FILEMON – Oleh Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Raya 2 – Minggu, 19 Juni 2022)

Pendahuluan
Tidak ada sebuah surat pribadi yang menyatakan keindahan seperti surat dari rasul Paulus kepada Filemon ini. Sebuah surat rekonsiliasi, surat yang menyatakan bagaimana pemulihan dari satu hubungan yang sudah retak.

Di dalam surat ini, meskipun bicara mengenai hubungan dua orang, Filemon dan Onesimus, tetapi sesungguhnya surat ini tidak berfokus dan bicara mengenai mereka. Ini bukan tentang Onesimus; ini bukan tentang Filemon ataupun Paulus tetapi Ini tentang kasihYesus Kristus.

Justru di dalam surat yang singkat ini nama Yesus Kristus yang paling banyak disebut oleh rasul Paulus. Surat ini bicara mengenai kuasa kasih yang luar biasa, kuasa kasih Yesus Kristus merubah moral dan karakter seseorang.

Kita akan melihat Kasih Yesus dalam surat Paulus kepada Filemon:
1). Kasih yang mengubahkan
Filemon :
10 mengajukan permintaan kepadamu mengenai anakkuyang kudapat selagi aku dalam penjara,yakni Onesimus
11. –dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku. 
12. Dia kusuruh kembali kepadamu–dia, yaitu buah hatiku–.
13. Sebenarnya aku mau menahan dia di sini sebagai gantimu untuk melayani aku selama aku dipenjarakan karena Injil,

Kisah Onesimus ini sesuatu yang luar biasa. Onesimus memang pernah berada di penjara bersama dengan Paulus, hanya saja Onesimus dipenjara bukan karena Injil melainkan karena kejahatan yang dilakukannya Onesimus, yang adalah seorang budak dari Filemon yang telah merugikan Filemon (mungkin masalah uang atau mungkin mencuri) tetapi dijelaskan bahwa Onesimus melarikan diri dan meninggalkan Filemon Itulah sebabnya Paulus mengatakan Onesimus ini dahulunya memang tidak berguna bagi Filemon, karena hadirnya Onesimus telah merugikan Filemon. Tetapi selama di penjara terjadi perubahan dalam hidup Onesimus, sebab hidupnya telah dibaharui dan Paulus melihat bahwa Onesimus siap untuk diutus kembali kepada Filemon.

Mungkin Filemon terkejut saat membaca surat dari Paulus tentang Onesimus, tetapi itu membuat ada perasaan haru tentang kuasa kasih Tuhan yang sanggup mengubahkan hidup Onesimus.

Saudaraku, Tuhan selalu memberikan kesempatan kepada setiap kita untuk diubahkan melalui kasih Yesus, jika kita baca surat ini :lewat cara mempertemukan Onesimus dengan Paulus. Seorang yang dulunya tidak berguna sama sekali tetapi menjadi manusia berguna untuk pelayanan Filemon, seorang pelarian sekarang meresponi panggilan, yang dianggap sampah sekarang berfaedah.

Bukankah kita juga sama seperti Onesimus, kita juga manusia yang penuh dosa dan kejahatan sama seperti sampah. Namun oleh kasih dan anugerahNya kita diselamatkan dan diangkat Tuhan menjadi anak-anakNya.

Paulus menjadi pribadi yang memperaktekan, memperkenalkan Kasih Kristus yang luar biasa kepada Onesimus sehingga Onesimus diubahkan dan Kasih yang sama yang dialami oleh Onesimus, kuasa kasih Yesus itu yang akan mengubahkan hidup saya dan saudara. Kasih yang menerima kita apa adanya, kasih yang mengangkat kita dan mengubahkan hidup kita.

Sebagaimana Paulus tidak malu menyebut Onesimus yang adalah budak, pelarian, pencuri itu sebagai anaknya, buah hatiku. Inilah Kasih kristus yang mengubah hidup kita menjadi anak-Nya, buah hati-Nya.

Yeremia 31: 3 “Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.”

Dia berkata dalam Yeremia 31: 3, “Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.”

Apakah saudara tahu kekal itu berapa lama? Selamanya. Kita tidak dapat membuat Allah berhenti mengasihi kita; sebab ia adalah kasih, Dia akan mengasihi saya dan saudara selamanya selamanya. Itu sebabnya Allah mengutus Putra-Nya: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16).

Allah ingin kita mengenal kasih-Nya. Terlebih lagi, Dia ingin kita menerima, merasakan kasih-Nya. Kasih-Nya mengubah seseorang yang penuh kebencian, fanatik, menjadi orang yang baik, lemah lembut, dan penuh kasih.

