Hubungan PENYINGKIRAN GEREJA Dengan TIGA HARI RAYA ISRAEL – Oleh: Pdt. J. S. Minandar (Minggu, 16 Oktober 2022 – Ibadah Raya 2,3)

Ulangan 16:16-17
“Tiga kali setahun setiap orang laki-laki di antaramu harus menghadap hadirat Tuhan, Allahmu, ketempat yang akan dipilih-Nya, yakni pada hari raya Roti Tidak Beragi, pada hari raya Tujuh Minggu dan pada hari raya Pondok Daun. Janganlah ia menghadap hadirat Tuhan dengan tangan hampa, tetapi masing-masing dengan sekedar persembahan, sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh Tuhan Allahmu.”

PENDAHULUAN
Dalam Ulangan 16:16-17, ada Tiga Hari Raya yang harus dirayakan oleh setiap pria dewasa dengan cara beribadah kepada Tuhan, antara lain:
1. Hari Raya Roti Tidak Beragi yaitu: HARI RAYA PASKAH.
2. Hari Raya Tujuh Minggu, yaitu hari ke 50 setelah Hari Raya Paskah yaitu: HARI RAYA PENTAKOSTA.
3.  HARI RAYA PONDOK DAUN.
CATATAN: Pokok utama atau fokus dari ketiga hari raya ini, adalah: Tuhan Yesus Kristus.

SECARA TURUN TEMURUN
Ketiga hari raya ini, dirayakan bangsa Israel secara turun temurun, sejak mereka berada di padang gurun. Tetapi mereka merayakan ketiga hari-hari raya ini secara simbolik atau secara tipologi yaitu hanya sebagai gambaran.

Mereka datang ke Bait Allah, mempersembahkan korban bagi Allah, dan pulang ke rumah. Namun mereka tidak alami pengalaman apa-apa di dalam diri mereka .

SUDAH DIGENAPI dan BELUM DIGENAPI
Dari ketiga hari raya yang dirayakan bangsa Israel ini, ada yang sudah digenapi, tetapi ada yang belum digenapi, antara lain: Hari Raya yang sudah digenapi oleh Tuhan dan harus diami oleh tiap orang percaya kepada Yesus : 
1. Hari Raya Paskah.
2. Hari Raya Pentakosta.
Dan, Hari Raya yang belum digenapi Tuhan dan sudah barang tentu belum dialami oleh orang percaya adalah: Hari Raya Pondok Daun.

PENGGENAPAN KETIGA HARI RAYA
Tiga Hari Raya yang dirayakan secara simbolik dengan penggenapannya ialah sebagai berikut:

PASKAH
Bangsa Israel merayakan Paskah secara simbolik dengan cara mereka menyembelih seekor anak domba jantan; mengolah dan makan dengan gulai pahit, sebagai perayaan Pembebasan Bangsa Israel Dari Penjajahan Bangsa Mesir.

Penggenapannya ialah:
Yesus sebagai Anak Domba Allah, dikorbankan di atas kayu salib, untuk membebaskan umat manusia dari dosa, maut dan kebinasaan. Setiap orang yang percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, ia akan dilahirkan kembali, diselamatkan dan menerima hidup kekal. Namun bagi mereka yang menolak (tidak percaya) akan binasa, Yohanes 3:16,18.

PENTAKOSTA
Lima PULUH HARI setelah Paskah bangsa Israel merayakan Hari Pentakosta secara simbolik. Mereka beribadah dan lakukan upacara dan mempersembahkan persembahan sesuai perintah Tuhan di hari Pentakosta.

Sebagai orang yang telah percaya dan dilahirkan baru dalam Yesus, kita persembahkan hidup kita menjadi persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Allah sebagai ibadah kita yang sejati, Roma 12:1,2 sampai kita mengalami penggenapan Hari Raya. PENTAKOSTA yaitu: Dipenuhi Roh Kudus, dengan tanda berkata-kata dengan bahasa yang baru (Bahasa Roh), Yun. Glosolali, Kisah Rasul 2:4.

Dari ketiga hari raya yang dirayakan bangsa Israel sampai saat ini, ada hari raya yang belum digenapi yaitu:

3. HARI RAYA PONDOK DAUN
Hari Raya Pondok Daun adalah hari raya yang dirayakan bangsa Israel setelah panen raya.

Mereka merayakannya dengan sukacita. Caranya 0rang Israel tinggalkan rumah mereka, dan mendirikan pondok-pondok di halaman atau luar rumah. Dengan sukacita mereka makan minum selama tujuh hari di pondok-pondok.

