Musuh-Musuh Kesetiaan – Oleh Pdt. K. Hani Paulus (Ibadah Raya 2,3 – Minggu, 17 November 2024)

Quotes tentang Kesetiaan
Charles Spurgeon (1834-1892)
“Setia kepada Kristus adalah lebih penting daripada mendapatkan kehormatan dari manusia. Tuhan memberi kita kekuatan untuk tetap setia.”

Corrie ten Boom (1892-1983)
“Kesetiaan pada Yesus berarti mempercayai-Nya dalam setiap situasi, bahkan dalam saat-saat yang paling gelap sekalipun.”

Billy Graham (1918-2018)
“Kesetiaan kepada Yesus Kristus adalah komitmen seumur hidup. Itu adalah perjalanan yang penuh dengan iman, harapan, dan kasih.”

Yesus Kristus
Why_2:10  Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

Harga sebuah kesetiaan itu begitu mahal (barang langka) sebab ukurannya adalah sampai mati.

Darimana datangnya kesetiaan?
Dalam bahasa Inggrisnya: faithfulness.
Faith : iman; faithfull: setia (kata sifat); faithfulness: kesetiaan (kata benda).
Kesetiaan berasal dari iman yang penuh – iman yang tahan guncangan – iman yang tahan uji → Hasilnya adalah kesetiaan.

Jangan takut akan ujian. Tanpa ujian tidak ada kesetiaan. Jangan takut akan guncangan tanpa guncangan, tidak ada kesetiaan.
Iman yang penuh; kepercayaan yang mendalam, yang tak tergoyahkan kepada seseorang atau sesuatu. Kepada siapa kita dasarkan iman kita? Kepada Yesus Kristus sebagai saksi yang setia.

Why 1:5  dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya–

Kesetiaan sejati kepada Yesus bukan kepada yang lain.

2Kr 11:3  Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.

Kesetiaan itu hasil dari iman yang penuh,iIman yang tahan guncangan, tahan uji dan ditujukan kepada Yesus, teladan kita dalam kesetiaan.

MUSUH-MUSUH KESETIAAN

  • MASALAH
    2 Raja-raja 6:33 (TB)  Selagi ia berbicara dengan mereka, datanglah raja mendapatkan dia. Berkatalah raja kepadanya: “Sesungguhnya, malapetaka ini adalah dari pada TUHAN. Mengapakah aku berharap kepada TUHAN lagi?” 

Selalu apabila masalah datang, ia menyerang iman → Dimana Tuhanmu? Mengapa tidak menolong kamu?
1 Petrus 5:9 (TB)  Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.

Lawan dia dengan iman yang teguh. Iman yang berasal dari Firman, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan orang yang mengalami masalah (1 Petrus 5:10)

  • ANIAYA
    Di zaman Alkitab menjadi Kristen tantangannya adalah kematian. Zaman sekarang dalam bentuk intimidasi terhadap gaya hidup anak Tuhan dengan berkata ‘sok suci’. Atau tidak bisa naik jabatan karena status orang kristen atau pintu tertutup karena status sebagai ‘orang Kristen.’

2 Petrus 2:7-8 (TB)  tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja, sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa.

Matius 5:11-12 (TB)  Berbahagialah (I am Blessed) kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”

  • GODAAN
    1 Yohanes 2:15-16 (TB)  Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.

Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.

  • KESUKSESAN
    2 Tawarikh 26:16 (TB)  Setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak. Ia berubah setia kepada TUHAN, Allahnya, dan memasuki bait TUHAN untuk membakar ukupan di atas mezbah pembakaran ukupan.

Tuhan mencari orang yang setia, yang bertahan sampai akhir.

Why_17:14  Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.”

Salah satu kisah martir Kristen yang terkenal dengan kata-kata terakhirnya tentang kesetiaan adalah kisah St. Polycarpus, seorang uskup Smyrna (sekarang Izmir, Turki). St. Polycarpus adalah murid dari Rasul Yohanes dan seorang pemimpin gereja awal yang sangat dihormati.

Ketika Polycarpus berusia sekitar 86 tahun, ia ditangkap dan dibawa ke arena untuk diadili karena menolak untuk menyembah Kaisar Romawi sebagai dewa. Ketika dihadapkan dengan ancaman kematian, Gubernur Romawi mendesaknya untuk menyangkal Kristus dan menyelamatkan nyawanya. Namun, Polycarpus dengan tegas menolak.

Sebelum dieksekusi, Polycarpus mengucapkan kata-kata yang kemudian menjadi terkenal sebagai pernyataan kesetiaan dan iman yang mendalam:
“Delapan puluh enam tahun aku telah melayani-Nya, dan Dia tidak pernah berbuat salah padaku. Bagaimana aku dapat menghujat Rajaku yang telah menyelamatkanku?”

Setelah menolak untuk menyangkal Kristus, Polycarpus dijatuhi hukuman mati dengan cara dibakar hidup-hidup. Ketika api tidak menyentuh tubuhnya, seorang prajurit Romawi akhirnya menikamnya dengan pedang. Kematian Polycarpus menjadi salah satu kesaksian yang paling menginspirasi dalam sejarah gereja, dan kata-katanya tentang kesetiaan kepada Kristus terus dikenang dan diingat oleh banyak orang Kristen hingga hari ini.

Kisah St. Polycarpus mengajarkan tentang keberanian, keteguhan iman, dan kesetiaan yang luar biasa kepada Kristus, bahkan dalam menghadapi ancaman dan penderitaan yang paling ekstrim.

AMIN

Arsip Catatan Khotbah