KEMBALIKAN KE DALAM HATI – Oleh: Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Raya 1 – Minggu, 8 Mei 2022)

Ratapan 3:19 Jiwaku selalu teringat akan hal itu dan tertekan  dalam diriku.
Ratapan 3:21 Tetapi hal-hal inilah yang ku perhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap.

Pendahuluan
Yeremia dipanggil Tuhan menjadi nabi pada saat Yehuda di bawah pemerintahan raja Yoyakim. Pada masa pemerintahannya ini masyarakat berada pada kualitas moral yang amat rendah. Yeremia dipanggil agar umat bertobat. Tetapi apa yang diterimanya? Ia diolok-olok, dihina, dicaci-maki, dipenjarakan, dimasukkan ke sumur yang berlumpur bahkan jiwanya terancam akan dibunuh. Puncaknya ada suatu pengalaman yang tidak bisa terlupakan saat Yerusalem dihancurkan dan semua orang-orang  Israel-Yehuda mengalami banyak penindasan dan mereka dibuang dalam pembuangan di Babel sehingga ayat 17 Yeremia mengatakan bahwa penderitaan yang dialami bangsa Israel membuat mereka lupa apa itu kebahagiaan artinya ratapan tersebut menunjukkan betapa dahsyatnya penderitaan mereka di bawah penjajahan bangsa Babel. Semuanya terasa lama 70 tahun dan membuat hati sangat pedih. Bahkan mereka pun sempat mengalami krisis iman.

Didalam pasal-pasal dalam kitab Ratapan yang ditulis susunan syair yang begitu indah tetapi didalamnya Yeremia mencurahkan isi hatinya yang begitu dalam karena kehancuran Yerusalem bahkan ada seruan yang mewakili bangsanya kepada Tuhan untuk Tuhan mendengar, memperhatikan serta memulihkan keadaan mereka. Dalam bagian pasal tiga ini ada suatu pengalaman yang akan kita pelajari bersama-sama bagaimana memproses setiap berbagai pengalaman pahit, kejadian demi kejadian yang sukar, untuk kita tidak tertekan tetapi justru kita tetap memiliki pengharapan dan masa depan.

Apa yang membuat orang mengalami jiwa yang tertekan?
Jika kita perhatikan ayat yang sudah kita baca tadi ayat 19 “Jiwaku selalu teringat akan hal itu.”


Jiwaku selalu teringat: Selalu teringat artinya selalu dan terus ada didalam hati dan pikiran dan ini sangat mengganggu dan mempengaruhi seluruh gerak kehidupan manusia.
Akan hal itu. Jika kita perhatikan ayat dan pasal sebelumnya maka kita akan mendapatkan maksud “hal  itu” yang dimaksud seperti  kepedihan hati, masa-masa sulit yang menyakitkan dan mengecewakan. Suatu pengalaman yang yang berat dan perilaku yang yang kejam dilakukan oleh orang fasik, bangsa asing, raja babel yang menekan dan menyiksa mereka sampai dibawa kedalam pembuangan yang dikatakan di dalam firman Tuhan.

Ratapan 3:18 Ingatlah akan sengsaraku dan pengembaraanku, akan ipuh  dan racun itu.”
Ipuh dan racun suatu pengalaman yang memahitkan hidup, peristiwa yang dapat mematikan harapan dan melemahkan iman.

Jadi yang membuat terbelenggunya dan tertekannya jiwa seseorang adalah ketika pengalaman, kejadian dan peristiwa yang yang sangat memahitkan baik dimasa lalu atau yang pernah terjadi, bahkan saat-saat ini yang selalu teringat dan ini yang membuat Yeremia atau seseorang bisa tertekan, terbelenggu atau depresi.

Kita tidak bisa dengan mudah menghapus setiap ingatan kita, ketika kita ingat akan hal itu maka yang muncul adalah kesedihan, ketakutan, kedukaan dan sebagainya tetapi bagaimana ditengah kondisi pengalaman yang begitu pahit dan masalah yang rumit kita tetap punya pengharapan dan semangat. Memang situasi hidup baru akan berubah sesudah melewati masa yang panjang, namun ada satu perubahan yang harus segera terjadi dalam hidup kita dan jangan menunggu situasi berubah.

Ratapan 3:21 Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap
Di ayat 20 pikiran Yeremia terfokus pada masalahnya. Dia selalu mengingat keadaannya. Tidak heran, ia terbelenggu dengan kepedihan dan keputusasaan.
Di ayat 21 Yeremia mengambil pilihan yang tepat. Ia memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan Allah, bukan persoalannya.
Kata “kuperhatikan” dalam teks Ibrani mengandung arti “kukembalikan”. Dalam terjemahan lain dikatakan “hal ini aku kembalikan ke dalam hati”.
Ungkapan ini menyiratkan bahwa Yeremia selama ini telah mengisi hatinya dengan hal-hal yang lain. Hatinya begitu dikuasai oleh persoalan diri dan kemalangan bangsa Yehuda, sehingga hidupnya diwarnai oleh kepedihan. Sekarang ia memutuskan untuk mengisi hatinya dengan kebenaran ilahi. Kebenaran ini sempat terlupakan, namun sekarang dikembalikan lagi ke hatinya.

