Mencapai Tujuan IMAN Tanpa Harus MELIHAT – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya 1,3 – Minggu, 21 Agustus 2022)

1 Petrus 1:8,9
”Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun  kamu  tidak melihat-Nya. Kamu bergembira  karena  sukacita  yang  mulia dan yang tidak terkatakan, karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.”

PENDAHULUAN
Petrus memuji orang-orang Yahudi yang beriman kepada Yesus yang berdiaspora, (1 Petrus 1:1). Mereka belum pernah melihat tanah leluhur mereka (Israel) sebab mereka lahir di tanah perantauan. Mereka belum pernah lihat Yesus, pelayanan dan mujizat Yesus, berbeda dengan murid Yesus, antara lain Rasul Petrus. Walau mereka belum melihat Yesus, mereka percaya dan mengimani firman Allah yang mereka dengar dan terima, Roma 10:17.

IMAN YANG ISTIMEWA
Orang menilai Petrus adalah rasul yang istimewa.

  • Karena mereka menganggap Petrus telah melihat dan melayani bersama-sama Yesus.
  • Selain itu Petrus melihat langsung bagaimana Yesus membuat mujizat 5 roti dan 2 ekor ikan.
  • Yesus berjalan di atas air.
  • Yesus naik ke sorga.
  • Dan masih banyak hal lainnya yang Petrus telah lihat tentang yang diperbuat Yesus.

Tapi semua yang Petrus lihat itu tidak memberi jaminan kepada Petrus untuk tidak berkhianat dan menyangkal Yesus dalam pengiringannya.

Bagi kita yang hidup di akhir zaman, banyak yang tidak kita lihat dari apa yang telah dilihat murid-murid saat Yesus melayani di bumi. Tapi kalau sekarang kita menjadi percaya dan melayani Yesus, ini sangat istimewa bagi kita. Sebab itu, kita harus bangga dan pertahankan hal ini. Mengapa…? “Iman tanpa melihat adalah perkara yang amat mulia”

Itu sebabnya Tuhan berjanji: Yohanes 20:29 Kata Yesus kepadanya: ”Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Perhatikan juga 2 Korintus 5:7.

CARA DOMBA MENGIKUT GEMBALA
Yoh. 10, Yesus mengumpamakan diri-Nya sebagai Gembala dan orang percaya sebagai domba.

  • Dan, cara domba mengikut gembala bukan ditentukan oleh penglihatan (mata)  tetapi dengan pendengaran (telinga).
  •  Yohanes 10:4,5 ”Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal.

KESIMPULAN
Melayani Tuhan yang benar dan berkenan kepada Tuhan, bukan dengan mengandalkan penglihatan semata, tapi mengimani firman Allah yang kita dengar.

MENGIKUT YESUS DENGAN TELINGA
Dampak mengikut Yesus dengan telinga…
Yesaya 50:4  “Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.”

Yesaya 50:5
“Tuhan Allah telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak  berpaling ke belakang.”

Kalau kita melayani dengan mengandalkan Firman Tuhan yang kita dengar dan bukan mengandalkan apa yang kita lihat maka Tuhan janji akan buat telinga kita makin tajam (peka), akan maksud Tuhan bagi kita dan jemaat yang kita layani.
Dampaknya: kita akan patuh(tidak berontak), dan tidak berpaling /murtad, 2 Petrus 2:20-22.

MEMPERTAJAM TELINGA
Untuk jadi pelayan Tuhan yang tidak berontak  atau  berpaling, kita  harus  pertajam  telinga  kita  dengan  cara  tekun mendengar Firman Allah.

Keluaran 21:1-6
Firman Allah menjelaskan tentang yang harus dilakukan seorang hamba yang ingin setia dan tidak berpaling dalam mengabdi kepada tuan yang ia hormati dan kasihi, dan Tuan itu adalah Yesus.

ATURAN TAURAT
Ajaran Taurat menetapkan suatu aturan bagi majikan. Bila mereka mempekerjakan seorang budak Ibrani, dan budak itu telah mengabdi selama 6 tahun, maka  pada  tahun yang ke-7, majikan itu harus membebaskan budak Ibrani itu. Budak itu pun bebas tanpa syarat  dan tidak ada kewajiban apa pun yang harus ia lakukan sebab itulah tahun pembebasan bagi budak itu.

MENJADI BUDAK SEUMUR HIDUP
Tetapi, apabila budak itu merasa berat meninggalkan tuannya, dan ingin melayani tuannya sepanjang umur hidupnya maka, si budak itu dapat mengutarakan niatnya itu kepada tuannya. Maka dilakukanlah prosesi:

  •  Kemudian, sang tuan itu akan membawa budaknya itu menghadap Tuhan.
  • Lalu, di hadapan Tuhan sang tuan itu  membawa hambanya menuju pintu dan menusuk telinga budaknya itu dengan alat penusuk ke sebuah pintu atau ke tiang pintu.
  • Dan, mulai saat itu, si budak itu akan ikut tuannya dan menjadi hamba tuannya itu sepanjang umur hidupnya.
  • Kemanapun si budak itu pergi, orang tahu bahwa budak itu ada yang punya, karena orang melihat tanda di telinga budak itu yang telah ditusuk/dilubangi di telinganya.
  • Demikian juga dengan kita, bila kita ingin mengabdi kepada Yesus dengan setia dan tak mau berpaling dari Yesus selamanya…
  • Maka, kita harus lakukan prosesi sama, seperti yang dilakukan budak Ibrani itu.
  • Dan prosesi yang dilakukan oleh para hamba Ibrani di zaman dulu itu, tetap relevan dalam pengertian rohani.

