From Grave to Grace: PRAISE OVER PROBLEM (Seri 2) – oleh Pdm. Corneles Wim Kandou (Ibadah Raya 1 – Minggu, 30 Januari 2022)

Seri pertama dari judul ini dapat saudara lihat di website saya dengan judul yang sama: https://corneleskandou.wordpress.com/2020/10/17/praise-over-problem/.

Minggu kali ini adalah minggu spesial pujian penyembahan, tentu ini bertujuan untuk membangkitkan – menggalakan budaya dan semangat memuji menyembah Tuhan ditengah-tengah jemaat baik dalam perhimpunan bersama maupun dalam mezbah keluarga dan pribadi. Hari ini kita akan melihat salah satu bagian Alkitab bertemakan pujian penyembahan. Kita akan melihat beberapa dimensi tentang pujian penyembahan.

Saya akan mulai dengan mengemukakan alasan mengapa kita memuji Tuhan ?
Efesus 5:19 memuji dan menyembah Tuhan adalah salah satu bentuk sikap yang dinasihatkan firman Tuhan untuk dilakukan oleh orang percaya.
Kolose 3:16 memuji dan menyembah Tuhan adalah bentuk kehidupan yang harus dibangun oleh orang percaya sebagai manusia baru didalam Kristus.

Masalahnya, banyak dari justru kehilangan alasan-alasan untuk memuji Tuhan, gaya hidup memuji dan menyembah Tuhan dikarenakan keadaan-keadaan yang terjadi di sekitar kita. Sakit yang berkepanjangan, doa-doa yang tak dijawab, situasi rumah tangga yang kacau, bisnis atau pekerjaan yang sulit, kadangkala membuat kita tak memiliki lagi alasan dan semangat untuk memuji dan menyembah Tuhan. Kali ini kita akan belajar bagaimana untuk kita tetap dapat memuji Tuhan bahkan didalam situasi terkelam dikehidupan kita. Bagaimana kita dapat tetap memuji Tuhan melampaui masalah yang kita hadapi. Memang memuji Tuhan saat semuanya aman, cukup dan nyaman rasanya nikmat sekali, tapi bagaimana ketika kita harus tetap memuji Tuhan disaat semuanya tidak sedang baik-baik saja ?

KISAH PAULUS DAN SILAS DI PENJARA FILIPI 
Kis 16:24  Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat.
Kis 16:25  Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.
Kis 16:26  Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.

Mari kita perhatikan beberapa poin yang akan saya bagikan, sekiranya ini menolong kita untuk tetap memuji Tuhan melampaui masalah dan pergumulan yang kita hadapi.

1.   PUJIAN MELAMPAUI MASALAH LAHIR DARI PEMAHAMAN AKAN KEHENDAK ALLAH
Kisah 16:24  Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat.

Jika kita sedikit melihat kebelakang dari kisah ini, keberadaan Paulus di kota Filipi adalah bagian dari perjalanan pemberitaan injil di tanah Makedonia (Kisah 16:11-12), sesaat setelah mereka menerima penglihatan ditengah malam (Kisah 16:9-10). Dari ayat ini kita bisa melihat bahwa jika Paulus dan Silas merespon  masalah – keadaan (terpenjara) ini berdasarkan kehendak mereka, maka yang muncul adalah respon manusiawi yang selalu bertentangan dengan kehendak Tuhan. Tetapi melalui keadaan ini, Paulus dan Silas melihatnya dari sisi kehendak Alllah didalam kehidupan mereka. Itulah sebabnya kendati ketidaknyamanan, kerugian, dan penjara yang mereka terima namun mereka tetap mampu menaikkan pujian yang indah dihadapan Allah.  Ini tentu selaras dengan berbagai tulisan Paulus tentang panggilan hidupnya yang adalah kehendak Allah (1 Korintus 1:1, 2 Korintus 1:1, Efesus 1:1)

Sebagai orang percaya, hal memahami kehendak Allah didalam kehidupan bagaikan mata kuliah yang tidak pernah berakhir. Penting untuk kita benar-benar memahami kehendak Tuhan disepanjang kehidupan kita.

Yohanes 4:34 Yesus mengatakan bahwa kehendak Allah seumpama kebutuhan makanan bagi-Nya.
Markus 3:35, mengatakan bahwa keluarga adalah sebutan – julukan dari Yesus terhadap orang-orang yang melakukan kehendak Allah.
Kolose 1:9, memahami kehendak Allah menjadi Doa yang Paulus terus naikkan kepada Tuhan untuk jemaat.

Jika kita kaitkan dengan pujian dan penyembahan dan beberapa catatan Paulus tentang kesadarannya akan kehendak Allah, maka kisah Paulus dan Silas memberikan pengertian, hanya orang yang memahami kehendak Tuhan yang mampu memuji Tuhan tak peduli apapun situasi, tantangan, dan perubahan yang terjadi dikehidupan mereka.

Raja Daud juga memberi kesaksian yang sama, (Mazmur 27:7-8) didalam doa nya memohon perlindungan Tuhan, Daud sadar bahwa “mencari wajah Tuhan” adalah bagian dari kehendak Allah yang harus Ia lakukan. Artinya apapun tantangannya memuji – menyembah Tuhan adalah kehendak Allah yang harus kita lakukan.

Ini menjadi bahan introspeksi bagi kita atas ketidakgairahan, dinginnya, lesunya pujian dan penyembahan kita. Kita menjadi malas memuji Tuhan, malas membangun kehidupan doa, malas membangun mezbah keluarga dikarenakan kita tidak mengerti kehendak Allah atas hal-hal yang sedang terjadi didalam kehidupan kita. Mari belajar melihat bahwa kehidupan yang memuji dan menyembah Tuhan adalah bagian dari kehendak Tuhan didalam kehidupan kita. Kita tidak pernah tahu dahsyatnya kuasa pujian dan penyembahan sebelum kita benar-benar melakukannya.

