bersama dengan Dia meskipun masih lelah namun mengejar juga Ia berkata kepada orang-orang di Sukot, “Tolong berikan beberapa roti untuk rakyat yang mengikuti aku ini, sebab mereka telah lelah dan aku sedang mengejar Sebah dan Salmuna raja-raja Midian.”
Peperangan itu seringkali melelahkan.
Peperangan yang kita hadapi dalam hidup ada kalanya membuat kita kehabisan energi. Perjalanan yang ditempuh oleh Gideon dan 300 tentara yang bersama dengan dia mengalami kelelahan. Ketika minta roti, ketika minta kepada orang-orang Sukot, “tolong berikan beberapa roti untuk 300 orang ini supaya ada kekuatan yang baru.”
Jawab orang-orang Sukot, “Apakah yang kami harus memberikan roti kepada tentaramu?” Permintaan Gideon untuk mensuplai roti hingga tentara itu bisa berjalan terus. Mereka tidak mendapat pertolongan.
Gideon berjalan terus, maka ia berjalan sampai ke Pnuel. Orang-orang Pnuel itu pun menjawab yang sama, “Apakah kami harus memberikan roti kepada orang-orang yang mengikuti engkau?”
Haleluya, 36 tahun perjalanan GPdI Mahanaim.
Mungkin ada yang sudah lelah dalam persoalan hidup, dalam masalah kehidupan, dalam kesukaran-kesukaran. Saudara tahu arti Mahanaim ? Bala tentara Allah! Tetapi apa yang terjadi di Mahanaim? Sebenarnya itu adalah tempat di mana Allah menemui Yakub.
Yakub dijumpai oleh Allah di Mahanaim.
Kejadian 32 – “Sebab itu tempat itu dinamai Mahanaim, bala tentara. Sebab Yakub melihat malaikat-malaikat Allah mendatangi Yakub. “
Apa yang terjadi dengan Yakub? Kej 32 : 6- 8 menceritakan bagaimana Yakub harus bertemu dengan Esau.Saudara pasti kenal kisahnya sebab Esau begitu membenci Yakub.
Masih teringat di pikiran Yakub, bagaimana Esau mengangkat pedang dan ia berkata, “Ketika Bapa sudah mati dan Aku akan mengejar Yakub karena ia telah mengambil hak kesulunganku.” Yakub harus berlari bukan sebulan, Bukan setahun, 20 tahun Yakub berlari mencari tempat aman berada di tengah-tengah keluarga. Akhirnya Ia berada di tengah keluarga Laban. Bekerja 20 tahun sampai Allah suruh dia kembali pulang ke rumah Ishak, ayahnya.
Jujur Yakub berkata, “Bagaimana kalau aku harus bertemu dengan Esau kakakku?”
Ayat 7 berkata, “Yakub amat sangat ketakutan.
Orang yang dicengkeram dengan ketakutan, orang yang dicengkam dengan perasaan yang mengejar dia. Terbayang semua yang akan dihadapi. Terlebih lagi di belakang Yakub, ia tidak sendiri seperti ketika dia lari dari rumah Isak ayahnya. Di belakang dia ada dua pasukan besar yang menjadi keluarga besarnya -13 anak ditambah dengan gembala-gembala, ditambah dengan ternak-ternak yang besarjumlahnya.
Yakub berkata, “Kalau aku sendiri yang dibunuh, okelah aku bisa terima. Tapi bagaimana dengan keluargaku? Bagaimana dengan anak-anakku? Bagaimana dengan cucuku?” Yakub di tengah ketakutannya, Mahanaim menjadi tempat yang menenangkan karena dia bertemu dengan bala tentara Allah.
Haleluya! Mahanaim adalah tempat orang bertemu dengan bala tentara Allah. Siapapun yang datang masuk ke tempat ini, mereka rasa sejuk, mereka rasa damai karena mereka berjumpa dengan bala tentara Allah. Mereka bertemu dengan bala tentara Allah hingga yang lelah menjadi kuat kembali; hingga yang tak mampu berjalan, bukan cuma roti yang diberikan kepada mereka. Tapi mereka berkenalan dengan roti hidup yaitu Yesus. Mahanaim tempat orang bertemu dengan bala tentara Allah.
Yakub dihiburkan di Mahanaim. Gideon itu berasal dari Gilead. Mahanaim terletak di perbatasan Gilead. Mahanaim berada di perbatasan Gilead yang menjadi tempat di mana Gideon berjumpa dengan Allah. Walaupun dia memang harus berada didalam peperangan-peperangan.
Mazmur 40 : 1
Di hadapan Daud yang berada di tengah teriakan minta tolong. Orang tidak akan berteriak minta tolong kalau tidak berada di dalam kondisi yang butuh pertolongan, pada batas-batas kemampuan, pada batas-batas kekuatan. Ada kalanya hari-hari ini saudara akan bertemu dengan orang-orang yang berada pada perbatasan-perbatasan.
Yesaya 19 – Lima kota yang ada di tanah Mesir, dan satu di antaranya yang disebut dengan Ir-heres.
Ir-heres adalah kehancuran. Orang-orang yang berada di dalam kehancuran. Orang-orang yang berada di dalam kondisi-kondisi tidak berdaya.
