MENJADI SERUPA  SERUPA DENGAN YESUS – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 12 Oktober 2025)

Roma 8:29
“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.”

PENDAHULUAN
Kerinduan gembala dan seluruh jemaat GPdI Mahanaim Tegal, tidak hanya sebatas pada pembangunan fisik dan jumlah jemaat semata. Tapi ada pembangunan yang lebih utama yang harus dibangun oleh setiap pribadi dalam diri kita di akhir zaman.

PEMBANGUNAN MANUSIA ROHANI
Roma 8:29 “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.”

DIPILIH, DITENTUKAN UNTUK MENJADI SERUPA DENGAN YESUS
Keberadaan kita sebagai seorang pengikut Yesus, hal itu adalah cara Allah memilih dan menentukan kita untuk menggenapi rencana Allah yang mulia dalam hidup kita.

MENJADI SERUPA DENGAN YESUS
Sebab itu, sebagai orang yang sudah dipilih dan ditentukan Allah untuk menggenapi rencana Allah, maka tanggung jawab kita adalah kita harus: menjadi serupa dan segambar dengan Yesus.

Mungkin ada di antara kita yang bertanya: “Bagaimana caranya agar kita bisa menjadi serupa dengan gambaran anak-Nya, yaitu: Yesus?”

CARA MEMBANGUN DIRI
Cara membangun diri jadi serupa dan segambar dengan Yesus, bukan secara fisik tapi ketika Firman Allah dan sifat-sifat Kristus, terekspresi dalam hidup kita, maka saat itulah kita menjadi sama dan serupa dengan Yesus. Adapun caranya adalah:

1. Yang tergambar dalam hidup kita adalah karakteristik Kristus, yaitu “Buah Roh Kudus.”
Galatia 5:22
“Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”

MEMBANGUN KEHIDUPAN ROHANI YAITU MENGHASILKAN BUAH ROH   

  • Kebajikan
    Hal pertama yang harus ada di dalam diri kita, supaya dunia dapat melihat bahwa sifat Yesus sebagai “Anak Allah Yang Sulung” itu dapat terlihat di dalam diri kita adalah “Kebajikan.”

Mengapa kita harus berbuat kebajikan?
Yeremia 31:14 – Umat Tuhan telah dikenyangkan oleh Tuhan dengan kebajikan Tuhan, yaitu: keselamatan; pengampunan; kesetiaan. Maka sudah seharusnya sifat yang sama yaitu kebajikan harus terekspresi juga dari dalam diri pengikut Yesus.

Kisah 14:17 – Yesus, sebagai yang sulung telah menyatakan diri di tengah dunia dengan melakukan kebajikan maka setiap pengikut Yesus harus tampil di tengah dunia ini dengan cara yang sama seperti Yesus, yaitu melakukan kebajikan.

Dalam Kamus, kebaikan dan kebajikan, memiliki arti yang sama (tidak ada beda) tetapi kebaikan, diperlihatkan melalui perilaku; sifat; keramahtamahan, sedangkan kebajikan, diperlihatkan lewat perbuatan memberi (Orang yang berbuat baik belum tentu memberi, tapi orang yang melakukan kebajikan diperlihatkan lewat keduanya, baik dan suka memberi).

Dampak Kebajikan Pengikut Yesus Terhadap Dunia
Yeremia 33:9 Kalau sebuah kota menerima kebajikan Tuhan dan penduduk kota itu berbuat kebajikan, maka kota itu akan menjadi pokok kegirangan; ternama, terpuji dan terhormat di depan segala bangsa di bumi. Bahkan mereka akan terkejut; gemetar karena kebajikan yang mereka lihat.

  • Pengetahuan
    Banyak anggota jemaat yang mengabaikan yang satu ini. Mereka merasa tidak terlalu perlu tahu banyak tentang firman Allah, cukup pendeta saja yang tahu. Perhatikan:

2 Petrus 3:18 “Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus….”

2 Petrus 1:5,6
“Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan,”

2 Petrus 1:7,8 “dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.”

PEMISAHAN DALAM GEREJA
Mungkin ada di antara Saudara yang bertanya, mengapa kita harus jadi jemaat yang serupa dan segambar dengan Yesus? Untuk itu mari kita perhatikan apa  yang dikatakan rasul Paulus kepada jemaat Korintus dalam:

1 Korintus 11:19
“Sebab di antara kamu harus ada perpecahan, supaya nyata nanti siapakah di antara kamu yang tahan uji.”

Rasul Paulus berkata kepada jemaat Korintus bahwa harus ada artinya tidak mungkin tidak terjadi. Mengapa Allah mengadakan pemisahan dalam gereja atau jemaat, mulai dari jemaat lokal sampai jemaat dalam skala universal? Tujuannya tidak lain adalah supaya dari pemisahan itu, akan nyata (akan terlihat) mana gereja (jemaat) yang tahan uji atau sekualitas dengan Yesus dan mana Gereja (jemaat) yang tidak tahan uji  atau tidak sekualitas dengan Yesus.

APA YANG TERJADI SETELAH PEMISAHAN?
Firman Allah mengatakan bahwa dunia ini akan dikuasai oleh seorang penguasa yang bergelar: Antikristus.

1 Yohanes 2:18
“Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.”

Jemaat Tuhan yang berkualitas yaitu “Gereja Yang Sempurna”, akan diluputkan dari pemerintahan Antikristus yang akan memerintah di dunia ini selama 3,5 tahun. Caranya “Gereja Sempurna” akan disingkirkan ke padang gurun, Wahyu 12:6;14. Sedangkan jemaat Tuhan yang tidak membangun kerohaniannya disebut sebagai “Gereja Yang Tidak Sempurna.” Mereka akan berhadapan dengan sang penguasa dunia ini, yaitu Antikristus. Satu-satunya cara untuk diselamatkan, adalah menjadi syahid Kristus.

Arsip Catatan Khotbah