Maz 1:1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
Maz 1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
Maz 1:3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Kebahagiaan sejati adalah kebahagiaan yang tidak tergantung pada keadaan dan situasi. Kalau keadaan dan situasinya baik, maka akan berbahagia. Kebahagiaan sejati berasal dari Tuhan yang adalah sumber damai sejahtera itu.
Kebahagiaan sejati adalah orang yang kesukaannya ialah Firman Tuhan dan yang merenungkan firman Tuhan itu siang dan malam. Keadaan yang demikian seperti Pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya dan tidak akan pernah layu daunnya. Pohon yang besar itu sangat tergantung kepada akar yang dapat membuat pohon tersebut kokoh, kuat dan hidup. Dan ilustrasi itu ditujukan kepada orang yang memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan sebagai sumber hidupnya, apa saja yang diperbuatnya, pasti berhasil.
AKAR POHON
Akar pohon itu tidak terlihat karena akar bertumbuhnya ke bawah (sebelum tumbuh ke atas). Akar akan terus bertumbuh ke dalam, kokoh dan kuat. Hal itu adalah gambaran dari hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Namanya hubungan pribadi kita dengan Tuhan, suatu hubungan yang mendalam dan tidak terlihat, tetapi dapat dirasakan oleh orang banyak. Hal apa saja yang merupakan hubungan pribadi kita dengan Tuhan?
BERDOA – Matius 6:6, berdoa adalah hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Hubungan kita tidaklah mendalam dengan Tuhan kalau kita hanya hadir dalam persekutuan doa tetapi tidak membangunnya secara pribadi dalam kamar yang tersembunyi dengan Tuhan. Ibarat kayu api yang terbakar di tengah api unggun, tetapi ketika kayu api itu dibawa pulang ke rumah, api itu menjadi padam kembali. Jadi doa adalah usaha pribadi kita untuk mempertahankan api itu terus menyala.
Begitu juga dengan beribadah, merenungkan firman tuhan, dan berpuasa. Jika kita ingin berakar semakin dalam dengan Tuhan, lakukanlah dalam hubungan pribadi dengan Tuhan.
BERAKAR DALAM FIRMAN TUHAN
Untuk mengenal Allah lebih dalam dan lebih kaya lagi, mau tidak mau kita harus membaca dari Alkitab yang kita miliki. Itu sebabnya mau tidak mau kita harus mempunyai Alkitab versi yang cetak, agar tidak terganggu dengan aplikasi yang lainnya. Kita akan lebih memahami sifat dan karakter Allah, apa yang ada di pikiran dan hati-Nya Allah. Apa yang merupakan agenda dan cara kerja-Nya Allah, dan masih banyak hal tentang Allah.
2Ti 3:15 Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.
2Ti 3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
Alkitab diilhamkan Allah, dituangkan dalam tulisan oleh penulis Alkitab. Dalam salinan KJV ditulis dengan kata ‘Inspiration’ of God. Manusia yang menulis tapi inspirasinya berasal dari Allah.
Dalam salinan Alkitab ‘The Message’ – God breathe (Nafas Tuhan – Nafas yang membawa kehidupan). Menghidupkan tubuh Adam yang masih belum hidup. Dalam kitab Yehezkiel, nafas hidup ini menghidupkan tulang-tulang yang kering. Dan orang merenungkan firman, pasti rohaninya bertumbuh dan berbuah lebat. Tulisan dari zaman dahulu – ayat yang sama, menjadi relevan buat zaman ini. Kata-kata Firman yang diucapkan pengkhotbah dihembusi oleh Roh Allah menjadi hidup.
MENGAPA ALKITAB BISA KITA PERCAYAI?
1. Alkitab dapat dipercaya secara historis.
Semua kisah, lokasi tempat, kejadian benar-benar ada.
Luk 1:1 Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, Luk 1:2 seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman.
Luk 1:3 Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu,
Luk 1:4 supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar.
2. Nubuat yang dicatat dalam Alkitab, semuanya akurat. Dari nubuatan tentang kelahiran-Nya, lokasi dimana Yesus akan dilahirkan, kematian-Nya, kebangkitan-Nya, kenaikan-Nya ke surga. Dengan demikian kita percaya juga bahwa kedatangan-Nya kembali pasti terjadi.
3. Alkitab punya kesamaan tema yang konsisten yaitu tentang Allah yang menyelamatkan.
Ditulis lebih dari 40 orang dengan berbagi profesi: nabi, imam, raja, petani, nelayan, dokter – latar belakang yang berbeda, ditulis di 3 benua, 3 bahasa asli, berbagai lokasi, berbagai kondisi, dalam rentang waktu 1500 Tahun.
Alkitab adalah Firman Allah yang bermanfaat untuk mengajarkan kebenaran atau doctrine, menyatakan kesalahan atau menegur (koreksi), memperbaiki kelakuan atau instruksi, mendidik dalam kebenaran atau hidup benar.
2Ti 3:17 Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.
Selamat Berakar dalam Firman Tuhan.