Ketika kasih Allah masuk ke dalam hidup kita, itu akan mengubah cara kita merespons orang lain. Ketika kita benar-benar memahami dan mengalami kasih Allah, kita pasti tidak bisa menahan diri kita untuk membagikannya kepada orang lain. Rasul Paulus sendiri mengalami kasih itu dan ia diubahkan dan kasih itu dia beritakan dan kenalkan kepada Onesimus.Kasih Yesus mengubahkan bukan menghakimi.

– Kasih Yesus mengubahkan, membenci dosa manusia tetapi mengasihi manusia.
– Kasih Yesus mengubahkan menghasilkan pertobatan.

Ketika saudara menganggap bahwa kasih Allah terhadap saudara ada untuk selamanya, saya yakin ada pengaruhnya terhadap kehidupan saudara.  Allah tidak ingin kita hanya tahu tentang kasih-Nya; Dia ingin kita merasakan kasih-Nya. Itu sebabnya begitu penting bagi kita untuk mengalami kasih Allah. Saya percaya ada perubahan terbesar yang akan kita lihat dalam diri kita ketika kita mengalami Kasih Allah.

  1. Kasih yang memperdamaikan, Roma 3:25
    Kematian Yesus diatas kayu salib untuk memperdamaikan hubungan manusia dengan Bapa di sorga dan dengan mengorbankan dirinya serta mencurahkan darah-Nya, Ia memulihkan hubungan kita dengan Bapa.

Rasul Paulus punya pengalaman pribadi bagaimana hidupnya diperdamaikan dengan Bapa d isorga melalui pribadi Yesus dan ia membawa Kasih Yesus untuk memperdamaikan hubungan Filemon dengan Onesimus.

Jika kita lihat dalam ayat 13 – Sebenarnya aku mau menahan dia di sini sebagai gantimu untuk melayani aku selama aku dipenjarakan karena Injil,…
Ada kerinduan Paulus untuk tetap menahan Onesimus melayani, tetapi ada yang lebih penting yaitu memulihkan atau memperdamaikan hubungan antara Filemon dan Onesimus.

Paulus mengambil langkah ini dengan ayat kunci dalam surat Filemon ini:
 ayat 17 Kalau engkau menganggap aku temanmu seiman, terimalah dia seperti aku sendiri.  ayat 18 Dan kalau dia sudah merugikan engkau ataupun berhutang padamu, tanggungkanlah semuanya itu kepadaku.
ayat 19 aku, Paulus, menjaminnya dengan tulisan tanganku sendiri: Aku akan membayarnya–agar jangan kukatakan: “Tanggungkanlah semuanya itu kepadamu!” –karena engkau berhutang padaku, yaitu dirimu sendiri. 
Jadi dalam permintaan Paulus dalam ayat ini terlihat Kasih Yesus yang Paulus terapkan yaitu kasih yang memperdamaikan Filemon dengan Onesimus.

2 Korintus 5:19 Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka.Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.

Jadi jelas posisi Paulus yang kita lihat dalam gambar terlihat ada kasih Yesus, salib kristus yang bukan hanya mempersatukan hubungan kita dengan Bapa tetapi mempersatukan hubungan kita dengan sesama kita.

Perhatikan kata teman seiman ayat 17  menggunakan kata Koinonos atau dalam ayat 6 persekutuan didalam iman – Koinonia artinya ketika Yesus memperdamaiakan kita, maka kita ini menjadi setara, menjadi sama yaitu saudara seiman didalam Tuhan, kita ini keluarga, satu dalam persekutuan didalam tubuh kristus.

Kolose 3:11 dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang sakit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.

Paulus mau Filemon mempraktekan kasih yang ia terima itu dengan menerima kembali Onesimus menjadi saudara seiman. Kasih Yesus yang luar biasa memperdamaikan hubungan kita dengan sesama kita, menjadikan kita saudara seiman.

Pelayanan akan terus maju dan berkembang karena adanya keterlibatan bersama saudara-saudara seiman. Kekuatan dalam sebuah gereja terlihat dari kesatuan, saling menolong, memperhatikan, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan. Kunci berkat adalah hidup rukun dalam persaudaraan seiman. Kuasa Tuhan bekerja jika saudara seiman bersatu, bersepakat, bersekutu bersama, firman Tuhan jelaskan disitu Tuhan hadir.

2). Kasih yang mengampuni
Pengampunan memang menjadi kata yang kerap kali dibicarakan. Tetapi apakah hati untuk mengampuni itu juga terefleksi dalam hidup sehari-hari? Pada kenyataannya, membicarakan pengampunan jauh lebih mudah daripada melakukannya. Mengapa mengampuni itu sulit dilakukan? Apa saja yang menyulitkan kita untuk mengampuni seseorang? 

