Yesaya 37:31
Dan orang-orang yang terluput di antara kaum Yehuda, yaitu orang-orang yang masih tertinggal, akan berakar pula ke bawah dan menghasilkan buah ke atas.
Pendahuluan
Setiap benih yang ditaburkan akan berakar ke bawah lebih dahulu, setelah itu barulah menghasilkan buah. Untuk itulah para petani harus sabar menunggu beberapa saat lamanya sampai benih bertunas, tumbuh besar kemudian menghasilkan buah.
Inilah prinsip kehidupan, sebelum pohon mengeluarkan tunas ke atas, pertama-tama ia akan menumbuhkan akarnya ke bawah. Mengapa harus menumbuhkan akar lebih dahulu? Sebab akar penentu kehidupan. Kehidupan sebuah pohon tidak ditentukan oleh batangnya yang besar atau daunnya yang lebat tetapi oleh akarnya yang kuat dan sehat. Hidup dan matinya sebuah pohon itu ditentukan oleh akarnya. Akar adalah inti kehidupan sebuah pohon.
Kebenaran tentang akar
1). Di tempat yang tepat akar menjadi kuat
2). Akar yang sehat buahnya lebat
3). Akar semakin dalam, semakin kuat bertahan
Tumbuhkanlah akar kerohanian semakin dalam
Ayub 8:16-17
Ia seperti tumbuh-tumbuhan yang masih segar di panas matahari, sulurnya menjulur di seluruh taman. Akar-akarnya membelit timbunan batu, menyusup ke dalam sela-sela batu itu.
Akar Kerohanian
1Korintus 13:13
Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.
Ada tiga akar kerohanian yang patut kita perhatikan, yaitu:
1. IMAN
Ibrani 11:1
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Apakah yang dimaksud dengan “IMAN?” Kata ”iman” diterjemahkan dari kata Yunani piʹstis, yang berarti : kepercayaan, keyakinan yang teguh. Sedangkan kata “dasar” adalah terjemahan untuk kata Yunani hupoʹstasis. Kata hupoʹstasis adalah istilah umum dalam dokumen-dokumen bisnis kuno yang ditulis di atas papirus dan mengandung gagasan tentang sesuatu yang mendasari kondisi yang kelihatan dan menjamin sesuatu yang bakal dimiliki di masa depan. Moulton dan Milligan menyarankan terjemahan: ”Iman adalah sertifikat hak pemilikan hal-hal yang diharapkan.” (Vocabulary of the Greek Testament, 1963, hlm. 660). Sementara itu kata “bukti” ditulis dalam bahasa Yunani eʹleg·khos, yang diterjemahkan menjadi ”bukti yang jelas atau bukti untuk meyakinkan.”
Jadi iman adalah kepercayaan/keyakinan yang teguh terhadap hal-hal yang diharapkan, yang belum terjadi, yang tidak kelihatan yang didasarkan pada bukti-bukti tertulis yaitu firman Tuhan.
Dalam kekristenan iman itu bukan “POKOKE”, bukan pula sikap asal percaya atau kepercayaan kosong tanpa dasar, dan juga buka keyakinan pada ruang hampa atau gelap. Iman adalah sesuatu yang jelas, nyata dan pasti. Iman didasarkan atas bukti yang konkret, nyata, jelas dan dapat dipercaya. Mari kita lihat beberapa kebenaran tentang iman.
a. Roma 1:20
Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.
Didasarkan kepada karya ciptaan yang kelihatan kita mempercayai eksistensi Pencipta yang tidak kelihatan.
b. Matius 27:54
Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: “Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah.”
Ketika kepala pasukan dan prajurit-prajurit melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi,mereka percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah.
c. Matius 11 : 2-6
Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus, lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?” Yesus menjawab mereka: “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.”
Berdasarkan apa yang dikerjakan Yesus, Yohanes pembaptis percaya bahwa Yesus adalah Mesias.
Cara menumbuhkan iman.
A). Mendengar Firman Tuhan.
Rom 10:17
Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
B). Ketaatan kepada firman.
Yakobus 2:17
Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.
C). Membangun pengenalan akan Tuhan
Mazmur 9 : 11
Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kau tinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN.
2. PENGHARAPAN
1Korintus 13:13
Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.
Kata ”harapan” dalam bahasa Yunani kata harapan ditulis dengan kaya el·pisʹ yang berarti penantian akan sesuatu yang baik.
Dalam kehidupan pengharapan itu seperti cahaya yang menerangi jalan di malam hari. Saat jalan hidup terasa gelap karena banyaknya masalah, kegagalan, musibah dan berbagai-bagai kesulitan dan penderitaan, kadang memaksa kita berhenti untuk mengakhiri hidup ini, tetapi pengharapan yang tumbuh dalam hati memberikan kita kekuatan untuk tetap bertahan, dan membangkitkan semangat yang baru untuk tetap maju dan menantikan sesuatu yang baik akan terjadi.
Iman dan harapan itu berjalan beriringan. Harapan datang dari iman, karena tanpa iman, tidak ada harapan. Demikian pula iman datang karena harapan, karena iman adalah “dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan.” Sebab itu jaga hidup ini jangan sampai kehilangan harapan. Satu-satunya harapan yang pasti hanya ada di dalam Tuhan Yesus Kristus. Diluar Tuhan kita tidak menemukan harapan yang pasti.
Ibrani 6:19,20
Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.
3. KASIH
1Korintus 13:13
Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.
Kata kasih ditulis dengan kata AGAPE artinya kebajikan, niat baik, amal dan kesenangan yang disengaja kepada sasaran kasih itu. Jadi kasih agape adalah kasih yang sejati, murni, ilahi karena tidak dipengaruhi, ditentukan atau disebabkan oleh si penerima kasih.
Agape adalah kata benda (nomina) sedangan kata kerjanya adalah AGAPAO (verba). AGAPE: kasih, AGAPAO adalah tindakan mengasihi. Jadi kasih hanya dapat diketahui melalui tindakan yang dihasilkannya. Kasih yang sejati tak sekedar kata-kata belaka, kasih harus terwujud dalam tindakan nyata.
Kasih Allah nyata dari tindakan-Nya memberikan Putra-Nya.
Yohanes 4:9, 10
Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.
KASIH ADALAH YANG TERBESAR
Iman bekerja oleh kasih
Galatia 5:6
Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.
Kasih adalah yang terbesar sebab iman bekerja oleh kasih. Artinya: ukuran iman kita tergantung kasih yang kita terima atau rasakan. Kita mempercayai seseorang bukan karena kasih hubungan dekat tetapi kasih yang diberikan. Itulah sebabnya kita dapat mempercayai Tuhan dengan sungguh-sungguh karena kasihNya telah nyata bagi kita.
Harapan kita hidup oleh kasih
Roma 5:5
Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
Demikian juga dengan harapan. Meski banyak orang yang kaya, tetapi kita tidak pernah menaruh harapan kepada mereka, kita lebih berharap kepada orang-orang yang sederhana tetapi benar-benar mengasihi kita. Harapan tidak tumbuh karena kedekatan, harapan berkembang karena kasih. Kita berharap kepada Tuhan Yesus sebab Ia telah terbukti mengasihi kita dengan mengorbankan diriNya di atas kayu salib. Apa yang membuat kita ragu untuk berharap kepadaNya? Tidak ada! Kita percaya dan berharap kepadaNya kasih kasihNya terbukti nyata bagi kita. Tuhan memberkati. KJP!