BELAJAR MENGHIDUPI FIRMAN TUHAN – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 3 – Minggu, 10 Juli 2022)

KOLOSE 3 : 1-4

Pendahuluan,
Sebagai orang-orang yang telah ditebus dari dosa, maka tugas yang harus kita kerjakan adalah terus mengerjakan keselamatan kita sampai kita disempurnakan menjadi serupa dengan gambar Kristus, yaitu dengan menghidupi firman Tuhan dalam hidup kita. Menghidupi artinya hidup sesuai dengan firman Tuhan, firman Tuhan menjadi praktek hidup kita. Bagaimana kita menghidupi firman Tuhan itu ? Kita akan pelajari dari ayat-ayat pokok kita.

I. KOLOSE 3:1-2- “Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, dimana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.”

Ayat ini menjelaskan karena hidup lama sudah mati, dan dibangkitkan bersama Kristus, maka :

  • Biasakanlah untuk mencari perkara yang di atas. Jangan lagi terikat apa lagi memburu hal-hal yang ada di duniawi lagi.
  • Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan lagi di bumi. Pikiran kita harus diubah haluannya, tidak lagi tertuju pada hal-hal duniawi, tetapi kepada kekekalan, yaitu perkara yang di atas, dimana Kristus berada.

Apa yang Rasul Paulus tuliskan ini, juga merupakan praktek dalam hidupnya, seperti yang ia ungkapkan dalam:
Galatia 2:20 – “Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.”

Setiap orang yang sudah ada di dalam Kristus, ia harus membiasakan diri hidup di dalam Kristus, memikirkan dan mencari semua hal yang ada pada Kristus. Mengapa orang mudah jatuh ? Karena hanya mengaku hidup di dalam Kristus, tetapi kenyataan hidupnya duniawi.

II. KOLOSE 3:3-4 – “ Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.”
Ayat ini menjelaskan realita hidup kita, bahwa hidup yang harus kita jalani adalah hidup di dalam Kristus. Bagi semua orang yang telah ditebus dosanya dan hidup lamanya telah mati, sudah seharusnya hidupnya ada di dalam Kristus. Kejatuhan dari begitu banyak anak Tuhan adalah tahu dan mengerti firman Tuhan, namun tidak mampu melakukannya, bahkan tidak sedikit seperti yang dilakukan oleh bangsa Israel malah dengan sengaja menyimpang dari perintah Tuhan. Yeremia meratapi kejatuhan mereka dalam.   

Ratapan 1:9- “Kenajisannya melekat pada ujung kainnya, ia tak berpikir akan akhirnya, sangatlah dalam ia jatuh, tiada orang yang menghiburnya. Ya, Tuhan, lihatlah sengsaraku, karena si seteru membesarkan dirinya..”   
Dosanya melekat susah untuk dihilangkan dan kejatuhannya dikatakan sangatlah dalam. Bisa dibayangkan sudah lama menjadi umat Tuhan, menikmati banyak berkat dan pertolongan Tuhan, melayani Tuhan, tetapi gagal dalam hidup yang sesuai dengan kehendak Tuhan, betapa dalamnya ia jatuh.  Kita memang belumlah sempurna, tetapi orang yang melatih dan membiasakan diri melakukan firman Allah, ia tidak akan jatuh. Bagaimana kita melatih dan membiasakan diri untuk hidup seturut firman Tuhan.

Dalam Kolose 3:5-8, kata “mematikan “ dalam Kol.3:5, dipakai kata NEKROO, artinya membunuh kebiasaan buruk dari kedagingan –  Biarkan kedagingan kita mengalami impotensi. Impotensi, artinya dibuat menjadi tidak berdaya, tidak dapat berfungsi. Setiap potensi dosa yang mulai tumbuh, meski baru muncul di pikiran, kita harus pangkas, potong habis. Ibarat pohon yang sudah ditebang habis, kadang dari tunggul pohon itu muncul tunas baru, harus segera dimatikan dengan memotongnya, sehingga meskipun tunggul pohon itu punya potensi bertumbuh lagi, ia dibuat tidak berdaya, selalu kita potong jika bertunas lagi.

Orang yang sudah lama menjadi Kristen, sudah lama dengar dan mengerti firman, tidaklah wajar jika ia jatuh. Berbeda jika orang baru bertobat, belum mengerti benar tentang firman Tuhan, apa lagi belum mendapatkan bimbingan, wajar jika ia jatuh. Mengapa orang, yang sudah paham firman Tuhan, giat dalam pelayanan Tuhan, bisa jatuh ?  

Kolose 3:9-10- “Janganlah lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya…Karena mereka gagal mengenakan manusia baru, dengan melatih diri melakukan firman-Nya. Pengenalan akan Kristus dapat terwujud, jika kita terus melatih diri menjadi pelaku firman-Nya. Hanya orang yang menghidupi firnan Allah, yang dapat memperoleh pengetahuan untuk menjadi segambar dengan Khaliknya. Pengetahuan dan pengenalan kepada Kristus, sampai pada tingkatnya.

Filipi 2:5- “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.”  Pikiran dan perasaan Kristus, benar-benar menjiwai dan menjadi bagian dalam kehidupannya.  

Kolose 1:10- “Sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah.”

Kebiasaan memikirkan dan melakukan perkara yang di atas memang tidaklah mudah. Namun kebiasan untuk memikirkan dan melakukan perkara yang di atas melalui firman Allah, akan mengubah kehidupan kita dari dalam. Seperti yang tertulis dalam 2 Timotius 3:16 – “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat, untuk:

  • Mengajar, melalui firman-Nya, kita diajar agar dapat mengetahui kehendak Tuhan. Selanjutnya, firman itu berguna untuk menyatakan:
  • Kesalahan, melalui firman Tuhan, kita dapat mengetahui hal-hal yang salah, yang keliru dan yang tidak baik. Selanjutnya firman itu berguna untuk memperbaiki:
  • Kelakuan, Firman Tuhan akan memberi petunjuk bagian mana yang masih gagal kita kerjakan, khusunya dalam berkelakuan, untuk segera kita rubah dan memperbaiki diri. Selanjutnya firman Tuhan juga berguna untuk :
  • Mendidik orang dalam kebenaran. Tidak ada buku manapun yang dapat mengubah hidup seseorang menjadi benar selain dari Alkitab, yang adalah firman Allah.

Semuanya itu dapat terjadi jika kita benar-behar belajar untuk menghidupi firman Allah dalam kehidupan kita. Hidup kita bukan lagi memikirkan perkara duniawi lagi tetapi kepada perkara yang ada pada Kristus, tidak lagi berfokus kepada perkara duniawi, tetapi kepada kekekalan. Latihlah diri kita untuk beribadah dan latihlah diri kita untuk tunduk dan menjadi pelaku firman Tuhan, yang akan mengubahkan kita menjadi serupa dengan Kristus.

Arsip Catatan Khotbah