MENGAPA KITA HARUS DIPENUHI ROH KUDUS? – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya 2,3 – Minggu, 19 Mei 2024)

Yohanes 16:8,9 “Dan kalau Ia datang,  Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman. Akan dosa karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku.”

PENDAHULUAN
Sebagai seorang pengikut Yesus, penting sekali kita menjadi pengikut Yesus yang benar-benar dipenuhi Roh Kudus dan tidak sekedar jadi pengikut Yesus yang biasa-biasa saja. Tetapi kita harus sungguh-sungguh dipenuhi dengan Roh Kudus.

MENGAPA KITA HARUS PENUH ROH KUDUS?
Ayat tadi menjelaskan kepada kita bahwa kalau kita penuh Roh Kudus, maka :
1. Roh Kudus yang ada di dalam kita itu akan menyadarkan kita soal dosa dan akibat dosa yang telah manusia perbuat.
2. Roh Kudus yang ada di dalam diri kita itu, akan menyadarkankita, betapa penting kita hidup benar di hadapan Tuhan.
3. Roh Kudus yang ada di dalam diri kita itu akan mengingatkan kita, bahwa akan ada pehukuman bagi setiap orang yang tidak hidup sesuai dengan kehendak Tuhan.

TENTANG DOSA
Berbicara tentang dosa, mungkin kita  semua sudah tahu dan mengerti bahwa dosa itu seperti bius, yang memabukan yang membuat kita lupa diri, bahwa akibat dosa itu amat mengerikan. Setiap orang yang hidup dalam dosa, orang itu seperti mayat yang diusung dan dibawa ke kuburan, sementara orang itu sendiri, tidak mengerti dan tidak menyadarinya. Selain itu dalam surat Roma 1:21-27 di sana dicatat 5 daftar dosa yang terjadi di akhir zaman, yang dapat membius atau memabukkan kita kalau kita tidak  “dipenuhi dengan Roh Kudus.”

1.TIDAK MEMULIAKAN ALLAH
Roma 1:21
“Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya.”

Tidak memuliakan Allah di sini, tidak berarti di akhir zaman orang-orang Kristen “tidak mau lagi menyanyi, memuji dan memuliakan Tuhan di gereja atau di mana saja” tetapi maksudnya tidak memuliakan Allah ialah kalau kita tidak dipenuhi Roh Kudus, kita cenderung mengutamakan materi dari pada memuliakan Tuhan. Bahkan kalau kita lihat dalam kehidupan sehari-hari: tidak sedikit orang yang rela menjual keselamatan yang mereka telah terima demi mendapatkan kedudukan; harta dan kemuliaan dunia ini.

1 Timotius 6:9
“Tetapi mereka yang ingin kaya, terjatuh   ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai hawa nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.”

Dengan demikian kalau kita tidak berhati-hati dengan hal materi, maka kita bisa terbius yang membuat kita tidak sadar bahwa kita sudah jatuh  dan masuk ke dalam jerat maut.

2.MENJADI BODOH
Roma 1:22 “Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.”

Menjadi bodoh disini bukan secara harfiah sebab dengan pendidikan dan perbaikan gizi yang semakin baik, telah membuat manusia akhir zaman menjadi cerdas/pandai. Namun yang dimaksud menjadi bodoh di ayat ini bukan secara intelektual, tetapi oleh karena dosa dan kejahatan manusia di akhir zaman semakin menjadi-jadi maka hal ini telah membuat manusia kehilangan akal sehat sehingga sikap dan perilaku manusia di akhir zaman telah menggenapi apa yang dinubuatkan dan ditulis firman Allah dalam:

Roma 3:11
“Tidak ada seorang pun yang berakal budi, tidak ada seorang pun yang mencari Allah.”

Pada waktu seseorang tidak lagi memiliki keinginan untuk mencari Tuhan pada saat itu sebenarnya, orang tersebut telah terbius oleh Iblis dan kehilangan akal sehat, sehingga pada akhirnya, ia akan kehilangan keselamatan (dibinasakan).

Mazmur 14:1
“Untuk pemimpin biduan dari Daud. Orang bebal berkata dalam hatinya: Tidak ada Allah, busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik.”

Dalam bahasa aslinya orang bebal, dalam bahasa Ibrani: nabel- to fall away orang yang jatuh sangat jauh atau dalam. Terjemahan lama: “gila”

3.AGAMA SESAT
Roma 1:23 “Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar.”

Firman Allah mengatakan di akhir zaman banyak orang beriman diseret ajaran setan.

1 Timotius 4:1 “Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemu-dian ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan.”

Mengapa orang begitu mudah disesatkan? Karena Iblis memberi kemudahan dan Iblis memberi kesembuhan, kekayaan,kedudukan dengan cara mudah, tanpa harus beriman, hidup suci dan beribadah. Sebaliknya mereka hidup dalam dosa, tetapi secara materi hidupnya berlimpah-limpah seolah-olah diberkati.

BIUS IBLIS
Kalau masih ada di antara jemaat yang mengaku masih percaya mereka tidak hidup sesuai firman Allah tapi yang mereka pegang adalah Ramalan bintang (zodiac); peruntungan; hong sui; primbon; dukun; jimat; berhala, mereka tidak sadar seperti orang sedang mabuk karena terbius ajaran Iblis, Lukas 11:24-26.

CATATAN:
Sekarang sedang popular agama yang disebut New Age Movement (Gerakan Abad Baru) yaitu kepercayaan yang menggabungkan iman kepada Yesus dengan berbagai agama dan kepercayaan yang lain.

4.   TIDAK MEMILIKI PENGUASAAN DIRI
Roma 1:24
“Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka”

Di akhir zaman, manusia mengalami kemajuan yang demikian pesat dibidang IPTEK, tapi di bidang moral, manusia semakin merosot. Di akhir zaman, semakin banyak orang  tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya dengan lain kata mereka diperhamba atau diperbudak oleh hawa nafsu.

Kata nafsu dalam bahasa Yunani: epithumia, artinya keinginan atau hawa nafsu yang begitu kuat. Keinginan yang kuat yang tidak terpuaskan untuk mendapatkan kesenangan, kekuasaan; keuntungan bahkan kepuasan seksual. Orang-orang seperti ini akan berpetualang dengan melupakan Tuhan dan terus mencari kepuasan baik itu kesenangan; kekuasaan; keuntungan yang pada akhirnya mereka akan dapatkan kematian (maut – kebinasaan).

Ams. 27:20 “Dunia orang mati (neraka) dan kebinasaan tidak akan puas, demikianlah mata manusia tidak akan puas.”

5.   PENYIMPANGAN SEKSUAL  
Roma 1:26 “Karena itu, Allah menyerah-kan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang  wajar dengan yang tak wajar.”

Roma 1:27 “Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.”

Satu-satunya yang bisa mencegah kita  agar terhindar dari dosa-dosa akhir zaman yang membawa kita kepada maut, yaitu apabila kita dipenuhi dengan Firman Allah dan Roh Kudus. Sebab itu, untuk kita menjadi pengikut Yesus yang kuat dan berdaya tahan di akhir zaman ini, maka kita harus “penuh dengan Roh Kudus.”

Arsip Catatan Khotbah