HIDUP DIPIMPIN OLEH ROH KUDUS – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 2 – Minggu, 10 Mei 2026)

Pendahuluan
Mengapa orang percaya hidupnya harus dipimpin oleh Roh Kudus? Bukankah cukup dengan percaya kepada Yesus  Hal ini sering ditanyakan. Mari kita lihat bagaimana Alkitab menjelaskan hal ini, kita lihat dari awalnya kita sebagai orang yang percaya.

Efesus 2:8-9 – “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman, itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu, jangan ada orang yang memegahkan diri.”

Kita diselamatkan hanya oleh iman, gratis dari Allah, dan itu bukan hasil dari usaha kita manusia, tetapi pemberian Allah. Kadang kala orang hanya berhenti hanya sampai disini, yang penting kita sudah diselamatkan, titik. Ayat ini masih ada kelanjutannya, yaitu ayat 10.

Efesus 2:10 – “Karena kita buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup didalamnya.”

Ayat lanjutannya ini yang jarang dibahas oleh banyak pengkhotbah. Benar kita sudah diselamatkan gratis karena pemberian Allah, namun ada tanggung jawab bagi setiap orang yang menerimanya. Ayat ini merupakan rangkuman bagaimana kita harus bertanggung jawab dengan keselamatan yang sudah kita terima. Untuk mengetahuinya, mari kita urai satu persatu dari kalimat ayat tersebut.

“Karena kita buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus”
Ini menunjuk kepada pengalaman kelahiran baru, menjadi ciptaan yang baru, melalui baptisan air, sebagai deklarasi atau pernyataan hidup untuk mati dan bangkit dalam kehidupan yang baru. Seperti tertulis dalam :

2 Korintus 5:17 – “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan  baru, yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”  

Jadi tidak asal mengaku percaya dan diselamatkan, tetapi ada bukti dalam kehidupannya, yaitu hidup baru dalam jalan Tuhan, ada bukti pertobatan.

Untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya”
Untuk lebih jelasnya mengenai maksud ayat ini kita bisa lihat dalam:
Roma 6:11“Demikianlah hendaknya kamu memandangnya, bahwa kamu telah mati bagi dosa; tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.”

Karena kita sudah dipersiapkan Allah, maka kita harus menaruh dalam hati dan pikiran kita, bahwa kita adalah orang-orang yang sudah mati dan hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus. Kata “Memandangnya” dalam bahasa Yunani ditulis Logizomai, artinya perbendaharaan hati dan pikiran. Kta harus ingat selalu bahwa hidup kita sudah ditebus Tuhan dan menjadi milik Tuhan untuk hidup bagi Tuhan. Pekerjaan apa?

“Ia mau, supaya kita hidup didalamnya.”
Maksud “Ia mau kita hidup di dalamnya”, adalah untuk melakukan pekerjaan baik yang sudah Tuhan persiapkan, yaitu menjadi saksi bagi Tuhan.

Untuk kita hidup bagi Allah di dalam Kristus Yesus itu tidak bisa dengan cara dan kekuatan manusia, tetapi dengan caranya Allah melalui Roh Kudus, yaitu pengalaman dibaptis didalam Roh Kudus atau kepenuhan Roh Kudus. Mengapa? Karena manusia memiliki keinginannya sendiri, yaitu apa yang disebut sebagai keinginan daging yang selalu bertentangan dengan keinginan Roh. (Galatia 5:17.)

Untuk manusia dapat mencapai tujuan Allah, maka Allah mengutus Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya untuk beberapa hal :
1. Untuk memberi dampak pengaruh yang kuat sehingga orang percaya ada dalam control Allah.
Efesus 5:18“Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh.”

Ayat ini berbicara tentang dua pengaruh, pengaruh kedagingan yang diwakili oleh mabuk anggur dan pengaruh dari Allah melalui Roh Kudus. Kata “Hendaklah kamu dipenuhi” ini menunjuk kepada pengalaman berulang, yaitu dipenuhi terus-menerus. Sama seperti pengaruh anggur, dimana untuk benar-benar dapat mempengaruhi hidup orang yang meminumnya, ia harus terus-menerus minum anggur. Demikian juga untuk Roh Kudus benar-benar menjadi pengaruh dalam hidup kita, maka kita harus terus-menerus dipenuhi dengan Roh-Nya. Pengalaman dibaptis dengan Roh Kudus adalah sekali seumur hidup, tetapi untuk dipenuhi Roh, harus terus-menerus minta untuk dipenuhi.

Roma 8:13“Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati, tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup “

Baik daging atau tabiat kedagingan manusia maupun Roh Kudus, sama-sama dapat membawa pengaruh dalam kontrol kehidupan manusia. Pengaruh kedagingan dengan segala perbuatannya akan membawa kematian, tetapi pengaruh Roh Kudus dapat mematikan perbuatan daging sehingga kita terhindar dari kematian kekal.

2.  Penguasaan untuk memimpin hidup orang percaya.
Galatia 5:25“Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.”  Antara dipenuhi oleh Roh dengan dipimpim oleh Roh, adalah dua hal yang berbeda. Tidak sedikit orang yang sudah dipenuhi oleh Roh Kudus, tetapi dalam kehidupannya masih amburadul, karena setelah dipenuhi dengan Roh, dalam kehidupan selanjutnya ia menolak tunduk dipimpin oleh Roh Kudus.

Galatia 5:16.“Maksudku ialah, hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.”

Akan menjadi sia-sia, jika orang yang sudah dipenuhi Roh, kemudian tidak hidup dalam pimpinan Roh. Roh Kudus akan berduka, dan mengundurkan diri dari orang tersebut.

3. Memberi kuasa atau kemampuan untuk melakukan
 Apa yang tidak dapat dikerjakan oleh kemampuan manusia, Roh Kudus yang ada dalam kehidupan orang percaya yang akan bekerja mengambil alih.

Ulangan 29:29“Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya …”

Orang percaya mengerjakan bagian yang dikerjakan yaitu apa yang sudah nyata yang mampu dikerjakan, selebihnya hal-hal yang tersembunyi yang tidak mampu kita kerjakan itu adalah bagian Allah untuk mengerjakannya. Setiap orang percaya yang hidupnya dipimpin oleh Roh Kudus, maka dalam pelayanan juga pasti disertai dengan kuasa Roh Kudus. Dan tujuan Roh Kudus menyertai dan memimpin kehidupan kita adalah untuk menjadi saksi. 

Kisah 1:8.“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku…”

Tugas kita menjadi saksi. Yang menjadi tokoh utama adalah Tuhan sendiri, bukan kita. Kita hanya dipercaya untuk menjadi saksi dari rencana dan kasih Allah untuk menyelamatkan manusia yang masih terjebak dalam dosa, karena kita yang lebih dulu percaya dan menerima jaminan keselamatan kita. Kita dipenuhi dengan Roh Kudus-Nya agar kita mengerjakan perbuatan baik itu. Tuhan memberkati.

Arsip Catatan Khotbah