Yesaya 19 : 19, ada mezbah bagi Tuhan.
Di tengah-tengah tanah Mesir ada tugu peringatan bagi Tuhan pada perbatasannya. Mezbah dibangun untuk orang membawa persembahan.
Persembahan dibawa untuk orang dapat berseru nama Tuhan. Korban dibawa, persembahan dibawa.
Pada perbatasan-perbatasan ada suara Allah.
Pada perbatasannya ketika orang mengangkat persembahan apabila mereka berseru kepada Tuhan karena penindas-penindas, orang akan bertemu dengan juru selamat yang berjuang dalam penindasan untuk melepaskan mereka. Mahanaim tempat orang berjumpa dengan Allah. Izinkan tiap hari ketika saudara datang beribadah. Bukan cuma sekedar masuk di GPdI Mahanaim, tapi masuk untuk berjumpa dengan Allah. Haleluya. Kita tidak sekedar datang karena diundang. Kita tidak hadir dalam ibadah karena acara.Tapi kita hadir di tempat ini untuk engkau berjumpa dengan Allah. Maka di sana nama Tuhan dipermuliakan. Firman Allah berkata, “Engkau akan bertemu dengan juru selamat di Mahanaim. Bala tentara-bala tentara Allah yang akan berjumpa dengan Allah.
Perbatasan Gilead di mana orang berjumpa dengan Allah.
Gideon dia berjumpa dengan Allah. Gideon melihat apa yang dia persembahkan di atas persembahannya dijawab oleh apinya Allah. Gideon tidak kagum melihat daging yang dipersembahkan, roti yang dipersembahkan dijilat oleh api Allah.Tetapi Gideon kagum karena Allah yang hadir.Di sini kata Gideon, “Celakalah aku karena ini adalah tempatnya Allah.”
Allah tidak sekedar menjumpai Gideon, tapi Allah memberikan senjata-senjata bagi Gideon. Memang ada kelelahan, memang ada kesesakan, memang tidak beradab dengan perjalanan bebas hambatan.
Dalam perjalanan 36 tahun, engkau berjalan dengan berbagai-bagai tantangan hidup. Tapi firman Allah menjamin ketika engkau lelah, engkau mendapat kekuatan baru. Ketika engkau dalam kesesakan, ada penghiburan yang Allah berikan. Ketika engkau berada di dalam kondisi yang tidak berdaya, tangan Allah mengangkat engkau kembali hingga yang tidak mampu menjadi mampu lagi.
Pernah rasakan pertolongan Allah?
Kita tidak ada di dalam keadaan sangat kuat dan tidak pernah jadi lemah. Jujur kita berkata, manusia itu ada kalanya kuat, ada kalanya kita lemah, ada kalanya juga kita berkata, “Aku tidak sanggup lagi.”
Bukan kekuatan kita, tapi kasih Allah. Mahanaim, tempat orang yang sedang lelah, tempat orang yang tidak berdaya, tempat orang yang sangat terpuruk. Tetapi ingat, ada kasih Allah yang tidak pernah habis memperhatikan saudara dari yang duduk paling belakang sampai paling depan. Hari berganti minggu, berganti bulan, berganti tahun. Engkau lewati berbagai peristiwa dan persoalan. Tapi ada kasih Allah yang memampukan kita tetap ada sampai hari ini.
Ayub yang begitu karib dengan Allah.
Pasal yang ke-14 menuliskan Ayub pernah menentang Allah ketika ditegur oleh sahabatnya. Di mana sandaranmu?
Ayub 15:11 – “Kurangkah artinya penghiburan Allah? Perkataan yang lemah lembut ditujukan kepadamu. Mengapa engkau dihanyutkan oleh perasaan hatimu sehingga engkau menentang Allah? Mulutmu mengeluarkan perkataan yang serupa itu.”
Ayub 4:3 – “Orang yang lemah engkau kuatkan. Orang yang jatuh engkau bangunkan dengan kata-katamu. Lutut yang lemas kau kokohkan. Tapi Ayub pernah jadi lemah. Hingga ditanya, “Bukankah takutmu akan Allah menjadi sandaranmu dan kesalehan hidupmu menjadi harapanmu?”
Kalau mau berkata jujur, tidak ada orang yang kuat. Kalau mau berkata jujur, tidak ada orang yang berkata, “Aku tidak pernah lemah. Aku selalu kuat.”
Mengapa Allah berikan waktu bagi kita untuk beristirahat tiap hari? Setelah kita bekerja 8 jam, putaran kedua. 8 jam kedua, orang harus pulang ke rumah berada dengan keluarga. Putaran 8 jam ketiga, giliran Allah yang menyuplai kekuatan ketika engkau beristirahat tidur. Mengapa harus ada tidur? Mengapa manusia harus tidur? Karena Allah tahu kita tidak sanggup berjalan bekerja 24 jam. Kita pun harus jujur berkata, “Adakalanya aku lemah, adakalanya aku tidak mampu, ada kalanya aku tidak sanggup. “ Tapi Mahanaim adalah tempat di mana Allah memberikan kekuatan baru. Tiap hari ketika engkau beribadah dan bertemu dengan Tuhan di tempat ini, engkau akan rasakan bagaimana Allah suplai kekuatan kita.