PENGGENAPAN HARI RAYA PONDOK DAUN
Kapan Hari Raya Pondok Daun ini digenapi? Tidak lama lagi! Setelah si Penguasa Dunia Yang Ke-4 yaitu Antikristus dinyatakan dan dilantik lalu dinobatkan oleh Iblis sebagai Penguasa Dunia, Wahyu 13:1,2.

DISINGKIRKAN DAN DITINGGALKAN
Pada saat itu Gereja atau Pengikut Yesus yaitu orang percaya yang hidup di akhir zaman akan dipisahkan menjadi dua bagian yang digambarkan seperti:

  • Lima Gadis Bijaksana dan Lima Gadis Bodoh, Matius 25:1-13.
  • Seperti di zaman Nuh, Matius 24:37-42. Yang seorang di bawa (disingkirkan) dan Yang lain ditinggalkan.
  • Gereja Sempurna yaitu Pengikut Yesus Yang Sejati akan disingkirkan ke Padang Gurun, jauh dari Penguasa Dunia Ke-4, yaitu Antikristus, Wahyu 12:6,14. Tetapi, Gereja Yang Tidak Sempurna yaitu Pengikut Yesus Yang Tidak Sungguh-sungguh akan ditinggalkan dan akan berhadapan dengan Penguasa Dunia Yang Ke-4, yaitu Antikristus yang mewajibkan semua orang yang ada di bumi untuk menyembah Iblis dan Antikristus.

YESUS MENAHAN ANTIKRISTUS
Sebab itu, Iblis berusaha secepatnya memunculkan Penguasa Dunia Ke-4 yaitu Antikristus di dunia ini. Supaya sedapat mungkin lebih banyak manusia yang diseret ke dalam kebinasaan. Tetapi karena kasih Yesus yang begitu besar, Ia tidak mau ada seorang pun alami penderitaan apalagi binasa.

Minggu yang lalu kita sudah bahas, 2 Tesalonika 2:1-12.
2 Tesalonika 2:7-8
“Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan, pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali.”

MAKSUD 2 TESALONIKA 2:7,8
1. “Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja…”
Yang dimaksud kedurhakaan diayat ini adalah: kejahatan dan dosa, yaitu roh penyangkalan/perlawanan akan Yesus yaitu roh Antikristus telah bekerja di dunia ini.

2. “Tetapi sekarang masih ada yang menahan”
Tapi sampai saat ini, tokoh atau oknum si penyangkal Yesus yang kita telah pelajari yakni Penguasa Dunia Ke-4 yaitu tokoh Antikristus, belum muncul atau belum menyatakan diri sampai saat ini.

Mengapa? Sebab masih ada yang menahan munculnya Antikristus itu. “Siapakah yang menahan kemunculan tokoh Antikristus di dunia ini…?” Kalau Saudara menjawab, yang menahan kemunculan Antikristus adalah Yesus. Jawaban Saudara tidak salah! Sebab hanya Yesus yang bisa menahan bahkan yang akan mengalahkan Antikristus.

“Mengapa Yesus harus menahan kemunculan Antikristus?” Persoalan utamanya adalah “kita”, yaitu: Gereja; Orang Percaya; Pengikut Yesus. Mengapa kita dan apa maksudnya?

JAWABNYA
Sebagai pengikut Yesus, kita digambarkan seperti: “Calon-calon Mempelai Kristus”. Tetapi kenyataannya kondisi kekristenan kita, masih jauh dari yang Yesus inginkan, yaitu di mana kita harus “Menjadi Serupa Dengan Yesus…”, Roma 8:29.

KUALITAS ROHANI PENGIKUT YESUS
2 Petrus 1:5-8.

KETERANGAN:
Dari gambar perjalanan hidup pengikut Yesus, kira-kira posisi atau kualitas rohani atau kekristenan ada di posisi mana?
Dari 2 Hari Raya Israel yang sudah digenapi, yaitu Paskah dan Pentakosta, kira-kira pengalaman rohani ini sudah kita alami dan membawa kita sampai posisi mana?

3. Kapan dan bagaimana penggenapan
HARI RAYA PONDOK DAUN yang akan menjadi pengalaman kita sebagai pengikut Yesus yaitu setiap orang yang sudah mengalami Paskah dan Pentakosta dalam hidupnya.

PENGALAMAN PASKAH, PENTAKOSTA DAN PONDOK DAUN

Arsip Catatan Khotbah