Kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling mulia, kita hidup bukan hanya sekedar hidup, akan tetapi ada beberapa hal yang harus kita sadari benar. Hal-hal itu bisa kita temukan lewat beberapa pertanyaan dibawah ini, yaitu:
- Siapakah Aku?
Bahwa kita adalah anak-anak Allah.
Ingat cerita anak Rajawali yang hidup di kandang ayam dan mati di kandang ayam itu karena dia tidak tau identitas aslinya yang bisa terbang. - Darimanakah aku berasal?
Kita berasal dari atas, dari Bapa segala sumber. Maka jangan terputus dari sumber kita. - Untuk apa aku ada disini?
Mengapa aku dilahirkan? - Apa yang dapat aku Lakukan?
Kita diciptakan dengan potensi masing-masing - Kemanakah aku akan pergi?
Kita akan kembali kepada Bapa
Puji Tuhan, beberapa pekan lalu kita sudah membahas poin ke 1 dan poin ke 2 dari 5 poin pertanyaan diatas. Dan saat ini kita akan membahas pertanyaan poin ke 3. Sekiranya saudara akan lebih disadari makna hidup saudara yang sesungguhnya lewat lanjutan pembahasan kita saat ini.
MENGAPA AKU DILAHIRKAN?
Ayub 3:1,4, 11 di ayat-ayat tersebut Ayub dibanggakan Tuhan dihadapan iblis. Inilah tujuan atau maksud kelahirannya. Dan setelah ia tahu akan tujuan Tuhan bagi dirinya, maka ia akhirnya mencabut kata-kata negatif dan kata-kata kutuk hari kelahirannya.
Jadi saudara, disini kita belajar untuk jangan hanya melihat penderitaan kita yang sekarang ini, tetapi lihatlah kelak maksud Allah yang khusus bagi kehidupan kita kedepannya.
Kita harus pahami bersama bahwa Allah punya tujuan terhadap kita, seperti yang di firmankan dalam Mazmur 139:16 “mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya.”
Ditangan Tuhan hidup kita sudah selesai, sudah lengkap, ending dari kisah hidup kita, Dia sudah tahu dan rancangkan segala sesuatunya yang terbaik bagi kita dan bagi orang-orang disekitar kita. Seperti yang difirmankan dalam Yeremia 29:11 “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”
Artinya segala sesuatu yang kita harapkan, Dia sudah siapkan yang terbaik untuk kita, hanya saat ini Dia masih sembunyikan, masih terbungkus indah. Jadi ketika kita belum merasakan jawaban Tuhan itu, mari kita terus bersabar menantinya.
Disini juga kita harus sadari akan gambar diri kita. Gambar diri manusia yang sering dirusak oleh iblis dengan cara mendakwa, yang selalu menuduh manusia akan dosa-dosa manusia, serta iblis juga terus menuding kita bahwa diri kita tidak berharga.
Namun senjata firman yang harus kita pegang adalah yang dikatakan nabi Yesaya dalam :
Yesaya 1:18 “Marilah, baiklah kita berperkara! –firman TUHAN–Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.”
Firman Tuhan ini yang menjadi penangkal akan intimidasi iblis yang menyebutkan kita tidak berharga karena dosa. Iblis suka mengingatkan masa lalu kita yang kotor yang penuh dosa, namun firman Tuhan mengingatkan kita akan masa kini dan masa depan kita yang sesungguhnya sudah ditebus Tuhan melalui salib Tuhan Yesus Kristus. Haleluya!
IMAM BESAR YOSUA (ZAK 3:1-9)
Seperti puntung yang telah ditarik dari api yang sebentar lagi hangus. Kalau Tuhan tidak berbelas kasihan kepada kita, maka kita sudah lama menjadi abu. Sebab itu, kita jangan bertanya kepada sesama manusia. Bertanyalah kepada Tuhan soal seberapa berharganya diri kita, karena Tuhan tidak pernah salah dalam menilai diri kita. Kalau manusia bisa saja salah dalam menilai harga diri kita. Bertanyalah kepada Tuhan, mengapa Aku ada disini.
TUHAN YESUS TAHU
Dan jelaslah kita melihat contoh dari Tuhan kita Yesus Kristus, Ia tahu akan tujuan hidup-Nya datang kedunia ini, kita bisa melihatnya dalam ayat-ayat dibawah ini:
Yohanes 12:27 “Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini.”
Yohanes 18:37 “Maka kata Pilatus kepada-Nya: ”Jadi Engkau adalah raja?” Jawab Yesus: ”Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.””
RASUL PAULUS TAHU
Rasul Paulus pun tahu mengapa ia ada didunia ini, seperti yang ditulisnya dalam Filipi 1:21-25 “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus – itu memang jauh lebih baik; tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu. Dan dalam keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman,”
Jadi saudara, kita harus hidup untuk memberi keuntungan kepada orang lain. Seperti pohon yang tidak memakan sendiri buahnya namun orang yang memakan buah dari pohon tersebut. Buatlah kemajuan untuk orang lain, karena dengan demikian secara tidak sadar saudara membuat kapasitas saudara untuk semakin maju pula. Terakhir, kita perlu tahu mengapa kita ada sampai pada hari ini, di tahun 2023?
Lihatlah apa yang dituliskan dalam Kisah Para Rasul 13:36 “Sebab Daud melakukan kehendak Allah pada zamannya.”
Disitu Rasul Paulus melakukan kehendak Allah pada zamannya. Maka dari itu, kita pun saat ini di jaman sekarang, kita haruslah melakukan kehendak Allah Bapa kita di sorga dengan kita melayani dan memberi yang terbaik apapun fungsi kita, berilah dampak yang baik,m yang positif kepada semua orang. Karena orang yang melakukan kehendak Allah, dia akan berkenan dihadapan Tuhan.
Puji Tuhan. Amen!