Lukas 4:17-19 (TB)
Ayat 17 Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:
Ayat 18 “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku
Ayat 19 untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”
Pendahuluan
Dalam Lukas 4:17–19 kita melihat sebuah peristiwa yang sangat penting dalam awal pelayanan Yesus. Setelah Yesus kembali ke Galilea dan masuk ke rumah ibadat di Nazaret, kepada-Nya diberikan kitab Nabi Yesaya. Yesus membuka kitab itu dan menemukan bagian yang berbicara tentang seorang yang diurapi dan diutus oleh Tuhan. Menariknya, Yesus tidak sekadar membaca firman tersebut. Setelah membaca, Yesus menyatakan bahwa firman itu digenapi dalam diri-Nya.
Kapan Pengurapan itu? Lukas 3:21-22 (TB)
Ay.21 Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit
Ay.22 dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”
Jadi Lukas 4:17–19 bukan hanya berbicara tentang sebuah pelayanan biasa, tetapi menyatakan identitas dan misi Yesus sebagai Mesias dalam bahasa Ibrani dan Christos dalam Bahasa Yunani artinya “Sang Yang Diurapi sebagai Imam besar, raja, nabi.”
Pengurapan Yesus bukan untuk diri-Nya sendiri. Hal yang menarik dalam ayat ini adalah bahwa pengurapan Yesus langsung dihubungkan dengan pengutusan dan pelayanan.
PENGURAPAN, PENGUTUSAN, PELAYANAN
Yesus yang diurapi adalah Yesus yang diutus.
Yesus yang diutus adalah Yesus yang melayani.
Dan pelayanan Yesus ditujukan kepada mereka yang membutuhkan pertolongan, pengharapan, pemulihan dan keselamatan.
PELAYANAN YESUS
“untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin” – Matius 11:5.
Yesus datang membawa kabar baik. Injil adalah kabar baik yaitu kabar baik bahwa Allah datang mendekat kepada manusia. Manusia yang berdosa sebenarnya terpisah dari Allah. Tetapi melalui Yesus, Allah datang mencari dan menyelamatkan manusia. Jadi kabar baiknya adalah: kita tidak ditinggalkan Tuhan. Allah membuka jalan supaya manusia kembali kepada-Nya.
Kabar baik tentang pengampunan dosa: manusia membawa kesalahan, kegagalan, dan masa lalu. Tetapi di dalam Kristus ada pengampunan. “Kabar baik adalah bahwa Tuhan Yesus mengasihi kita, mengampuni dosa kita, dan memberi kita harapan serta hidup yang baru.”
“Kabar baik adalah berita bahwa di tengah manusia yang berdosa, terluka, kehilangan arah dan pengharapan, Allah tidak meninggalkan manusia. Ia datang melalui Yesus Kristus untuk menyelamatkan, mengampuni, memulihkan, dan memberikan hidup yang baru.”
Hari ini ada orang yang secara ekonomi berkecukupan tetapi hatinya miskin pengharapan. Ada yang tersenyum di depan banyak orang, tetapi sebenarnya sedang mengalami pergumulan yang berat.
Ada orang yang berkata,
“Saya tidak tahu harus bagaimana.”
“Saya sudah tidak punya harapan.”
“Apakah Tuhan masih peduli dengan saya?”
Di tengah keadaan seperti itu, Yesus datang membawa kabar baik: masih ada pengharapan di dalam Tuhan. Hidup kita tidak berhenti pada keadaan yang sedang kita alami.
“Memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan”
Yohanes 8:36 – “Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.”
Saat Yesaya bernubuat kondisi Israel Yehuda ditawan di Babel, mereka tertawan, terbelenggu, diperbudak dan Tuhan memberikan harapan buat mereka dilepaskan dan kembali ke Yerusalem. D zaman Yesus, Yehuda juga dijajah bangsa Romawi, mereka ada di tanah mereka sendiri, mereka terbelenggu tidak bebas dan dikuasai pemerintahan Roma dan harapan mereka melalui kedatangan Yesus membebaskan mereka dari semuanya secara harfiah. Tetapi tidaklah demikian, yang dimaksud Yesus adalah:
Ada orang yang menjadi tawanan dosa.
Ada yang menjadi tawanan kepahitan.
Ada yang terikat ketakutan.
Ada yang tidak bisa melepaskan masa lalu.
Ada yang terus hidup dalam rasa bersalah.
Ada pula yang terikat oleh kebiasaan yang menghancurkan kehidupannya.
Yesus datang membawa pembebasan. Ia datang untuk melepaskan manusia dari belenggu dosa dan membawa manusia kepada kehidupan yang baru.
“Penglihatan bagi orang-orang buta” Matius 9:27–30
Yesus datang membawa pemulihan. Pelayanan-Nya menyentuh kebutuhan manusia secara nyata. Ada orang yang secara fisik dapat melihat, tetapi tidak dapat melihat jalan hidupnya. Mereka bingung mengambil keputusan. Tidak tahu arah hidupnya. Tidak mengerti kehendak Tuhan. Tidak mampu melihat bahwa Tuhan masih bekerja dalam keadaan yang sedang mereka hadapi. Yesus datang untuk membuka mata manusia dan kita dapat melihat bahwa kita tidak berjalan sendiri.
“untuk membebaskan orang-orang yang tertindas” Matius 12:28
Yesus memperhatikan mereka yang mengalami tekanan dan penderitaan. Pelayanan-Nya menunjukkan hati Allah yang penuh belas kasihan.
