Jamahan Yesus – Oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya 1,2 – Minggu, 15 Mei 2022)

Yohanes 20:16-18

Yohanes 20:16
Kata Yesus kepadanya: “Maria!” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: “Rabuni!”, artinya Guru.

Yohanes 20:17
Kata Yesus kepadanya: “Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.”

Yohanes 20:18
Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: “Aku telah melihat Tuhan!” dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.

PENDAHULUAN
Kita sudah bahas ayat 1-11 bila kita lanjutkan ayat 16-18 secara khusus kita bahas tentang: MARIA MAGDALENA
Dikatakan di ayat 11a… “Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis.”

Maria “menangis” bukan ditinggal Yohanes dan Petrus yaitu rekan murid Yesus yang kita kenal sebagai Sokoguru Jemaat atau sebagai Pemimpin Jemaat atau Gereja). Tetapi Maria Magdalena menangis sebab Maria Magdalena ingin berjumpa dengan Yesus. Tetapi…

  • Maria Magdalena menangis karena Maria Magdalena tidak mau dipisahkan dengan Yesus dan tidak mau kehilangan ataupun Maria Magdalena tak mau terpisah sama sekali dari Yesus.

INGIN MENJAMAH YESUS
Bahkan Maria bersedia menunggu dikuburan sekian lama, agar Maria bisa bertemu Yesus.
Yohahes 20:17 Kata Yesus kepadanya: “Jangan engkau memegang (menjamah) Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa…” tetapi dsb.

Artinya, Maria menangis dan tak segera mau pulang ke rumahnya, bukan cuma Maria mau jumpa Yesus tetapi Maria ingin jamah Yesus. Atau Maria sedang alami sama seperti yang dicatat Markus 5:25-29 yaitu wanita yang alami lelehan darah 12 tahun dan sembuh saat menjamah jumbai jubah Yesus?

SEMANGAT MARIA MAGDALENA
Tapi saya berharap, setiap kali kita beribadah, biarlah kita memiliki hati seperti Maria yang dipenuhi dengan gairah dan kerinduan untuk bertemu Yesus dan menjamah Jumbai Jubah Yesus dalam setiap kali kita beribadah. Memang kita tidak melihat Yesus secara kasatmata, tetapi kita yakin Roh-Nya atau jubah kuasa-Nya ada di tengah kita dan dengan iman kita menjamah Dia dalam pujian, dengar Firman Allah dan Perjamuan Suci.

YESUS MAU MENJAMAH DAN DIJAMAH
Tetapi, inilah keistimewaan dalam iman kita kepada Allah kita di dalam Yesus, bahwa Yesus kita adalah Allah yang memberi diri-Nya bagi kita yang percaya, yaitu saudara dan saya untuk menjamah Dia. Tetapi Yesus juga adalah Allah yang bersedia turun tangan untuk menjamah setiap orang yang membutuhkan jamah-Nya. Sebab itu, Firman Allah mencatat banyak ayat dan kisah tentang orang-orang yang dijamah dan menjamah Yesus.

Lukas 7:11-16
“JAMAHAN YANG MENGHIDUPKAN”
Dalam perjalanan-Nya Yesus menuju Nain, Yesus bertemu serombongan orang yang sedang menuju ke kuburan mau kuburkan jenazah anak satu-satunya, anak dari seorang perempuan janda.

Tidak ada yang sanggup untuk mencegah dan menahan arus kematian tersebut. Ibunya hanya bisa menangis, dikarenakan ibu ini telah kehilangan harapan. Tapi, ketika Yesus menjamah, maka harapan yang telah hilangpun dipulihkan Tuhan!

Matius 17:1-8
“JAMAHAN YANG MELENYAPKAN KETAKUTAN”
Ketika Yesus berada di atas gunung tinggi (Gn. Tabor), dengan ketiga murid: Petrus, Yakobus dan Yohanes, tampak Musa, Elia menyatakan diri dan bercakap-cakap dengan Yesus.

Pada saat itu, Yesus diliputi kemuliaan yang dahsyat, sehingga jubah-Nya berkilauan seperti matahari. Saat itu, ketiga murid Yesus rebah di tanah dan mereka tak tahan melihat dahsyatnya kemuliaan Yesus. Mereka diliputi ketakutan yang luar biasa. Tetapi Yesus ulurkan tangan-Nya dan menjamah mereka, sehingga ketakutan diganti dan diubah dengan damai sejahtera.

Ketakutan Di Akhir Zaman
Firman Allah katakan, di akhir zaman manusia akan dilanda dengan ketakutan.

  • Program mati menyenangkan di Australia, yaitu program: “Euthanasia.”
  • Peningkatanan korupsi dan kejahatan.
  • Bahkan yang bersedia menjual Yesus.

Lukas 22:49-51
“JAMAHAN YANG MEMULIHKAN”
Saat Yesus diadili dan dibawa ke Imam Besar, hamba imam besar yang bernama Malkhus berbuat berlebihan dan menimbulkan emosi Petrus meledak, sehingga tanpa pikir panjang Petrus pakai pedangnya dan memutuskan telinga Malkhus.

Arsip Catatan Khotbah