2.  PUJIAN MELAMPAUI MASALAH LAHIR SAAT KITA BERHENTI FOKUS PADA MASALAH KITA
Kisah 16:25  Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.

Berdoa – proseuchomai – pros-yoo’-khom-ahee
Berdoa kepada Tuhan, Memohon, Menyembah
Menyanyikan Pujian – humneō – hoom-neh’-o
Nyanyian pujian, merayakan Tuhan, memuji
Doa yang penuh penyembahan, pujian, merayakan Tuhan dan bukan doa yang menangisi keadaan mereka yang sulit.

Atas apa yang mereka alami, Paulus dan Silas justru merayakan kebaikan Tuhan-karya Tuhan atas mereka dan bukan berfokus pada apa yang mereka alami. Memuji Tuhan melampau i masalah hanya bisa terjadi saat kita berhenti berfokus pada masalah kita dan mulai memandang kepada Tuhan.

Paulus dan Silas yang juga masih manusia biasa, bisa saja hanya berfokus pada apa yang mereka rasakan (siksaan, deraan dan penjara – Kisah 16:19-24) namun mereka memilih untuk tidak ambil pusing dengan semua perkara itu dan mulai menaikkan pujian kepada Tuhan yang besar.

  • Paulus dan Silas berhenti melihat pasungan, penjara dan hal-hal yang membelenggu mereka.
  • Kaki mereka terpasung, namun mulut mereka tidak terpasung untuk memuji Tuhan.
  • Diri mereka terpenjara, namun hati mereka tak pernah terpenjara.
  • Kebebasan mereka direbut, tetapi hati  mereka yang menyembah Tuhan tak pernah redup.
  • Hak mereka dirampas, iman mereka tak pernah kandas
  • Dinginnya penjara, tak membuat hati mereka dingin terhadap Tuhan
  • Gelapnya penjara, tak pernah menggelapkan pandangan mereka kepada Tuhan
  • Sekuat apapun pasungan dan penjara kehidupan kita tetapi itu tidak pernah membendung pujian dan penyembahan kita.
  • Mereka tak peduli apa yang sedang menimpa mereka, segelap apa malam mereka, sesuram apa masa depan mereka dan banyak keraguan dan ketakutan lainnya yang lazim dipikirkan oleh manusia biasa.

Tuhan menginginkan sikap yang sama terhadap kita, didalam segala pergumulan dan problema kehidupan kita. Kita berhenti berfokus pada  masalah kita yang besar, tetapi mulai menaikkan doa, pujian dan syukur kepada Allah yang besar.

PENGALAMAN PEMAZMUR
Mazmur 18:7 ketika dalam kesesakan oleh kejaran Saul, Daud lebih memilih untuk berseru dan berteriak kepada Tuhan.
Mazmur 16:8 mengkisahkan bahwa Dalam segala keadaan dihidupnya pemazmur memilih untuk memandang Tuhan yang memberikannya keteguhan.
Mazmur 123:2 menuliskan bahwa Pemazmur menggambarkan dirinya sebagai hamba yang terus menanti tangan tuannya memberi pertolongan
Daniel 6:11 ancaman dan bahaya boleh datang, tetapi tidak datang kepada Tuhan jauh lebih berbahaya. Pentingnya kehidupan doa, pujian dan penyembahan ketimbang masalah-masalah kita.

3.  PUJIAN MELAMPAUI MASALAH ADALAH MOMEN DEMONSTRASI KUASA ALLAH
Kisah 16:26  Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.

Ayat ini menunjukkan kepada kita kuasa yang dahsyat dari sebuah pujian penyembahan. Ketika kita memuji Tuhan melampaui masalah kita maka bukan sekedar masalah kita yang diselesaikan tetapi itu adalah cara Allah untuk menunjukkan kuasaNya.

HAL APA SAJA YANG DIDEMONSTRASIKAN OLEH ALLAH ?
1.      Membuka belenggu ( Paulus, Silas dan orang dipenjara)
2.      Membawa keselamatan jiwa (kepala penjara Filipi)
Tak pernah dibayangkan sebelumnya oleh Paulus dan Silas bahwa penjara mereka justru dipakai Tuhan untuk menunjukkan kuasaNya. Penting untuk kita renungkan, setiap masalah, pergumulan dan tantangan yang datang dihidup kita justru dipakai Tuhan untuk menunjukkan kuasaNya.

Mari, jangan respon pergumulan dan tantangan dengan sikap yang negatif, bangunlah, angkat pujian dan penyembahan kepada Tuhan, percayalah Tuhan ahli dalam mengubah apa yang buruk menjadi baik, apa yang tertutup menjadi terbuka. Jika masalah datang jangan nilai itu sebagai kerugian, tetapi lihat itu sebagai peluang. Hidup didepan kita tidak akan menjadi makin mudah, tetapi makin sulit, tetapi lihat peluangnya,  justru makin banyak kita akan mengalami dan menyaksikannya kuasa Allah yang dahsyat. 2 Korintus 12:9-10.

Momen-momen terlemah dihidup kita adalah kesempatan Allah menyatakan kuasaNya, namun ingat! Hal ini hanya bisa terjadi ketika kita mampu membangun kehidupan yang dekat dengan Tuhan, hidup dalam pujian dan penyembahan kepadaNya. Kuasa Allah hanya akan dialami oleh mereka yang sungguh menghampiri Tuhan dalam doa, pujian dan penyembahan mereka.

Arsip Catatan Khotbah