Ada tekanan ekonomi, tekanan pekerjaan, tekanan keluarga, tekanan pendidikan, tekanan kehidupan sosial. Bahkan ada orang yang terus merasa dirinya tidak cukup baik karena membandingkan hidupnya dengan orang lain. Ada orang yang secara lahiriah terlihat kuat, tetapi batinnya sedang sangat lelah. Di sinilah pelayanan Yesus menjadi nyata. Yesus peduli kepada manusia yang terluka dan tertindas.
“untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”
2 Korintus 6:2 “Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu.”
Puncaknya adalah kasih karunia Allah. Kedatangan Yesus membawa berita bahwa waktu keselamatan Allah telah dinyatakan. Yang dimaksud dengan tahun rahmat Tuhan adalah waktu di mana kasih karunia dan pertolongan Tuhan dinyatakan kepada manusia.
Yesus datang membawa kabar bahwa manusia tidak harus terus hidup dalam dosa, keterikatan, luka, dan keputusasaan. Di dalam Yesus, ada kesempatan untuk menerima pengampunan, keselamatan, pemulihan, dan hidup yang baru.
Kalau dikaitkan dengan manusia saat ini: ada orang yang merasa hidupnya sudah terlalu jauh dari Tuhan. Ada yang merasa dosanya terlalu besar. Ada yang merasa sudah tidak layak untuk kembali kepada Tuhan. Tetapi Yesus datang membawa berita: “Masih ada kasih karunia. Masih ada kesempatan untuk datang kepada Tuhan.”
Jadi, tahun rahmat Tuhan berbicara tentang kesempatan yang Tuhan berikan kepada manusia untuk menerima kasih karunia-Nya melalui Kristus. “Tahun rahmat Tuhan berarti Tuhan masih memberikan kesempatan kepada manusia untuk datang kepada-Nya, menerima pengampunan, mengalami kasih-Nya, dan memperoleh hidup yang baru.”
“Selama Tuhan masih memberikan kesempatan, jangan menjauh dari Tuhan. Datanglah kepada Yesus, karena hari keselamatan dan kasih karunia-Nya masih terbuka.”
Siapa di antara kita yang saat ini membutuhkan kabar baik? Mungkin hati kita sedang kehilangan harapan. Tuhan Yesus datang membawa pengharapan.
Siapa yang merasa hidupnya sedang terikat? Mungkin terikat oleh dosa, kepahitan, ketakutan, atau masa lalu. Tuhan Yesus datang membawa pembebasan.
Siapa yang sedang membutuhkan pemulihan? Mungkin ada hati yang terluka, keluarga yang sedang bermasalah, atau kehidupan yang sedang tidak baik-baik saja. Tuhan Yesus datang untuk memulihkan.
Siapa yang sedang merasa tertindas dan lelah? Mungkin kita sudah terlalu lama memikul beban sendirian. Tuhan Yesus datang untuk memberikan kelegaan dan pertolongan.
Dan siapa yang merasa sudah terlalu jauh dari Tuhan? Ingatlah, tahun rahmat Tuhan telah datang. Masih ada kesempatan untuk kembali. Masih ada pengampunan. Masih ada kasih karunia. Jadi, jangan hanya melihat pelayanan Yesus sebagai sesuatu yang terjadi pada zaman dahulu. Yesus yang sama masih bekerja sampai hari ini.
PENGURAPAN DAN PELAYANAN ORANG PERCAYA
Yohanes 14:12-16 (TB)
Yesus sampaikan ayat ini ditengah bangsanya dan kita sebagai orang percaya kita berdiri bagi bangsa kita, bangsa yang sudah mengalami kemerdekaan 81 tahun. Kemerdekaan bukanlah sesuatu yang boleh kita anggap biasa. Ada sejarah panjang, perjuangan, pengorbanan, dan doa yang menyertai perjalanan bangsa Indonesia sampai menjadi bangsa yang merdeka. Namun sebagai orang percaya, kita menyadari bahwa ada kemerdekaan yang jauh lebih besar daripada kemerdekaan sebuah bangsa, yaitu kemerdekaan dari dosa dan hidup dalam Kristus. Seseorang dapat hidup di negara yang merdeka, tetapi hatinya masih terikat oleh ketakutan, kepahitan, dosa, keserakahan, kebencian, atau berbagai ikatan kehidupan.
Tuhan mengurapi kita, ada Roh Kudus, penolong yang memberikan kuasa bagi kita yang menyertai kita. Kita akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Tuhan lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Pengurapan tidak dapat dipisahkan dari pengutusan dan pelayanan.
Semakin kita memahami pengurapan Yesus, semakin kita memahami bahwa pengurapan selalu membawa kita kepada pelayanan. Sebab orang yang sungguh-sungguh diurapi bukan hanya mengalami kuasa Tuhan, tetapi juga dipakai untuk menjadi berkat bagi orang lain.
Kalau seseorang berkata, “Saya ingin dipakai Tuhan,” maka pertanyaannya bukan hanya, “Seberapa besar pengurapan yang saya terima?” tetapi juga: “Untuk apa Tuhan mengurapi saya?” Untuk memberitakan kabar baik, membawa pembebasan, menghadirkan pemulihan, menolong yang tertindas, dan menyatakan kasih karunia Tuhan.
Kisah Para Rasul 1:8 “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
Mungkin hari ini bukan hanya kita yang membutuhkan pelayanan Yesus. Ada orang-orang di sekitar kita yang sedang membutuhkan Yesus melalui hidup kita.
Maukah kita menjadi tangan yang menolong, hati yang menguatkan, mulut yang membawa kabar baik, dan hidup yang memperkenalkan kasih Kristus kepada mereka?
Pengurapan yang Tuhan berikan kepada kita bukan untuk berhenti pada diri kita, tetapi supaya melalui kita, orang lain dapat mengalami kasih, pertolongan, pemulihan, dan keselamatan dari Tuhan.