YESUS ADALAH TUAN KITA
Tuan kita adalah Allah dan Bapa kita. Dan Bapa kita menuntut komitmen kita. Caranya…

  • Bapa akan membawa kita ke Pintu, yaitu Yesus. Di dalam Yesuslah telinga kita akan ditusuk gambaran Firman Allah, dan…
  • Tusukan paku yang membuat lubang di telinga budak adalah sebagai gambaran tentang…
  • Komitmen kita di dalam kesetiaan, ketaatan  dan pengabdian kita kepada Yesus. Semua itu, bukan hanya kita yang mengetahuinya.
  • Semua orang dapat melihat dan merasakan kesetiaan, ketaatan serta pengabdian kita dalam pengiringan dan pelayanan kita.

CONTOH ORANG PERCAYA TANPA MELIHAT
Ribkah, gambaran orang yang percaya kepada seseorang dan mencintai orang itu tanpa melihat orang tersebut.
Ribkah hanya dengar tentang orang itu, tetapi, Ribkah percaya bahkan mencintai orang yang tidak pernah ia lihat yaitu Ishak.

Kejadian 24:1-9
Abraham mengutus hambanya, Eliezer untuk mencarikan isteri bagi Ishak anaknya. Dalam kisah ini, Abraham gambaran Allah Bapa. Dan Ishak adalah gambaran Yesus, sedangkan Eliezer gambaran Roh Kudus.

Kejadian 24:11, Eliezer tiba di tanah Aram – Mesopotamia, pada senja hari gambaran akhir zaman.

  • Eliezer memperhatikan para perempuan yang sedang menimba air di sumur.
  • Para perempuan dalam kisah ini sebagai gambaran orang-orang percaya – Gereja.
  • Air gambaran Firman Allah.

Kejadian 24:12-14
Eliezer berdoa meminta tanda kepada Tuhan.
– Kalau ada perempuan, yang tanpa diminta memberi Eliezer minum, maka…
– Perempuan itulah calon isteri Ishak.

Kejadian 24:15-21
Ternyata benar! Tanpa Eliezer minta, Ribkah berinisiatif menawarkan minum kepada Eliezer, bahkan Ribkah memberi minum semua hewan yang dibawa oleh Eliezer.

Kejadian 24:22
Eliezer memberi kepada Ribkah, anting-anting dan untuk mengenakan anting-anting itu, Eliezer harus memasukkan anting-anting itu di telinga Ribkah.
Tanda orang yang telinganya ditusuk, status orang itu adalah hamba seumur hidup yaitu gambaran roh ketaatan ada dalam orang tsb. Sedangkan gelang gambaran bukti pelayanan / pengabdian.

Orang tua Ribkah tidak keberatan Ribkah dibawa Eliezer untuk dijadikan sebagai isteri Ishak. Kejadian 24:55, ada sanak famili Ribkah yang berusaha menghalangi Ribkah untuk pergi. Tetapi, Eliezer berkata: Bila Eliezer pulang, Eliezer tak akan pulang dengan tangan hampa. Eliezer harus pulang bawa isteri bagi Ishak. Lalu, Ribkah diberi kesempatan untuk memutuskan sendiri apakah Ribkah bersedia ikut Eliezer atau tetap bersama keluarganya…?

Ay. 58 Tanpa dipaksa, Ribkah memutuskan untuk ikut Eliezer sebagai jalan untuk Ribkah bisa bertemu dan bersatu dengan Ishak.

Ay. 63  Menjelang senja, Ishak memandang Ribkah. Hal ini adalah gambaran, bahwa di akhir zaman, Yesus melihat Gereja-Nya, yang melayani TUHAN bukan dengan melihat tapi mendengar, seperti Ribkah walaupun ia tidak pernah melihat Ishak tapi mendengar dari Eliezer (Roh Kudus).

Ay. 66 Di hadapan Ishak, Eliezer menceritakan semua yang telah diperbuat oleh Ribkah.

  • Gereja yang memiliki laporan baik  di hadapan Yesus adalah Gereja yang melayani Yesus dengan iman, bukan penglihatan.

KESIMPULAN
Yesus senang bahkan puas bila DIA melihat kesetiaan dan kesungguhan anak-anak-Nya melayani Yesus, walaupun kita tidak pernah melihat Dia. Inilah iman, pengharapan dan kasih kita, yaitu bila kita tidak mengandalkan penglihatan tetapi mengandalkan pendengaran kita!

Arsip Catatan Khotbah