Pada saat ini dikembalikan di dalam hatinya maka suasana hidup pun menjadi berubah. Hidup yang penuh dengan tekanan, keputusasaan diubah menjadi hidup yang penuh harapan, kekuatan dan kemenangan sekalipun persoalan itu akan selesai setelah 70 tahun. Ia tertekan (3:20b). Sekarang ia berani berharap (2:21b). Bukan hanya ia “akan berharap” tetapi ia “memiliki pengharapan dan pengharapan yang bersifat pasti.”

Sekarang apa yang diperhatikan atau sesuai judul khotbah pagi ini kembalikan ke dalam hati. Kembalikan ke dalam hati artinya kita selalu mengingat menyimpan kebenaran bahwa :

Karena Kasih setia Tuhan, rahmat dan Kesetiaan Tuhan.
Ratapan 3:22 Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya,
Ratapan 3:23 selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!

Perhatikan kata Kasih setia, rahmat dan kesetiaan. Walaupun aspek yang ditekankan berbeda-beda  tetapi semua kata ini merujuk pada kebaikan Allah. Kasih setia, kesetiaan Allah atas perjanjian-Nya, rahmat, belas kasihan terhadap orang berdosa dan menderita dan kesetiaan adalah pribadi Allah yang pasti dan teguh dalam melakukan segala sesuatu.

Kebaikan Allah yang dijelaskan tidak hanya akan terus ada (ayat 22). Tetapi Kebaikan Allah itu juga akan terus-menerus ada dan selalu baru tiap pagi. Sungguh luar biasa yang Allah berikan bagi umatNya, bahkan jika kita memahami kata tak berkesudahan.

Makna tak berkesudahan sebenarnya dalam bahasa aslinya “tak” adalah “Lo” dan  “berkesudahan” itu lebih tepatnya menggunakan kata “Tamam” yang berarti habis, dibinasakan, dilenyapkan. Jadi oleh karena kasih setia Tuhan kami tak dibinasakan, kami tidak dihabiskan dan tidak dilenyapkan.

Karena dosa, pemberontakan dan pelanggaran umatNya, maka Allah bisa saja membinasakan mereka habis tanpa sisa dan lenyap. Tetapi kita bersyukur memiliki Allah yang setia yang tidak pernah melupakan janji dan Allah yang mengasihi kita yang masih memelihara, rahmatNya yang begitu luar biasa bagi umatnya yang berdosa. Inilah yang perlu kita kembalikan ke dalam hati dan pikiran kita bahwa Tuhan begitu mengasihi dan setia kepada kita. Sehingga kasih setia Tuhan yang seharusnya jauh lebih berharga untuk kita ingat dan kembalikan kedalam hati kita dari pengalaman yang pahit, pedih seperti ipuh dan racun sehingga kita tidak lagi hidup dalam tekanan dan keputusasaan tetapi punya harapan dialam Dia.

Jadi jika kita ditegur Tuhan dengan hajaran yang begitu menyakitkan, atau kita diijinkan mengalami banyak pengalaman yang pahit, ingatlah dan kembalikan kebenaran ini didalam hati kita bahwa kasih setia Tuhan yang selalu baru setiap pagi dan terus menerus ada dalam hidup kita dan hidup kita akan tetap kuat dan penuh pengharapan.

Tuhan harta kesayangan
Ratapan 3:24 “TUHAN adalah bagianku, ” kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya.
Ungkapan “kata jiwaku” di ayat 24 dapat dipahami sebagai sebuah pembicaraan dengan diri sendiri. Berkata dalam dirinya sendiri. “aku berkata kepada diriku sendiri secara terus menerus mengingatkan bahwa Tuhan adalah bagianku.”

Kata “bagian” (khēleq) di sini seringkali muncul dalam konteks pembagian tanah, harta, atau barang yang lain :
Bil 26:53, Mzm 22:19, Ams 16:19 Bil 26:53, Ams 17:2Ams 29:24 .

Pada saat Yeremia mengatakan bahwa TUHAN adalah bagiannya, ia sedang membedakan TUHAN dengan semua pemberian-Nya. TUHAN berbeda dengan berkat-berkat-Nya. Bagian terbaik kita adalah TUHAN sendiri, bukan pemberian-Nya. Pemberian TUHAN bersifat sementara, misalnya kesehatan, kekayaan, dan keberhasilan. Semua itu dapat hilang karena usia, kecelakaan, kejahatan, atau kesalahan kita sendiri tetapi Hanya satu yang akan terus ada bagi kita, yaitu TUHAN sendiri. Itu sebabnya jadikan Tuhan harta yang berharga atau kesayangan kita.

Pada saat menuliskan ratapan ini Yeremia memang terlihat kehilangan banyak hal dan tidak ada satupun yang ia miliki. Tanah perjanjian lenyap. Yerusalem rata dengan tanah. Bait Allah tinggal reruntuhan. Tatkala semua berkat ini seakan tak terlihat, masih ada bagian terbaik, harta kesayangan, harta satu-satunya berharga yaitu kita punya : TUHAN!

