Matius 12:13 “ Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.”
Kalimat “bertahan” dalam hal menghadapi penderitaan, aniaya dalam perjanjian baru ditulis 6 kali: Mat 10:22 ; 12:13 ; Mark 13:13 ; Luk 21:19 ; Ibr 10:32 ; Yak 1:12.
Bertahan Sampai Pada Kesudahannya
Dalam terjemahan lain ditulis :
– Bertahan sampai akhir.
-Bertahan sampai mati.
Langkah awal itu penting tetapi langkah akhirlah yang menentukan karena tidak sedikit orang percaya mengawali hidupnya dengan percaya kepada Yesus, tetapi justru dilangkah akhir hidupnya justru tidak dapat bertahan menghadapi semua tantangan kehidupannya kemudian murtad meninggalkan Tuhan. Orang menjadi berharga dimata Tuhan apabila ia setia sampai mati. Berbicara tentang kematian yang berharga, maka satu-satunya kematian yang begitu berharga bagi manusia yang menyangkut kekekalan adalah kematian Yesus di kayu salib.
Dari kematian Yesus yang begitu berharga, maka berlaku kematian-kematian orang yang menjadi berharga di mata Tuhan. Ini berlaku bagi orang yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamatnya dan yang setia sampai mati.
Mazmur 116:15 – “Berharga di mata TUHAN kematian orang yang dikasihi-Nya.”
Bagaimana seseorang dapat menjadi berharga di mata Tuhan? Untuk menjadi berharga di mata Tuhan maka kita harus memiliki status sebagai kekasih Tuhan. Lalu bagaimana seseorang dapat menjadi kekasih Tuhan? Terimalah kasih Tuhan. Allah adalah kasih, Ia mengulurkan tangan kasih-Nya kepada manusia, tetapi cinta-Nya banyak mengalami kasih yang bertepuk sebelah tangan karena penolakan, hanya orang yang mau menyambut kasih Tuhanlah yang akan menjadi orang yang dikasihi Tuhan.
Cukup hanya sampai menjadi kekasih Tuhan saja? Dikatakan “berharga di mata TUHAN kematian orang yang dikasihi-Nya.” Menjadi kekasih Tuhan yang setia sampai mati, bukan cuma 5 atau 10 tahun. Tidak sedikit orang percaya yang kasihnya kepada Tuhan gugur ditengah jalan karena tertarik kepada keduniawian. Seperti apakah gambaran orang yang setia sampai mati itu ?
2 Timotius 4:7 – “ Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.”
Ada tiga hal yang menarik untuk kita pelajari yang menjadi gambaran orang yang setia sampai mati.
I. Mengakhiri pertandingan dengan baik.
Hidup orang percaya itu digambarkan seperti sedang menghadapi pertandingan. Setiap orang harus bisa mengakhirinya dengan baik, artinya kerjakan sesuai dengan aturan yang benar sesuai dengan kebenaran firman Tuhan, jangan berbuat curang dalam semua lini kehidupan kita, sebab yang dinilai baik sampai akhir adalah mereka yang mentaati aturan firman Tuhan.
Selanjutnya dapat melalui setiap fase atau musim kehidupan dengan baik dan benar. Seperti orang yang berlomba lari, kita akan lewati setiap meter sampai kilometer kehidupan kita. Mungkin kita mengalami jatuh bangun, tetapi kita harus selalu bangkit untuk melanjutkannya.
1 Korintus 9:25 – “Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.”
1 Korintus 9:27 – “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.”
Dalam pertandingan iman kita, yang menjadi musuh terbesar adalah diri kita sendiri. Itulah sebabnya, kita harus ikuti teladan Rasul Paulus untuk kita dapat melatih diri kita dan menguasai seluruhnya, sehingga kita dapat memiliki penguasaan diri untuk tidak jatuh dalam dosa dan keluar dari lintasan iman yang ditentukan.
II. Aku telah mencapai garis akhir.
Artinya menyelesaikan tugas yang Tuhan percayakan dengan tuntas, tidak berhenti di tengah jalan.
Kisah 20:24 – “ etapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.”
Dalam menyelesaikan tugas yang Tuhan percayakan kepada Rasul Paulus sampai nyawapun tidak ia hiraukan asal saja ia dapat menyelesaikan tugas pelayanannya. Jangan menjadi pelayan Tuhan jangan sedikit-dikit mundur hanya karena masalah sepele, mengundurkan diri karena merasa tidak diperhatian. Ini model Kristen anak-anak bukan Kristen dewasa, tidak mungkin dapat menyelesaikan tugas sampai akhir.
III. Aku telah memelihara iman
Filipi 2:10 – “Supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku : Yesus Kristus adalah Tuhan, bagi kemuliaan Allah Bapa.”
Iman yang benar adalah hanya YESUS yang menjadi Tuhan, tidak ada Allah lain. Perlu intropeksi diri, apakah masih ada yang percaya kepada dukun, ramalan dan hal-hal lain yang bukan dari Tuhan. Jika masih ada itu artinya imannya tidak murni. Iman yang murni yang harus dipelihara sampai akhir hayat kita, itu yang akan diperhitungkan Tuhan kepada kita. Hendaklah kita setia sampai mati, sehingga kita menjadi kekasih-kekasih Tuhan baik dihidup maupun matinya kita.