Yohanes 15:5 (TB) Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
Pendahuluan
Yesus berbicara dan memakai gambaran diri-Nya sebagai pokok anggur yang benar dan murid-murid-Nya sebagai ranting. Dari gambaran yang Yesus sampaikan kepada murid-murid-Nya, termasuk kepada kita saat ini adalah; “Yesus yang adalah pokok anggur dan murid-murid sebagai ranting-ranting tidak bisa dilepaskan atau dipisahkan.” Artinya murid-murid termasuk saudara dan saya harus terhubung, melekat, bahkan menyatu dengan Pribadi-Nya.
Kekristenan yang kuat, bertumbuh dan berbuah tidak dapat dipisahkan dari Yesus sebagai sumber pokok kita. Itu sebabnya Yesus katakan diayat pokok kita: sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Hal ini menegaskan bahwa tanpa hubungan persekutuan yang hidup dan aktif, kita tidak akan berhasil sebagai murid Tuhan Yesus. Saudara dan saya pasti akan gagal dalam kehidupan kekristenan jika tidak ada persekutan yang akrab, karib dengan Yesus.
Pertanyaannya: Mengapa saudara dan saya harus terhubung dengan Tuhan?
1. Yesus adalah Pokok / Sumber Kehidupan.
Yohanes 15:4 (TB) Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur,demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
Garis bawahi perkataan Yesus; Tinggallah di dalam Aku, Mengapa? Sebab sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal/melekat pada pokok anggur. Ini menunjukkan bahwa, Yesus memastikan kepada murid-murid-Nya bahwa tanpa Yesus mereka tidak bisa berbuah dari dirinya sendiri, artinya mereka butuh sumber dan Yesuslah sumber tersebut.
Buktinya Dia adalah sumber kehidupan adalah; Yoh 14:6, Yoh 4:10, Yoh 14:27
- Yesus adalah Jalan, Kebenaran dan Kehidupan
- Yesus juga adalah sumberi air Kehidupan.
- Dan Yesus juga yang memberikan kepada kita damai sejahtera
Sebuah ranting/cabang yang melekat pada pokoknya pasti akan menerima sari-sari makanan dari pokoknya, sehingga ranting itu bisa hidup dan berbuah. Ranting yang terpisah dari pokok / sumbernya pasti akan mengalami kekeringan sehingga dibuang dan dibakar.
Yohanes 15:6 (TB) Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, (artinya diluar Yesus, terpisah dari Yesus, jauh dari Yesus) ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.
Demikian juga dengan kehidupan kekristenan kita, tanpa Yesus sebagai pokok kita atau sumber kita, maka kita tidak bisa hidup dan berbuah, tetapi justru kita pasti akan binasa. Itu sebabnya melekatlah kepada Yesus, jadikan Yesus sebagai pokok utama dalam kehidupan kita. Jangan sekali-kali kita menjauh dari Pribadi-Nya, karena Yesus yang menjadi satu-satunya sumber kehidupan dan keselamatan kita. Yoh 14:6, Kis 4:12
Bahkan lebih jauh lagi dikatakan oleh Yesus kita akan menerima dari Yesus apa yang kita minta, tetapi syaratnya jika kita tinggal didalam Yesus dan Firman-Nya didalam kita, Ay 7.
Yohanes 15:7 (TB) Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya
2. Agar kita dapat di Proses.
Yohanes 15:2 (TB) Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
Dikatakan oleh Yesus, setiap ranting yang tidak berbuah dipotongNya, dan setiap ranting yang berbuah dibersihkan-Nya agar lebih banyak berbuah.
Prosesnya lewat apa? Ayat 3 yaitu lewat Firman Allah atau perkataan Tuhan.
Yohanes 15:3 (TB) Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
Jadi seseorang yang terhubung dengan Tuhan maka akan mengalami Proses dari Tuhan, yaitu melalui Firman Tuhan. Itu sebabnya jangan pernah kita meremehkan Firman Allah. Hidup bertumbuh dan berbuah atau tidaknya saudara ditentukan oleh Firman Allah.
Itu sebabnya pemazmur berkata dengan apakah seseorang dapat mempertahankan hidup yang bersih? Dengan menjaganya sesuai Firman Tuhan. Maz 119:9
Persoalannya adalah, apakah kita sudah berbuah?