Apa artinya kekayaan dunia tanpa kita memiliki Tuhan, kekayaan dunia kita akan tinggalkan dan bisa lenyap tetapi Tuhan kekal selama-lamanya. Hidup memang kadangkala sukar namun, kasih sayang TUHAN tidak pernah lekang. Karena itu jangan pernah kehilangan harta kesayangan yaitu Tuhan, bertahanlah dengan tenang dan aman. Ketika kita punya harta yaitu Tuhan maka Ia akan memastikan bahwa pengharapan kita tidak akan hilang.

Mazmur 73:25-26 : ”Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi. Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.”

Selalu barkata Tuhan baik
Ratapan 3: 25 TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya,  bagi jiwa yang mencari Dia. 3:26 Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN.

Bangsa Israel baru saja mengalami peristiwa pembuangan ke negeri asing dan menjalani perjalanan panjang penderitaan karena dibuang oleh Allah selama 70 tahun. Kalau kita baca dari awal, isi kitab Ratapan itu adalah tentang penderitaan, tangisan, sengsara. Semua yang pahit-pahit mendominasi, hasilnya: Ratapan, tangisan ,kesedihan. Padahal Israel adalah umat pilihan Tuhan. Dalam kondisi ini seharusnya, dengan mudah sekali mereka bisa mempertanyakan kebaikan-kebaikan Allah: Katanya baik, katanya perhatian … mana….mana.

Akan tetapi, kenapa di dalam pembacaan Alkitab kita hari ini di poin 3 Yeremia berkata Tuhan baik. Tuhan baik artinya tuhan mau mengubah ratapan menjadi pengharapan. Memahami teguran Allah, kepahitan, penderitaan, permasalahan secara benar maka kita akan menemukan banyak kebaikan Allah.

Terkadang kita lebih cepat dan mudah mengingat hal-hal yang pahit dibandingkan hal-hal yang manis, tetapi hari ini kita kembalikan kedalam hati kita bahwa Tuhan baik, dan ingatlah begitu banyak kebaikan Tuhan dalam kehidupan kita. Saya percaya kebaikan Tuhan yang selalu kita ingat akan menyegarkan jiwa kita, menyembuhkan sakit kita dan mebangkitkan iman kita sehingga sekalipun dunia mengecewakan dan begitu menyakitkan maka kita akan selalu punya pengharapan. Tuhan baik membawa kita untuk selalu merindukanya dengan kita mencari dan menantikan Dia.

Mencari
Yeremia 29:12 Dan apabila kamu berseru  dan datang untuk berdoa  kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan  kamu; 29:13 apabila kamu mencari  Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati,

Jangan pernah meninggalkan Tuhan, teruslah mencari Tuhan maka kita akan mendapatkan kasih karunianya, pengampunan dari pada Tuhan bahkan kita menemukan pribadi yang tidak dapat dibandingkan dari apapun yang menenangkan dan menyegarkan jiwa kita.

Matius 7 :7 “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu;  carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah  , maka pintu akan dibukakan bagimu.

Mencari artinya ada usaha yang sungguh-sungguh untuk kita menemukan dan mendapatkannya, dengan kita mencari Dia maka kita sedang mengarahkan hidup kita yang tadi hanya berfokus kepada ipuh dan racun sekarang kita berfokus kepada pribadi yang baik yang menjadi jawaban atas setiap doa-doa dan harapan kita.

Menanti dengan diam
Mengapa baik bagi kita untuk diam dalam menanti pertolongan Tuhan? Karena dengan diam kita bisa terhindar dari berbagai godaan yang menyesatkan. Dengan diam kita bisa fokus mengambil momen perenungan, introspeksi ke dalam diri kita, mencari tahu kalau-kalau ada yang masih belum kita bereskan. Dengan diam itu bisa mencegah kita melakukan kesalahan-kesalahan yang hanya akan menambah masalah. Dengan diam kita berharap akan segala pertolongan yang Tuhan sediakan bagi kita, berdiam maka Tuhan yang akan mewariskan segala kebaikannya dalam hidup kita sekalipun dalam kondisi yang tidak baik tetapi kebaikan Tuhan dapat dirasakan bagi orang-orang yang rindu dengan selalu mencari dan menantikan Tuhan.

Kesimpulan
Apa yang saudara ingat dan masukan kedalam hati, maka itu yang akan mempengaruhi seluruh kehidupan saudara bahkan iman saudara.

Jika kita mengingat hal-hal yang ipuh dan racun maka kita akan hidup didalam tekanan tetapi hari ini kita belajar, sekalipun Tuhan ijinkan kita ada dalam pengalaman yang pahit dan sulit, sekalipun kita alami pendisiplinan Tuhan yang terasa begitu berat dan sukar mari kita kembalikan kedalam hati kita bahwa masih ada kasih setia Tuhan. Jadikan Tuhan harta kesayangan yang kita miliki dan berkata terus menerus dalam diri kita bahwa Tuhan baik maka kita akan mengalami pemulihan, ketenangan dan kesegaran jiwa yang Tuhan kerjakan dalam hidup kita. Amen

Arsip Catatan Khotbah