Pertama, kita sulit mengampuni karena berpikir bahwa orang tersebut tidak layak untuk diampuni, dan kita merasa tidak adil bila orang tersebut diampuni. “Kesalahannya terlalu besar, ia tidak layak diampuni!” pikir kita.

Kedua, kita sulit mengampuni karena kita tidak bisa menerima perlakuan buruk yang telah dilakukannya kepada kita.

Ketiga, kita sulit mengampuni karena kita berpikir bahwa orang itu memang sepantasnya mendapatkan balasan setimpal dari kejahatannya. 

Filemon tidak mungkin bisa berubah dengan sendirinya. Dia tidak bisa memaafkan Onesimus dengan sendirinya. Onesimus pun tidak bisa dengan sendirinya merendahkan diri, mengakui segala kesalahan dan dosa dan datang dengan siap menghadapi segala resikonya.

Itu semua bisa terjadi ketika kuasa kasih Yesus Kristus. Di situlah perasaan malu kita tanggalkan; di situlah harga diri kita singkirkan; di situlah kerugian material kita abaikan; di situlah kemarahan, sakit hati, kesedihan, kepahitan kita pendam dan buang semua oleh sebab kasih Yesus Kristus telah merubah kita.

Tetapi bagaimana dua orang yang pernah luka itu bertemu lalu kemudian terjadi satu keindahan pemulihan di dalam relasi mereka? Jawabannya, itu bisa terjadi hanya karena dua orang ini sudah diubahkan oleh kasih Yesus Kristus, karena kasih Yesus Kristus di tengah mereka.

Dari pihak Filemon, Filemon sudah lebih dulu mengalami kasih pengampunan yang dikerjakan didalam Yesus kristus saat Paulus melayani di Efesus dan bertemu dengan Filemon 19 – aku, Paulus, menjaminnya dengan tulisan tanganku sendiri: Aku akan membayarnya–agar jangan kukatakan: “Tanggungkanlah semuanya itu kepadamu!” –karena engkau berhutang padaku, yaitu dirimu sendiri.

Kita akan dimampukan mengampuni orang lain jika kita menyadari bahwa dosa dan kesalahan kita yang besar sudah Tuhan ampuni dan firman Tuhan katakan dosa-dosa kita sudah dibayar dengan lunas dengan pengorbanan Yesus dan dengan darah yang mahal diatas kayu salib.

Mengampuni tidaklah sama dengan melupakan. Apa yang sudah terekam dalam ingatan kita akan tetap ada dalam ingatan kita, tetapi mengampuni berarti, ketika ingatan itu muncul kembali, “sengatnya” tidak lagi membuat hati kita terluka. Kiranya kita bersedia belajar mengampuni orang-orang yang bersalah kepada kita, seburuk apa pun yang dilakukannya.

Maka pengampunan itu membebaskan kita dari ‘beban’
KASIH KARUNIA TUHAN MENDORONG DAN MENOLONG KITA MEMAAFKAN KESALAHAN ORANG, BUKAN MENYIMPAN KEBENCIAN ATAU MEMBALASNYA.

Dari pihak Onesimus, Onesimus sudah mengalami perubahan hidup, dipulihkan dan ia datang dengan penuh kerendahan hati mengaku setiap kesalahan yang ia perbuat kepada Filemon. Seperti arti namanya Onesimus artinya berguna, Onesimus menjadi pribadi yang berguna bagi pekerjaan Tuhan, bagi banyak orang.

Kolose 4:19 Ia kusuruh bersama-sama dengan Onesimus, saudara kita yang setia dan yang kekasih, seorang dari antaramu. Mereka akan memberitahukan kepadamu segala sesuatu yang terjadi di sini. 

Sungguh luar biasa Kasih yang mengampuni. Onesimus mengajarkan kita bahwa tidak ada satupun manusia yang tidak berdosa. Bahwa dosa dan kejahatan apapun yang kita lakukan dimasa lalu, jika kita mau bertobat dan berbalik hidup menjadi setia dan taat kepada Tuhan, pasti ada pengampunan dari kristus. Bahkan Dia akan memakai kita dengan heran, dasyat dan luar biasa sebagai alat bagi kemuliaan nama Tuhan menurut cara, kuasa, kasih dan waktu yang terindah.

Kesimpulan
Dalam surat ini Paulus tidak menyebutkan kematian  dan kebangkitan Yesus Kristus dikayu salib secara jelas, namun bukan karena Paulus lalai, Paulus tidak menjelaskan salib dengan kata-kata tetapi melalui tindakannya kita mendapatkan bahwa ada Kasih yang luar biasa yang Paulus jelasakan dalam surat Filemon ini. Kasih Yesus yang sanggup mengubahkan, kasih yang memperdamaikan dan Kasih Yesus yang mengampuni.

Arsip Catatan Khotbah