KEBENARAN TENTANG KASIH seri I – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 3 – Minggu, 26 Februari 2023)

MATIUS 24:12-13

“Dan karana makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. Tetapi orang yang bertahan sampai kesudahannya akan selamat.”

Berbicara tentang, kasih, ketaatan, dan kesetiaan adalah hal yang tidak mudah tetapi sulit. Namun demikian bukan tidak berarti tidak bisa dilakukan, bisa dilakukan dengan komitmen yang kuat, karena hal yang mustahilpun menjadi tidak mustahil bagi orang yang percaya.

Kata dingin ditulis : SIKHO artinya : melemah, mengecil , mundur dari hidup kita. Ini berarti jika tidak ada kedurhakaan dalam hidup kita maka seharusnya kasih kita akan kuat, semakin besar dan tidak akan mundur dari hidup kita. Karena faktor kedurhakaan itulah terjadilah hal-hal yang di atas, kasih kita menjadi melemah, mengecil dan mundur dari hidup kita. Akibatnya kita akan gagal hidup dalam kasih dengan demikian kitapun akan gagal untuk mengasihi Allah dan sesama.

Hukum Allah yang berlaku bagi kita adalah (1) kasihilah Tuhan Allahmu dan (2) adalah Kasihilah sesamamu manusia. Tetapi kedepannya, akan banyak orang gagal untuk melakukan hukum ini, ketika kedurhakaan kita biarkan menguasai kita. Pilihannya adalah jangan ada kedurhakaan, jika ada harus tinggalkan kedurhakaan.

Tanpa kasih kita akan kehilangan sorga di bumi, kehilangan kenikmatan hubungan seorang akan yang lain, karena kasih adalah pengikat. Ketika kasih mundur, maka hidup seseorang akan kehilangan ikatannya. Ketika seseorang tidak lagi terikat dengan kasih, maka hubungannya akan bermasalah , hubungan yang tanpa kasih isinya kesedihan, air mata, keadaan yang tersakiti, karena kasih tidaklah menjadi ikatan didalamnya. Ketika seseorang gagal dalam mengekpresikan kasih kepada orang orang lain, maka sebenarnya kita sedang melakukan pelanggaran terhadap hukum yang pertama dari Tuhan. Dan jika kita melanggar hukum utama, maka selalu akan menghasilkan hukuman utama juga.

Kata kedurhakaan dalam bahasa Yunani ANOMIA artinya : Pelanggaran terhadap hukum kebenaran secara sadar dan sengaja. Banyak orang berpikir bahwa orang bisa durhaka karena memang menolak Yesus, tetapi pada kenyataannya orang Kristen juga bisa hidup dalam kedurhakaan, karena tahu tentang kebenaran, mengerti kebenaran tetapi dengan sadar dan sengaja melanggarnya, itulah kedurhakaan. Jika sikap ini terus dipelihara, tahu kebenaran tetapi kita dengan sadar dan sengaja melanggarnya, lama-kelamaan kasih akan menjadi dingin dan secara natural kita akan sulit mengasihi Tuhan juga sulit mengasihi manusia. Yang menjadi lebih berbahaya adalah, ketika kita mendengar pengajaran tentang kebenaran, kita akan menganggapnya remeh dan tidak perduli, karena sudah terbiasa dilanggar dengan sadar dan sengaja. Ini sesuai dengan arti ANOMIA yang kedua yaitu : mengabaikan kebenaran. Karena orang yang sudah biasa dengan sadar dan sengaja melanggar, maka kebenaran itu baginya tidak lagi penting. Inilah kedurhakaan, orang yang

sudah masuk pada tahapan ini akan sangat mudah menjadi murtad.

Kita masuk pada kata kasih, kata kasih dalam bahasa Yunani: AGAPE, artinya mengundang atau menerima orang lain masuk dalam khidupan, tidak ada penolakan yang ada adalah menerima tanpa syarat. Orang yang biasa melanggar dengan sadar dan sengaja terhadap kebenaran Tuhan, kasihnya akan mendingin, melemah dan akan mengalami realita bahwa kemampuan untuk menerima orang lain itu akan undur dari hidup kita. Yang akan terjadi kemudian kita dapat menerima orang lain, jika orang itu memenuhi kita punya syarat, kalau orang itu tidak memenuhi syarat kita atau maunya kita, kita tolak orang itu. Ini akan sangat berbahaya dalam kehidupan baik dalam rumah tangga, maupun berjemaat, apakah kehidupan seperti ini yang Tuhan inginkan ? Bukan ini yang Tuhan mau dalam hidup kita.

Yang Tuhan mau adalah kita melakukan kasih seperti kasihnya Yesus, yang mau menerima kita tanpa syarat, Ia tidak menolak kita tetapi mengundang kita datang kepada-Nya. Sebab kekuatan kasih dari Yesus tidak pernah mengenal istilah EKSKLUSIF tetapi selalu berkaitan dengan INKLUSIF yaitu untuk semua orang, siapapun dia.

Pengertian AGAPE yang kedua adalah menjamu. Bukti dari orang yang mengasihi orang lain bukan cuma menerima tetapi menjamu. Dalam menjamupun prinsip kasihnya adalah kita tidak akan pernah memberi makanan basi kepada orang itu, tetapi memberikan yang terbaik dari kita. Tetapi bagi orang yang biasa dengan sadar dan sengaja melanggar kebenaran, ia akan selalu bermain dalam membuat perhitungan dengan oran lain, ia tidak akan berani mengeluarkan yang terbaik untuk menjamu orang lain, sebaliknya orientasinya kepada berilah kepada saya yang terbaik darimu, hal ini terjadi karena orang ini sedang alami krisis kasih, miskin kasih.

Kata Kasih atau Agape disini dalam terjemahan Inggris dipakai kata charitiy bukan love. Kekuatan kasih yang kita miliki, harus meningkat sampai pada beramal, artinya memberi meskipun tidak mendapat balasan, kita tidak memuntut balasan, tetapi menganggap selasai tidak pernah kita ingat lagi. Jangan tersinggung jika kita berbuat baik tetapi tidak dibalas, karena itu amal kita, kita tidak perlu marah dan berhenti berbuat kasih hanya gara-gara tidak dihargai tetapi tetaplah kita kerjakan karena itu amal kita yang urusannya dengan Tuhan, bukan lagi kepada siapa yang kita beri. Jangan biarkan kasih kita menjadi dingin.

Arsip Catatan Khotbah