Kalau kita belum menunjukkan buah, jangan-jangan kita belum mengalami proses Firman Allah. Atau kita sudah menunjukkan buah, tetapi buahnya tidak bagus, busuk, jangan-jangan prosesnya belum selesai kita sudah menyerah. Setiap kita orang percaya, kita pasti akan melewati yamg namanya proses dari Tuhan, tujuannya apa? Jelas sekali dikatakan oleh Yesus, agar kita lebih banyak berbuah. (Katakan pada diri sendiri, mau berbuah hai diriku, Terima dan jalani proses). Yang namanya proses pasti tidak menyenangkan, tetapi hasilnya tidak pernah salah apalagi menipu.
Kalau saudara sementara dalam proses pembersihan dari dosa atau rumput liar yang menempel dalam hidup saudara, tetaplah tinggal di dalam Tuhan, jangan pernah keluar apalagi tinggalkan Tuhan. Tentu harapan dari sang pemilik kebun anggur ketika melakukan pembersihan dari rumput liar adalah buah atau hasil. Demikian juga dengan kekristenan kita ketika diproses oleh Tuhan, yang Dia inginkan adalah agar kita terus mengeluarkan buah. Persoalaannya adalah, apakah kita tetap bertahan atau tidak, apakah kita tetap kuat atau tidak, atau sebaliknya dengan mudahnya kita keluar dari Tuhan.
3. Agar Hidup Kita tidak Menjadi sia-sia.
Yohanes 15:6 (TB) Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.
Ranting yang dibuang adalah ranting yang tidak berguna atau sia-sia sebab akan menjadi layu dan kering, mengapa? Karena ranting tersebut tidak terhubung dengan pokoknya. Itu sebabnya mengapa ranting itu harus terhubung, agar tidak menjadi sia-sia sehingga dibuang serta dibakar.
Gereja, atau orang percaya harus terus melekat dengan Pribadi-Nya, sehingga hidup kita menjadi berarti, berharga, dan bernilai. Saudara apalah artinya punya segalanya secara lahiriah, tetapi tanpa Yesus, mungkin seseorang bisa bahagia, tapi itu sementara.
Keinginannya selalu terpenuhi, tetapi merasa kurang.
Jabatannya, keamanan besar, tetapi selalu merasa kuatir, cemas, bahkan takut.
Sebenarnya tanpa seseorang sadari mengapa hal itu terjadi, karena dia tidak punya kepastian serta jaminan di dalam Yesus. Artinya hidupnya menjadi sia-sia.
Jangan sampai hidup kita menjadi sia-sia dan tak berarti, sehingga kita di potong, dibuang, bahkan dibakar.
Bagaimana kita bisa membuat hidup kita menjadi berarti?
4. Agar Hasil atau buahnya dapat di nikmati.
Yohanes 15:8 (TB) Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”
Perhatikan apa yang Yesus katakan, dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan yaitu jika kamu berbuah banyak…
Seorang pemilik kebun pasti akan bangga dan sangat senang sekali jika mendengar kata pujian dari orang yang menikmati hasil buahnya. Demikian juga ini yang dimaksud oleh Yesus, bahwa Bapa akan dipermuliakan jika Kekristenan kita menghasilkan buah-buah yang membuat orang tertarik dan datang kepada Tuhan.
Ini berbicara pelayanan kita, bukan sekedar menjadi orang Kristen, tetapi kita mau menjadi orang Kristen yang Sungguh-sungguh berbuah lewat kita melayani. Kita menjadi kesaksian tentang Yesus kepada mereka yang belum mengenal Yesus. Buah-buah dari sifat Yesus atau kebenaran Allah yang terpancar dari dalam kehidupan Kekristenan kita dapat dinikmati oleh setiap orang yang kita layani.
Saudara mau Allah di pemuliakan melalui kehidupan kita? Melayani lah.. Teruslah menjadi penopang pekerjaan Tuhan di tempat ini. Korban-korban saudara, baik itu untuk pekerjaan Tuhan, hamba-hamba Tuhan di pedesaan, bahkan untuk sesama jemaat yang perlu di diakonia itulah bentuk pelayanan atau buah yang saudara dapat tunjukan atau lakukan. Kalau saudara dapat lakukan hal tersebut, berarti itu menunjukkan bahwa saudara terhubung dengan Tuhan. Jika ada yang belum terlibat dalam melayani, masih diberi kesempatan, tapi perhatikan kalau sudah diberi kesempatan tapi tidak mau, maka Tuhan katakan tebanglah itu.
Lukas 13:9 (TB) mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!”
Kesimpulan
Melekatlah erat dengan Tuhan dan ijinkan Tuhan terus memproses hidup kita, sehingga kita berbuah dan menjadi berkat. Amin.